Umbulharjo – Mengawali rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Pemerintah Kota Yogyakarta, melalui Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menggelar kegiatan Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (CKG) di Grha Pandawa Balai Kota Yogyakarta, Selasa (2/6).
Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi antara Pemerintah Kota Yogyakarta, PMI Kota Yogyakarta serta GoTo Gojek Tokopedia (GoTo) yang turut mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat, khususnya bagi para mitra pengemudi daring dan warga Kota Yogyakarta.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa peringatan HUT ke-79 Pemkot Yogyakarta sengaja diarahkan pada kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat, bukan sekadar seremoni.
“Saya ingin menyampaikan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun Pemerintah Kota Yogyakarta ke-79 kali ini tidak kami isi dengan pesta-pesta, kegiatan seremonial yang berlebihan, ataupun kegiatan yang hanya menghabiskan ruang, waktu, dan tenaga tetapi tidak memberikan dampak langsung kepada masyarakat,” ujar Hasto.
Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan HUT harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat nyata. Karena itu, selain donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis, Pemkot Yogyakarta juga menghadirkan berbagai layanan publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara langsung.
“Hari ini kami menyelenggarakan kegiatan bersama, di antaranya donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis. Selain itu, masyarakat juga dapat mengakses berbagai layanan publik dan administrasi secara langsung. Jadi ini semacam bursa layanan publik yang memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan pemerintah,” katanya.
Hasto mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang terlibat, termasuk GoTo Gojek Tokopedia yang turut mengajak para mitra pengemudi untuk memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan. Menurutnya, para pekerja lapangan seperti pengemudi ojek daring memiliki risiko kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian.
“Selain itu, kita juga memberi kesempatan kepada para pekerja keras yang memiliki risiko kesehatan cukup tinggi untuk dapat memeriksakan kesehatannya. Contohnya teman-teman dari Gojek yang juga mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis pada hari ini,” ungkapnya.
Ia menilai pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan langkah penting dalam upaya pencegahan penyakit. “Cek kesehatan gratis saya kira penting bagi seluruh masyarakat sebagai upaya pencegahan. Karena mencegah tentu lebih murah daripada mengobati,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani, menjelaskan bahwa kegiatan donor darah tahun ini dipadukan dengan pemeriksaan kesehatan gratis untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.
“Spesial karena ini dalam rangka ulang tahun Pemerintah Kota, maka sekaligus diadakan pemeriksaan kesehatan gratis,” jelas Emma.
Pemeriksaan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, skrining kesehatan, serta konsultasi dokter. Apabila ditemukan indikasi masalah kesehatan tertentu, peserta akan diarahkan untuk mendapatkan tindak lanjut sesuai kebutuhan.
Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis terbuka bagi masyarakat umum, sedangkan donor darah yang dilaksanakan bekerja sama dengan PMI menargetkan sekitar 300 pendonor.
“Harapannya masyarakat semakin sehat karena mengetahui kondisi kesehatannya. Dengan demikian, apabila membutuhkan layanan kesehatan lebih lanjut, mereka bisa segera memeriksakan diri dan mendapatkan penanganan yang tepat,” ujar Emma.
Salah satu peserta, Rachma Hanifah, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan Pemkot Yogyakarta. Menurutnya, layanan tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatannya tanpa harus mengeluarkan biaya.
“Menurut saya kegiatan ini sangat bermanfaat karena masyarakat bisa memeriksakan kesehatannya secara gratis dan mendapatkan penjelasan langsung dari tenaga kesehatan,” ujarnya.
Rachma berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala karena selain membantu masyarakat mendeteksi risiko penyakit lebih dini, juga mendorong peningkatan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan.
“Semoga kegiatan seperti ini bisa lebih sering diadakan dan menjangkau lebih banyak warga,” katanya. (Chi)
UMBULHARJO-Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo meluncurkan Warung Milik Rakyat (Wamira) sebagai unit usaha baru yang dikelola Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Giwangan. Wamira menjual kebutuhan pokok masyarakat dengan harga maksimal sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Wamira mengusung konsep seperti Kios Segoro Amarto yang telah dibangun Pemerintah Kota Yogyakarta di beberapa pasar tradisional untuk mengendalikan inflasi daerah. Bedanya Wamira hadir lebih dekat di lingkungan masyarakat.
Menurut Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo Koperasi Merah Putih harus banyak membuat inovasi dan usaha. Meskipun belum punya gerai karena butuh lahan dan waktu, maka harus menciptakan banyak usaha. Sejumlah KKMP di Kota Yogyakarta selama ini sudah membuat batik Segoro Amarto Reborn untuk seragam PNS Pemkot Yogyakarta. Kini ada usaha baru Wamira yang dikelola KKMP di Kota Yogyakarta dari pengembangan Kios Segoro Amarto.
“Warung Segoro Amarto ini biasanya hanya ada di pasar, sekarang kita deliver ke tengah-tengah warga dan dimiliki oleh Koperasi Merah Putih, sehingga akhirnya punya aktivitas baru namanya Wamira Warung Milik Rakyat yang dibikin oleh Koperasi Merah Putih di Kota Yogyakarta,” kata Hasto ditemui saat peluncuran Wamira di KKMP Giwangan, Jumat (22/5/2026).
Hasto menyatakan kebutuhan pokok di Kios Segoro Amarto selama ini dijual dengan harga sesuai HET atau lebih murah dibandingkan di pasaran karena mendapat suplai dari Bulog dan distributor besar. Selain itu ada subsidi pengiriman barang sehingga harga kebutuhan pokok lebih murah karena untuk mengendalikan inflasi daerah. Keberadaan Wamira diharapkan juga seperti Kios Segoro Amarto sehingga bisa membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dan mengendalikan inflasi daerah.
“Kemudian hasil penjualannya dan akhirnya juga masyarakat terbantu. Kira-kira seperti itu, dan ini sekaligus mengendalikan inflasi,” ujarnya.
Pemkot Yogyakarta akan mengembangkan Wamira di KKMP lain di Kota Yogyakarta. Saat ini ada 5 KKMP yang telah bergabung dalam program Wamira yaitu KKMP Giwangan, KKMP Purwokinanti, KKMP Cokrodiningratan, KKMP Prawirodirjan dan KKMP Klitren. Ditargetkan pada tahun 2026, Wamira bisa dikembangkan di 14 KKMP di Kota Yogyakarta.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Pemkot Yogyakarta Kadri Renggono menambahkan, pada tahap pertama Pemkot Yogyakarta menyediakan sekitar 5.000 kg komoditas barang kebutuhan pokok dengan bantuan subsidi biaya pengiriman senilai Rp 2.000/kg untuk 5 unit KKMP. Dia menegaskan tujuan dari program pengendalian inflasi Wamira adalah mengendalikan inflasi daerah yang diakibatkan dari kelompok bahan pangan dengan melibatkan masyarakat dan membuka akses kemudahan pasokan barang
“Pengendalian inflasi Wamira juga memanfaatkan potensi lokal untuk mendorong kemajuan ekonomi masyarakat, khususnya KKMP. Wamira juga membantu masyarakat untuk mempermudah memperoleh bahan pokok beras dan komoditas lainnya dengan harga yang terjangkau setinggi-tingginya HET,” papar Kadri.
Sedangkan Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta Veronica Ