Dinas Kominfosandi Kota Jogja dan Awak Media Studi Banding Smart City Ke Pemkot Denpasar
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Dinas Kominfosandi Kota Jogja dan Awak Media Studi Banding Smart City Ke Pemkot Denpasar
Sebuah ruangan berukuran besar dilengkapi dengan TV monitor berukuran besar berjejer di dinding ruangan berbentuk setengah oval. Persis di depannya terdapat 9 unit komputer disusun berderet tiga. Ada tiga orang operator berada di depannya sedang mengamati dengan cermat. Sesekali mereka melakukan percakapan telpon. Di sisi kiri ruangan itu juga terdapat TV monitor yang lebih kecil di depannya juga terpampang beberapa unit komputer dan beberapa operator. Sedangkan di sudut kanan ruangan juga terdapat beberapa unit tv monitor yang dipasang terpisah. Udara di ruangan itu terasa sejuk bahkan cenderung dingin. Ruangan berkarpet abu-abu itu sangat nyaman. Itulah suasana di ruang Damamaya Denpasar Cyber Monitor . Ruangan dimana semua informasi tentang tentang Kota Denpasar dipantau, direkam, didata, dianalisa dan diteruskan ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk ditanggapi, ditindaklajuti dan dicarikan solusi secara tepat, cepat dan akurat. Dari ruangan ini semua data tentang Kota Denpasar terintegrasi. Tertarik dengan pelayanan berbasis tekonologi itu, Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta bersama para awak media yang tergabung dalam Paguyuban Wartawan Kota (Pawarta) Kota Yogyakarta melakukan kunjungan kerja (press tour ) ke Pemerintah Kota Denpasar. Kunjungan kerja yang dilaksanaka, Senin, (26/03/2018) itu bertujuan ingin melihat secara langsung pengelolaan akun media sosial dan pengintegrasian data melalui Damamaya Denpasar Cyber Monitor dalam mendukung kota cerdas (smart city ). Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Denpasar , I Made Agung , SE.M.Si menjelaskan Damamaya Denpasar Cyber Monitor merupakan pusat layanan informasi berbasis teknologi Informatika yang mengintegrasikan beberapa layanan kepada masyarakat. Sebanyak 12 layanan yang berintegrasi ke dalam Damamaya Denpasar Cyber Monitor, yakni : CALL CENTER 112, PRO DENPASAR, GEO PORTAL, Area Traffic Control System (ATCS), Sistem Informasi Distribusi Ar Bersih (e-SIDAB), Denpasar Integrated Resources Government System (DIRGENS), GPS " TRACKING, e-SEWAKA DHARA, Sosial Media, SAFE CITY, PUSAT DATA dan INFO HARGA PASAR. Salah satu dari ke-12 layanan berbasis teknologi itu, adalah layanan Pro Denpasar. . Layanan ini menjadi primadona di Pemerintah Kota Denpasar. Pro Denpasar, sebuah aplikasi berbasis website maupun mobile Handphone android dan IOS itu selama ini dinilai mampu meningkatkan partisipasi dan mendekatkan Pemerintah Kota Denpasar dengan masyarakatnya. Aplikasi ini berperan sebagai alat bantu monitoring dan verifikasi program pembangunan serta pengaduan masyarakat di Kota Denpasar Bali. Pro Denpasar merupakan sebuah aplikasi mobile yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan komunikasi dua arah untuk berperan serta dalam melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan di lingkungan Pemkot Denpasar. Yang disampaikan masyarakat (publik) berupa pengaduan, kritik, saran, maupun masukan lainnya. Pro Denpasar diharapkan akan menjadi media pengawasan dari masyarakat terhadap jalannya roda pemerintahan di lingkungan Pemkot Denpasar dan diharapkan dapat menghasilkan output yang lebih sempurna terhadap pemerintah, masyarakat dan semua elemen yang ada di Kota Denpasar. Sementara itu, (Plt) Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Kota Yogyakarta mengapresiasi terobosan inovasi yang dilakukan oleh Pemkot Denpasar yang mengintegrasikan semua informasi data melalui teknologi untuk lebih mendekatkan publik dan Pemerintah. Trihastono juga mengapresiasi Pemkota Denpasar yang memanfaatkan segala yang dimiliki dengan tidak hanya terjebak pada konteks kemasan, trend atau cita rasa, tetapi dengan peralatan yang terukur Pemkot Denpasar mampu menjawab kebutuhan masyarakat. " Yang kita apresiasi adalah semuanya ful-optimal dimanfaatkan. Artinya Kota Denpasar sendiri tidak terjebak dalam konteks kemasan, trend atau citra saja tetapi dengan peralatan yang benar benar terukur , artinya peralatan itu berdasarkan pada kebutuhan kebutuhan,"ujar Trishastono saat berada Damamaya Cyber Center. Trihastono menambahan dengan anggaran yang tidak terlalu luar biasa Pemkot Denpasar mampu memanfaatkannya untuk melakukan inovasi yang memberi manfaat besar dalam menjawab permasalahan dan mendekatkan masyarakat dengan pemerintah. Semangat ini, menurut Trihastono yang harus ditiru dan diterapkan di Pemerintah kota Yogyakarta. "Dari aspek anggaran tidak terlalu luar biasa. Artinya mereka menjawab permasalahan permasalahan dan kebutuhan kebutuhan serta melakukan inovasi dengan berdasarkan pada riil kemampuan . Dan semua yang tersajikan tadi benar benar memiliki kemanfaatan, kemudian dapat mendekatkan layanan kepada publik," terang Trishastono. Damamaya Denpasar Cyber Monitor dioperatori oleh 14 orang. Mereka terbagi dalam dua shift, yakni pagi dan malam. Yang menarik adalah para operator itu memegang nomor telepon penting yang setara dengan perintah Walikota. Setiap kepala OPD atau siapa saja yang mendapat telpon atau SMS (WA) dari nomor sakti itu harus membacanya sebagai sebuah perintah dari Walikota meskipun yang mengirim hanyalah seorang operator yang memiliki jabatan staf atau tenaga teknis. Para pejabat atau kepala OPD juga harus mengaktifkan seluler mereka 24 jam. Kapanpun mendapat kiriman informasi harus sesegera mungkin ditindaklanjuti. (@mix)
499 ASN Kota Jogja Terima SK Naik Pangkat, Walikota: Kenaikan Pangkat Bukan Hak Tetapi Sebuah Penghargaan
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
499 ASN Kota Jogja Terima SK Naik Pangkat, Walikota: Kenaikan Pangkat Bukan Hak Tetapi Sebuah Penghargaan
Sebanyak 499 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta menerima Surat Keputusan (SK) Kenaikan Pangkat per 1 April 2018. ASN penerima SK itu terdiri dari jabatan fungsional tertentu (JFT) golongan IV C/D sebanyak 4 orang, JFT golongan IV A/B 19 orang, jabatan Struktural dengan golongan IV A/B sebanyak 12 orang, jabatan Struktural dengan golongan III/D (54), JFT golongan III/D kebawah (91) dan jabatan Reguler III/D kebawah sebanyak 319 orang ASN. Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kota Yogyakarta Drs. Maryoto, MM, mengatakan Surat Keputusan Kenakian pangkat para ASN itu ditandatangani oleh Presiden sebanyak 4 orang, Gubernur (31) dan Walikota (464). Untuk ASN yang SK-nya ditandatangani oleh Gubernur dan Walikota sudah bisa dibagikan. "Ada 4 orang ASN jabatan fungsional tertentu (JFT) akan menerimakan kemudian, karena masih menunggu tanda tangan dari Bapak Presiden. SK-nya sedang diproses di pusat. Nanti, kalau sudah turun akan segera diberikan kepada yang bersangkutan," terang Maryoto di ruang Bima , kompleks Balikota Yogyakarta, Kamis, (29/03/2018). Sementara itu, Walikota Yogyakarta, H. Hayadi Suyuti dalam sambutan yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Dra. Rr. Titik Sulastri menyampaikan ucapan selamat kepada para ASN Pemerintah Kota Yogyakarta yang menerima SK kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. Hal itu menurut Walikota membuktikan bahwa para ASN telah melaksanakan tugas pokok dan fungsinya pada jalur yang benar (on the track) dalam karirnya sebagai ASN dan itu patut diberi penghargaan. Walikota berharap penerimaan SK ini memberikan motivasi untuk memacu semangat pengabdian, bekerja penuh kesungguhan, jujur, berintegritas, serta menanamkan dedikasi yang tinggi terhadap keberhasilan tujuan organisasi. Keberadaan SDM yang berkualitas lanjut Walikota, mempunyai posisi penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta memajukan daerahnya. Di era otonomi daerah, dimana kewenangan terhadap penyelenggaraan urusan pemerintahan terutama pelayanan masyarakat yang diberikan kepada daerah semakin beragam, menciptakan jenis ketugasan yang semakin kompleks pula, sehingga sebagai konsekuensi logis mengharuskan aparatur Pemerintah untuk bekerja dengan cerdas dan keras, agar dapat mengakomodasi dinamika masyarakat saat ini. Haryadi mengingatkan bahwa Surat Keputusan yang diterima bukanlah hak sebagai ASN, namun wujud penghargaan Pemerintah atas dedikasi serta pengabdian ASN selama menjadi abdi negara dengan menaati aturan yang berlaku. "Sebab disisi lain terdapat pula rekan kerja kita yang tidak dapat menerima Kenaikan Pangkat atapun penundaan Kenaikan Pangkat disebabkan perbuatan indisipliner serta tindakan melawan hukum lainnya," ujarnya. Usai membacakan sambutan Walikota, Sekda Kota Yogyakarta memberikan SK secara simbolis kepada beberapa ASN dari berbagai tingkat dan golongan.(@mix)
Menuju Juara Umum PORDA XV Tahun 2019, Anggota KONI siap Menjalankan Tugas
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Menuju Juara Umum PORDA XV Tahun 2019, Anggota KONI siap Menjalankan Tugas
Bertempat di Gedung Pandawa, Ketua Koni Tri Djoko Susanto dan Wakil Walikota Heroe Poerwadi membuka acara Rapat KONI yang bertemakan "Membangun Kesepahaman dan Kebersamaan Menuju Juara Umum PORDA XV Tahun 2019", kamis (29/3). Forum ini ditujukan bagi keberlangsungan organisasi, melalui rapat ini membahas mengenai berbagai hal yang menyangkut pelaksanaan Porda XV/2019, program kerja 2018 hingga 2022, Pemantapan program kerja KONI Kota Yogyakarta, serta pengukuhan OPD pengampu cabang olahraga. KONI sebagai organisasi keolahragaan mempunyai tugas dan tanggungjawab yang berat dalam pembinaan prestasi olah raga. Beberapa program kegiatan KONI 2018 sudah direncanakan seperti kegiatan PUSLATKOT, Rekrutmen Atlet, Iventarisasi Latihan dan Pemantauan Kegiatan Prestasi. Hal tersebut tidak bisa dipisahkan dari pembinaan atlet sebagai ujung tombak dari pencapaian prestasi, koordinasi dan konsultasi dari KONI beserta seluruh pengurus cabang maupun Kecamatan. Ketua KONI Tri Djoko Susanto mengatakan, diharapkan semua anggota selalu bekerjasama dan tampil prima dalam rangkaian kegiatan KONI. "semua anggota diharapkan mapan, solid serta selalu prima dan terus berjuang" ungkapnya. Kota Yogyakarta cukup berpotensi bagi perkembangan olah raga, mengingat potensi sumber daya manusianya cukup besar khususnya dari kalangan generasi muda. Bahkan dalam cabang-cabang tertentu atlet-atlet berprestasi di arena nasional dan internasional. Selain itu, di Kota Yogyakarta memiliki banyak sekolah yang membantu peningkatan olahraga prestasi, dengan membuka kelas olahraga, memasukan cabang olahraga didalam pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan, maupun extrakulikuler sekolah serta venue yang dapat dimanfaatkan. Pada kesempatan ini Wakil Walikota Heroe Poerwadi mengatakan, diharapkan para peserta yang ikut hadir dalam rapat KONI, mampu mencermati dan melaksanakan program kerja dengan baik. "saya berharap kepada seluruh peserta rapat untuk mencermati hal-hal positif dari hasil-hasil pelaksanaan program kerja periode yang lalu untuk dijadikan pedoman dalam menyusun dan melaksanakan program yang akan dilaksanakan pada tahun 2018-2022" ungkapnya. Rapat Anggota KONI Kota Yogyakarta tahun 2018 sebagai momentum terbaik untuk memaksimalkan upaya dalam rangka meningkatkan prestasi olah raga Kota Yogyakarta sekaligus meraih gelar juara umum pada Porda XV Tahun 2019. Heroe Poerwadi juga mengatakan, diharapkan kesanggupan Kepala OPD atau Unit Kerja untuk terus duduk sebagai pengampu cabang-cabang olahraga di Kota Yogyakarta. "diharapkan Kepala OPD agar memiliki manajemen waktu yang baik, sebab tidak dipungkiri ketugasan bapak atau ibu di instansi juga sudah sangat menyita waktu, namun dengan kesungguhan kami yakin bapak atau ibu mampu menjalankan peran ganda ini dengan sebaik-baiknya" ungkapnya. (Hes)
BKB Permata Hati Wakili Kota Yogya Maju Tingkat Provinsi
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
BKB Permata Hati Wakili Kota Yogya Maju Tingkat Provinsi
Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) Permata hati RW 08 Suronatan Kelurahan Notoprajan, Kecamatan Ngampilan Kota Yogya terpilih mewakili Kota Yogyakarta dalam lomba Bina Keluarga Balita terbaik tingkat provinsi DIY Tahun 2018. Pemenang lomba nantinya akan mewakili provinsi DIY ke tingkat nasional. Kepala Bidang KBPK Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Yogya, Herristanti optimis BKB Permata hati akan memenangkan lomba tersebut, pasalnya BKB ini mempunyai banyak keunggulan dibandingkan BKB lainnya. "BKB ini juga tidak hanya memberikan pengetahuan pada orangtua balita dan balita secara konvensional" ungkapnya di halaman masjid At Taqwa Suronatan, kamis (29/3). Hal senada dikatakan Ketua BKB Permata hati Rohma, dalam paparannya Ia menambahkan jika kader BKB Permata hati selalu melakukan inovasi dan kreasi yang tidak dimiliki BKB lainnya seperti membuat permainan anak dan kegiatan yang mendukung BKB, sehingga membuat orangtua tetap betah mengikuti BKB "Satu kegiatan yang paling menarik lainnya adalah lomba mewarnai, membaca, senam BKB, tari-tarian untuk balita dan kesehatan reproduksi balita dalam bentuk gerak dan lagu" katanya. Tak hanya itu, lanjutnya, kegiatan yang dijalankan BKB nya ini antara lain posyandu, parenting, pembinaan latihan kampung KB, lomba ibu dan balita sampai pemberdayaan ibunya "Kelompok BKB Permata hati memiliki keunggulan pada keterpaduan kegiatan BKB dengan kegiatan Posyandu dan PAUD. Di BKB ini selalu memberika pengetahunan kepada para orang tua tentang pengetahuan untuk menyiapkan putra-putrinya agar menjadi generasi masa depan yang berkualitas unggul" ungkapnya. Sasaran kegiatan BKB ini, tambahnya adalah para ibu dalam mendidik anaknya dengan baik. "Pembinaan in khusus kaum ibu dalam mendidik anak. Hal ini menitikberatkan pada pembinaan nonfisik yang beraspek psikologis atau kejiwaan balita agar dapat berkembang secara optimal," katanya. Sementara Ketua Tim Penilai lomba BKB tingkat DIY, Zuhdi Astuti mengatakan penilaian ini adalah wujud dari pembinaan untuk penguatan kembali kelompok BKB, sebagai sarana pembinaan keluarga agar mampu mengasuh anaknya dengan baik dan benar. "Kami ingin melihat secara langsung bagaimana BKB permata hati membina anak-anak. Selain itu juga karena BKB di sini adalah BKB terbaik se Kota Yogya. Apabila semua BKB seperti ini, maka kasus kurang gizi pada anak bisa dihindari," ungkapnya. (Han)
April 2018, 464 ASN Pemerintah Kota Yogyakarta Terima SK Kenaikan Pangkat
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
April 2018, 464 ASN Pemerintah Kota Yogyakarta Terima SK Kenaikan Pangkat
Periode April 2018, sejumlah 464 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Yogyakarta naik pangkat. Seremonial penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Titik Sulastri, Kamis (29/3) di Ruang Bima, Balai Kota Yogyakarta. Dalama pengusulannya Kenaikan pangkat BKPP, terdiri dari 4 usul naik pangkat Pembina Utama Muda IV/c ke atas melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat Jakarta, 495 orang melalui Kantor Regional (Kanreg) I BKN Yogyakarta atas 319 usulan kenaikan pangkat reguler, 66 usul struktural, dan 110 usul fungsional. Hal ini sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah sebelumnya. "Kenaikan pangkat bukanlah hak PNS, namun merupakan penghargaan yang diberikan atas prestasi kerja dan pengabdian PNS terhadap Negara," ujar Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Yogyakarta, Maryoto, dalam sambutannya. Kepala Subbidang Mutasi BKPP Kota Yogyakarta, Andriana Widiantari, menambahkan, tujuan kenaikan pangkat adalah peningkatan pelaksanaan pembinaan Pegawai Negeri Sipil atas dasar sistem prestasi kerja dan sistem karier yang dititikberatkan pada sistem prestasi kerja. "(Selain itu), menjalankan pengembangan karier PNS Pimpinan Tinggi, Administrator, Pengawas dan Pelaksana, serta Fungsional yang telah memenuhi syarat untuk dinaikkan pangkatnya," jelasnya. Menurutnya, instansi yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta, BKPP Kota Yogyakarta, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Yogyakarta, BKN Kanreg I Yogyakarta, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemerintah DIY, dan BKN Pusat Jakarta. "SK yang belum turun, masih dalam proses cetak," tutur Andriana. Salah satu penerima Surat Keputusan (SK) Kenaikan Pangkat, yakni Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Yogyakarta, Cristiana Suhantini, mengucapkan rasa syukur. "(Saya) masih bisa naik pangkat menjadi IV A. Masa kerja saya saat ini sudah mencapai 32 tahun," kata Cristiana. (Jumari/Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan)
Pemkot Yogya Serius Perangi TB
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pemkot Yogya Serius Perangi TB
Penularan penyakit Tuberculosis (TB atau TBC) di Kota Yogya tidak boleh dianggap remeh. Berdasarakan data yang dimiliki Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogya jumlah pasien TB dan yang dilaporkan pada 2016 ditemukan 1003 kasus TB, 594 di antaranya berdomisili di Yogyakarta. Sementara di tahun 2017 ditemukan 665 kasus TB, 430 di antaranya berdomisili di Kota Yogyakarta. Untuk itu Pemerintah Kota (Pemkot) Yogya kini tengah serius menanggulangi penyakit tersebut. Salah satu langkah nyata yang di lakukan Pemkot Yogya adalah membuat Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 102 Tahun 2017 Tentang Rencana Aksi Daerah (RAD) Penanggulangan Tuberkulosis Tahun 2017-2021. Keberadaan RAD ini sekaligus memposisikan Kota Yogya sebagai satu-satunya wilayah di DIY yang telah menegaskan komitmen penanggulangan TB melalui produk hukum berupa perwal "Dengan adanya RAD ini mampu menggerakkan kesadaran masyarakat secara penuh untuk melakukan aksi nyata dalam penanggulangan TB" Kata Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi saat membuka Workshop Tuberkulosis pada anak di ruang Bima Komplek Balaikota Yogyakarta, Selasa (27/3). Wawali menegaskan tanggung jawab penanggulangan TB tidak hanya dari sektor Pemerintah saja, namun menjadi tanggung jawab semua pihak. "Perlu adanya sinergi antara Pemerintah melalui Puskesmas maupun Rumah Sakit dengan stakeholder, termasuk masyarakat sebagai komponen utama dalam pencegahan," imbuhnya. Ia berharap dengan adanya RAD Penanggulangan Tubercolosis menjadi dasar sekaligus pedoman perangkat daerah dan aparatur pemerintah daerah serta kelompok masyarakat di Kota Yogyakarta dalam melaksanakan upaya Penanggulangan TBC. "Kasus TB yang ditemukan harus linier dengan yang sembuh sehingga semakin banyak kasus yang ditemukan, akan semakin banyak pula kasus yang bisa disembuhkan" ujarnya Untuk itulah Wawali meminta masyarakat untuk tidak takut terhadap tingginya temuan kasus TB. "Jangan pernah takut dengan temuan tinggi karena ini artinya tindakan pengobatan bisa segera dilakukan," tandasnya. Ia pun menghimbau untuk para penderita agar selalu mengenakan masker, tidak meludah sembarangan, menutup mulut saat batuk dan biasakan penutup dibuang ke tempat sampah. "Serta menjaga kebersihan rumah, karena dengan rumah yang bersih akan menjauhkan kita dari penyakit tersebut." ucapnya. Hal senada di katakan Sekertaris Dinkes Kota Yogya, Agus Sudrajat, Ia mengungkapkan jika Dinkes Kota Yogya terus berupaya membantu proses penyembuhan penderita TB. Yakni dengan pemantauan intensif yang dilakukan di sekitar penderita. "Karena bisa jadi warga yang didiagnosa bebas TB, namun setelah enam bulan atau dua tahun mendatang terkena karena kondisi fisik lemah" katanya. Ia pun meminta agar masyarakat dapat mengenali tanda-tanda terkena TB sejak dini, terutama untuk anak-anak. Ia menjelaskan beberapa gejala indikasi TB pada anak bisa di lihat indikasinya seperti tubuh anak kurus, berat badan tidak bertambah dalam tiga bulan berturut-turut, nafsu makan berkurang dan berkeringat banyak saat tidur. "Masyarakat sering menyebut batuk di anak yang terus-terusan itu gejala flek. Anak yang flek bisa kena TB. Harapannya deteksi dini dengan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan apakah kena TB atau tidak," paparnya. Ia mengungkapkan dengan terus ditemukannya penderita TB memudahkan Dinkes Kota Yogya untuk melakukan pemantauan dan pengobatan sehingga penderita cepat disembuhkan dan meminimalisasi penularan terhadap orang lain. Bahkan, lanjutnya, Dinkes Kota Yogya menyediakan hadiah Rp500.000 bagi penderita yang rutin berobat dan dinyatakan sembuh. "Yang rajin berobat sampai sembuh dapat uang insentif dari Pemkot Yogya, khusus bagi yang memiliki KTP Kota Yogya," katanya. (Han)
Wakil Walikota Buka Pameran Foto Jelajah Terumbu Karang
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Wakil Walikota Buka Pameran Foto Jelajah Terumbu Karang
Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menghadiri pameran foto jelajah terumbu karang bertema "Laut Kita, Ibu Kita" di Bentara Budaya Yogyakarta, Senin malam (26/3). Potret kekayaan alam bawah laut yang ditampilkan dalam bingkai foto. Pada pameran ini merupakan hasil ekshibisi di delapan lokasi perairan di Indonesia. Empat di antaranya merupakan wilayah taman nasional (TN) laut , seperti TN Teluk Cendrawasih, TN Komodo, TN Wakatobi, dan TN Taka Bonerate. 60 karya foto jurnalis ini dipamerkan mulai 26 Maret hingga 1 April 2018 mendatang. Pameran foto ini merupakan kumpulan karya jurnalistik wartawan harian Kompas yang telah melakukan liputan khusus selama beberapa bulan. Liputan tersebut sebelumnya telah dituangkan dalam laporan jurnalistik berseri Kompas edisi setiap hari Rabu terhitung sejak 8 November 2017 hingga 27 Desember 2017 lalu. Kepala Biro Kompas Yogyakarta Bambang Sigap Sumantri mengatakan pameran tersebut bertujuan untuk menyadarkan kembali masyarakat akan keindahan bawah laut Indonesia. "Melalui karya jurnalistik tersebut sekaligus mencoba menyampaikan bahwa bawah laut Indonesia masih menyimpan misteri yang sangat banyak" katanya. Hal ini disambut baik oleh Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, menurutnya sudah seharusnya Kompas mengangkat konten dan informasi yang berbobot. "Informasi tersebut tidak hanya di permukaan saja namun juga di dalam laut, karena di dalam laut banyak tidak disadari oleh masyarakat tentang keindahannya, ini membuktikan bahwa masih banyak sekali kekayaan yang kita miliki dan patut kita banggakan." katanya. (Han)
33 SD Kota Yogyakarta Mengikuti Lomba Yel Yel Kampanye Peduli Sampah
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
33 SD Kota Yogyakarta Mengikuti Lomba Yel Yel Kampanye Peduli Sampah
Dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2018, Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogya, mengadakan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional di Graha Pandawa, selasa (27/3). Tema kali ini adalah "Sayangi Bumi Bersihkan Dari Sampah". Rangkaian kegiatan ini meliputi lomba Yel yel Kampanye Peduli Sampah. Setiap kelompok beranggotakan 15 hingga 20 orang. Sekitar 33 Sekolah Dasar mengikuti Perlombaan ini. Perlombaan ini meliputi siswa siswi SD di Kota Yogyakarta. Lomba dilaksanakan dengan dua tahap yaitu Babak Penyisihan dan Babak Final. Pada Babak Penyisihan dilaksanakan hari selasa 27 Maret 2018 bertempat di Graha Pandawa Balaikota, Jalan Kenari no 56, Yogyakarta. Sedangkan Babak Final akan di muai pukul 06.00 hingga 09.30 yang dilaksanakan hari Minggu tanggal 1 April 2018 bertempat di Car Free Day di Jalan Margo Utomo Yogyakarta. Acara bebarengan dengan aksi pungut sampah yang di ikuti oleh semua elemen masyakarat yang ikut bergabung dalam aksi ini. Dalam kegiatan ini terdapat beberapa Juri yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini antara lain Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, Dinas Pendidikan, Aliansi Peduli Lingkungan. Panggung utama nanti bertempat di Tugu Yogya yang akan di isi dengan Dialog Hari Peduli Sampah. Aksi ini akan di ramaikan dari peserta aksi dan warga masyarakat kelomok, serta Pramuka Saka Kalpataru dan Saka Wana Bakti. Kepala Seksi Pengembangan Sumber Daya di Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, Kristina Iin mengatakan Kementrian Lingkungan Hidup Republik Indonesia juga ikut hadir dalam Peringatan Hari Peduli Sersihampah Nasional. "Kementrian Lingkungan Hidup Republik Indonesia juga hadir, natinya akan menyapaikan sambutan kegiatan mengenai Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional di Car Free Day Kota Yogyakarta dinilai sebagai kota bersih Adipura" ungkapnya. Selain itu Kristina Iin menyampaikan salah satu niali dari perlombaan ini yaitu dari Indikator penilaiannya sesuai denga tema. "perlombaan ini dinilai dari Indikator penilaiannya sesuai denga tema, gerakan, postur daur ulang, apakah memang yang dibuat dari daur ulang atau bukan" ungkapnya. (Hes)
Kalahkan Papua, ATC Juara Tenis Veteran Walikota Cup 2018
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Kalahkan Papua, ATC Juara Tenis Veteran Walikota Cup 2018
ATC berhasil menundukkan Papua pada laga final kejuaraan Turnamen Tenis Beregu Veteran Walikota Cup 2018 Yogyakarta di GOR UNY, Minggu (25/3). ATC pun menjadi Tim Tenis pertama yang berhasil menjadi jawara dalam sejarah kejuaraan tenis veteran beregu Walikota Cup Yogyakarta. Dengan torehan gemilang tersebut, ATC berhak memboyong piala bergulir dari Walikota Yogyakarta sekaligus membawa bonus Rp.20 juta. Sementara Papua harus rela menjadi runner up dengan bonus Rp.15 juta, sementara pada posisi ketiga dan keempat diduduki Persada Jakarta dan Pelti Yogyakarta. Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti mengaku puas dengan event yang berlangsung sejak 24-25 maret tersebut. Pihaknya mengaku akan terus mendorong event ini agar menjadi ajang yang lebih besar lagi. "Turnamen tenis veteran beregu Walikota Cup akan digelar tiap tahun. Ini menjadi yang pertama dan hasilnya sangat menggembirakan," paparnya. Ia berharap event seperti ini menjadi semangat pemersatu sekaligus menjadi ajang silaturahmi para veterean atlet tenis nasional. "Kedepan harus lebih besar lagi, persertanya harus lebih banyak agar lebih semarak," imbuhnya. Sementara itu, Ketua Panitia Turnamen Tenis Beregu Veteran Walikota Cup 2018 Yogyakarta, Rizal Palevi menuturkan, Turnamen yang pertama ini berlangsung dengan lancar aman dan sukses. "Semua Tim Tenis yang kami harapan hadir ikut berpartisipasi, dengan perserta dari beberapa daerah seperti Yogyakarta Jawa Tengah Kalimantan Timur, Papua dan Jakarta," urainya. Total ada 16 tim tenis yang mengikuti turnamen perdana ini. Dan rencanannya tahun depan akan diadakan kembali karena ada piala bergilirnya. Ia berhadap turnamen tenis ini sebagai media silaturahami sekaligus menjadi tempat para mantan atlet tenis Indonesia. "Semoga jiwa sportivitas mereka menjadi teladan para atlet generasi muda," pungkasnya. (Tam)
Rapat Anggota Tahunan (RAT) KPRI Wiwara
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Rapat Anggota Tahunan (RAT) KPRI Wiwara
Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) pengurus Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI), senin (26/3) diruang Graha Pandawa. Rapat Anggota Tahunan (RAT) merupakan salah satu indikator bahwa sebuah koperasi sehat dan mampu menjalankan usahanya dengan baik. Di dalam RAT terdapat proses-proses yang sangat penting dan menentukan keberlangsungan koperasi seperti forecasting dan perencanaan bisnis atau kegiatan. Rapat Anggota Tahunan juga memberikan kesempatan bagi pengurus untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban sekaligus menjadi forum di mana para anggota dapat memberikan kritik dan saran terhadap penyelenggaraan pengelolaan koperasi. Selain itu KPRI merupakan koperasi primer yang beranggotakan para pegawai negeri. Eksistensi KPRI "Wiwara" setiap anggotanya ikut berpartisipasi dalam pembangunan sesuai dengan kemampuan dari masing-masing anggota. Demikian pula dengan eksistensi KPRI "Wiwara" yang didirikan pada 28 Maret 1974 dengan tujuan utama yaitu memberikan kesejahteraan bagi anggota, hal ini juga sejalan dengan nama yang dipilih yaitu "Wiwara" yang bermakna Pintu atau Gerbang Kesejahteraan. Namun demikian meskipun memiliki basis anggota yang merupakan karyawan Pemerintah Kota Yogyakarta hendaknya aspek invosi terus menjadi bagian integral dalam organisasi, tidak terkecuali bagi Koperasi. Diantaranya dengan melakukan diversifikasi usaha, pelayanan yang lebih professional, penerapan manajamen hospitality, tingkat suku bunga yang bersaing serta menjangkau anggota dengan basis teknologi. Hal ini mutlak diperlukan sebab di era yang serba cepat saat ini masyarakat disuguhkan dengan beragam kemudahan dalam memperoleh akses barang dan jasa, sehingga apabila Koperasi tidak keluar dari zona nyaman dengan melakukan inovasi secara menyeluruh maka Koperasi tidak lagi menjadi pilihan utama bagi masyarakat atau karyawan dalam memenuhi kebutuhannya. Ketua Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKP-RI) Suranto mengatakan bahwa berkaitan dengan hasil kinerja, anggota tahunan ini mengalami penurunan yaitu sekitar 80 anggota keluar menjadi anggota Koperasi. "anggota yang masuk dan yang keluar lebih banyak yang keluar sebagai anggota Koperasi" ungkapnya. KPRI belum menetapkan dimana kantor KPRI berada, namun direncanakan dibangun mengikuti pembangunan Pemerintah Kota Yogyakarta. Pembangunan ini bertujuan untuk memperluas pelayanan dan melayani Alat Tulis Kantor (ATK) yang nantinya berbasis sistem online. Wakil Walikota Heroe Poerwadi mengatakan diharapkan nantinya pengurus KPRI mampu mengerjakan dan memikirkan kemajuan Koperasi didukung para anggota koperasi yang ada. "pengurus yang di pilih adalah orang yang mampu mengerjakan, memanfaatkan waktu yang cukup untuk bisa mengelola dana yang tidak sedikit sekitar 8 Miliar yang akan di terima". Heroe Poerwadi juga menambahkan dengan diurus dan didukung, anggota koperasi bisa menjadi kebutuhan yang diinginkan oleh anggotanya. "jika koperasi diurus dengan benar dan didukung anggotanya, nantinya koperasi bisa menjadi semua kebutuhan yang diinginkan oleh anggotanya" ungkapnya. Melalui momentum ini diharapkan para anggota dan pengurus terus menjadi bagian dari dinamika kemajuan perekonomian Kota Yogyakarta melalui peran aktif dalam keanggotaan KPRI. (Hes)
Pemkot Gelar Kompetisi Tenis Veteran Wali Kota Cup 2018
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pemkot Gelar Kompetisi Tenis Veteran Wali Kota Cup 2018
Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi membuka Kompetisi Tenis Veteran Wali Kota Cup 2018 yang berlang di Lapangan Indoor UNY, Sabtu (24/3). Turnamen tersebut digelar selama dua hari yakni hingga hari Minggu mendatang. Turnamen ini diikuti sebanyak 16 tim petenis. Setiap tim akan berisi sembilan pemain. Sebanyak lima tim berasal dari Kota Yogyakarta dan tim lain berasal dari Jakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Timur hingga Papua. Peserta tertua berusia 62 tahun. Dalam sambutannya, Wakil Walikota menyampaikan ucapan terima kasih kepada panitia dan seluruh masyarakat atas terselenggarakannya turnamen tersebut. Menurutnya dengan adanya ternamen ini dapat mendukung industri pariwisata di Kota Yogyakarta Selain itu dengan turnamen ini dapat mempererat silaturahim para petenis veteran, baik pemain tenis nasional maupun lokal yang sudah tidak muda lagi. "Karena banyaknya pemain dari luar daerah yang turut hadir" ungkapnya. Wawali menjelaskan dengan mengikuti turnamen ini memiliki banyak manfaatnya, karena dengan kita bermain tenis dapat meningkatkan koordinasi mata-tangan dan merangsang kewaspadaan mental, konsentrasi dan strategi taktis. "Ini menjadikannya permainan yang sempurna bagi kaum muda untuk mempertajam refleks, dan bagi orang tua untuk menyempurnakan taktik" jelasnya Adapun hadiah dari turmanen ini sejumlah Rp 50 juta, dimana bagi pemenang selain mendapat piala juga mendapat uang pembinaan masing-masing juara juara 1 mendapat Rp 20 juta, juara 2 mendapat Rp 15 juta, juara 3 mendapat 9 juta, dan juara 4 mendapat Rp 6 juta. Dalam turnamen ini juga di ikuti oleh mantan pemain tenis nasioanal seperti Bonit Wiryawan, Sulistyo Wibowo, Sebastian Dacosta, Aditya Hari Sasongko, dan Saidi. (Han)
Pemkot Cegah Stress Saat Bekerja
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pemkot Cegah Stress Saat Bekerja
Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menyelenggarakan Workshop Pencegahan dan Deteksi Dini Stress di Tempat Kerja, kamis (22/3) di ruang Bima. Kegiatan ini di hadiri Wakil Walikota Heroe Poerwadi di dampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Fita Yulia Kisworini. Melalui kegiatan yang diadakan oleh Pemkot, diharapkan mampu mengurangi stress saat bekerja. Setidaknya ada 8% karyawan yang stress karena bekerja. Sedangkan 92% lainnya di nyatakan tidak memiliki stress dalam pekerjaan. Wakil Walikota Heroe Poerwadi dalam paparannya mengatakan acara ini ditujukan untuk semua para pekerja pria ataupun wanita diharapkan selalu berfikir positif, agar mengurangi stress pada saat bekerja. "acara ini dalam rangka untuk senantiasa mengurangi keberadaan stress di lingkungan kerja" ungkapkan. Heroe Poerwadi menambahkan dengan lingkungan kerja yang nyaman mampu membuat suasana pekerjaan menyenangkan saat bekerja. "kita semua harus bisa menjaga lingkungan kerja, dimana lingkungan kerja bisa membuat kita nyaman dengan semuanya" ungkapnya. Manajemen stress di tempat kerja memang di perlukan, stress adalah bagian normal dari kehidupan sehari-hari. Namun jika di biarkan lebih lama maka peningkatan stress sangat berbahaya. Bahkan stress bisa mengakibatkan Ganguan Jiwa. Salah satu narasumber dari Rumah Sakit Gracia, Wikan Ardininhrum mengatakan, pengecekan gangguan jiwa dini diperlukan guna mengurangi tingkat stress berkelanjutan. "pentingnya mengecek secara dini gangguan jiwa yang diakibatkan oleh stress" ungkapnya. Wikan Ardininhrum menambahkan salah satu contoh yang nyata di kalangan masyarakat Kota Yogyakarta yaitu adanya Klitih, Tawuran dan permasalahan SMA yang saat ini sedang marak, hal ini salah satu wujud permasalahan kesehatan jiwa. (Hes)
Musrenbang 2019 Yogyakarta Fokus Peningkatan Kualitas SDM
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Musrenbang 2019 Yogyakarta Fokus Peningkatan Kualitas SDM
Pembahasan dalam Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Yogyakarta untuk periode 2019, difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) guna mendorong pemerataan pembangunan. "Tema tersebut adalah bentuk penyelarasan tema pembangunan pada tingkat Provinsi yakni Pemerataan Pembangunan Untuk Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat Yang Berkeadilan," ucap Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta Edi Muhammad saat Musrenbang RKPD 2019 di Grha Pandawa Balaikota, kamis (22/3). Untuk mewujudkan tema tersebut, Edi menjelaskan, prioritas strategis pembangunan pada 2019 mengarah pada tiga pokok pembangunan yakni fisik, ekonomi dan sosial. Pada bidang fisik antara lain penanganan kawasan kumuh, penyediaan infrastruktur pendukung sebagai kawasan prioritas yang mendukung pengembangan destinasi wisata, peningkatan kualitas lingkungan hidup dan pengembangan sistem transportasi massal dan tradisional," jelasnya. "Pada aspek ekonomi mengarah pada tiga hal yakni, pengembangan industri kreatif, pemberdayaan masyarakat berbasis kampung dan merealisasikan semangat gandeng gendong," urainya. Sementara pada aspek sosial, Pemkot tetap fokus pada penanggulangan kemiskinan melalui corporate social responbility (CSR) dengan beberapa perusahaan diantaranya BPD DIY dan Bank Jogja. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Yogyakarta menurut komponen tahun 2012-2016 termasuk yang tertinggi se-DIY dengan angka 85.32. Sementara itu Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengajak melakukan terobosan dalam RKPD untuk mengantisipasi perubahan yang terjadi pada 2019. "Kita tidak bisa berlama-lama berfikir menghadapi fase baru terkait operasionalisasi bandara baru di Kulon Progo, jelas ada perubahan fisik yang nantinya pasti kita rasakan," jelasnya. Untuk itulah 2019 adalah peluang untuk menajamkan rancangan rencana strategis (Renstra) perangkat daerah dengan 12 pokok pikiran. Heroe meminta tema peningkatan kualitas SDM menyasar hingga tingkat wilayah. Sehingga mereka yang berada di wilayah tidak tertinggal dengan apa yang terjadi pada 2019 nanti. "Untuk itulah memang seharusnya Kecamatan dan Kelurahan memiliki Renstra hingga 2022 sebagai langkah antisipasi," imbuhnya. Dengan begitu, sambung Heroe, Do It Kampung menjadi salah satu program yang bisa mendongkrak pemerataan pembangunan fisik. "Namun memang perlu kita siapkan bagaimana LPMK punya alokasi anggaran yang lebih lues untuk peningkatan pemerataan," imbuhnya. Dalam kesempatan yang sama Kepala Bidang Perencanaan Bappeda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan, perlunya akselerasi pembangunan kawasan terkait keberadaan bandara baru dan bagaimana implementasinya pada pembangunan di Kota Yogyakarta. "Hal tersebut penting mengingat tema pembangunan Kota Yogyakarta fokus pada peningkatan kualitas SDM," jelasnya. Selain itu, untuk mendukung Yogyakarta sebagai Kota Wisata, menurutnya semua fasilitas umum yang ada harus mengakomodir standar pelayanan wisata, terutama layanan transportasi dan pendukungnya. "Menurut studi INRIX Global Traffic Scorecard 2017 menempatkan Yogyakarta sebagai kota paling macet nomor empat diatas medan dan surabaya. Untu itulah perlu dipikirkan kembali upaya mengatasi kemacatan tersebut," tandasnya. (Tam)
BKL Delima Maju Tingkat Provinsi
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
BKL Delima Maju Tingkat Provinsi
Kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) Delima 123 Kelurahan Purbayan, Kecamatan Kotagede Kota Yogya maju tingkat Provinsi. Pagi ini, Rabu (21/3) tim penilai tingkat provinsi datang untuk menilai BKL tersebut. Ketua BKL Delima 123, Indah Purwani dalam paparannya mengatakan, BKL Delima 123 yang beranggotakan para Lansia baik pria maupun wanita ini selalu aktif berkegiatan. Berbagai kegiatan yang dilakukan diantaranya menggelar pertemuan rutin setiap bulan, pemeriksaan dan konsultasi kesehatan serta senam bersama, pengajian, pranguktiloyo, baca iqro, bercocok tanam, refresing anggota BKl yang dilakukan 1 tahun sekali. Melalui kegiatan itu, lanjutnya, para anggota yang rata-rata sudah berusia senja ini tingkat kesehatannya cukup baik, karena setiap ada ganguan kesehatan dapat terdeteksi sejak dini. "Sehingga secepatnya bisa dilakukan pengobatan. Selain itu melalui pertemuan rutin menumbuhkan rasa kebersamaaan dan kekompakan" ungkapnya. Sementara itu Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk dan KB) Kota Yogya, Eny Retnowati, SH mengatakan lomba BKL ini sangat penting karena dengan adanya lomba ini dapat menambah semangat kelompok " kelompok BKL yang memang dibentuk guna memberi kesempatan kepada para lansia untuk membuktikan bahwa dalam usia lanjut mereka masih bisa berdaya guna. Selain itu, lanjutnya, juga sebagai wujud penyadaran kepada masyarakat khususnya bagi keluarga yang di dalamnya mempunyai anggota yang berusia lanjut agar merubah pola pikir dimana dulu menyebut orang tua adalah beban menjadi orang tua adalah inspirasi keluarga dan mampu memberikan peran dalam keluarga dan masyarakat. Menurutnya keberadaan kelompok BKL sangat bermanfaat sebagai wadah berkegiatan para lansia sehingga bisa menjalani kehidupan Melihat semangat dan antusias kelompok BKL Delima 122, Ia berharap BKL delima 123 dapat menyabet juara terbaik pertama tingkat provinsi. Sementara itu Ketua Tim Penilai, dr Iin Nadzifah Hamid Ka Bid.KSPK Perwakilan BKKBN DIY menjelaskan, tujuan lomba tersebut sebagai upaya pembinaan dan peningkatan pengetahuan dan wawasan bagi Kelompok BKL. Ia berharap melalui lomba ini peran Kelompok BKL dapat semakin termotivasi guna mendukung keberhasilan program Pemerintah dibidang pembinaan Keluarga lansia. Ia menjelaskan untuk system penilaian meliputi berbagai aspek, diantaranya administrasi, kepengurusan, inovasi program, keberhasilan program., penyuluhan, rujukan kesehatan dan melihat langsung kegiatan BKL. (Han)
Pemkot Tata 10.000 PKL
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pemkot Tata 10.000 PKL
Dalam rangka upaya peningkatan wawasan, Anggota DPRD Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau berkunjung ke Pemerintah Kota Yogyakarta rabu (21/3) yang dilaksanakan di ruang Yudistira. Kegiatan ini membahas mengenai Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Yogyakarta. Sebagai Kota Pariwisata berbasis budaya, keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) sudah tidak bisa dipisahkan dari masyarakat Kota Yogyakarta. Kota Yogyakarta memiliki sekitar 10.000 PKL. Dasar hukum penertiban keberadaan PKL yang diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Yogyakarta Nomor 26 tahun 2002 tentang Penataan PKL yang memuat mengenai lokasi, proses pengajuan izin, kewajiban dan hak. Selain itu, Pemerintah Kota Yogyakarta juga menerbitkan Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 45 Tahun 2007, tentang Petunjuk Pelaksanaan Perda PKL yang kemudian diubah melalui Perwal No.62 Tahun 2009 yang mencantumkan ruas jalan yang diperbolehkan dijadikan lokasi berjualan oleh PKL. Adapun Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 37 Tahun 2010 tentang Penataan Pedagang Kakilima Kawasan Khusus Malioboro " A. Yani. Dalam membina keberadaan PKL telah diterbitkan Ijin Penggunaan Lokasi bagi PKL, serta tendanisasi PKL untuk menampilkan wajah PKL agar terlihat menarik untuk dikunjungi. Staf Ahli Walikota Bidang Perekonomian Bejo Suwarno mengatakan, dalam penempatan PKL yang ada di sepanjang Malioboro tidak di pungut biaya. "untuk PKL tidak di pungut retribusi, kecuali kebersihan" ungkapnya. Disamping itu, bagi PKL Malioboro setiap hari Selasa Wage (Soge) diberlakukan kegiatan Resik Malioboro yang dilakukan secara swadaya oleh pedagang PKL serta seluruh komunitas Malioboro. Hal ini mendapat respons positif dari komunitas pedagang lain, salah satunya para pedagang tradisional. Wakil Ketua Pasus Uba Ingan Sigalingging mengatakan, terkait dengan Penataan kota dan Pemberdayaan yang ada di Kota Yogyakarta ini akan menjadi acuan semua Anggota DPRD Kota Batam dalam penataan Kota di Batam. "Terkait dengan penataan dan penertiban akan menjadikan acuan bagi kami, terkait dengan regulasi untuk DPRD" ungkapnya. (Hes)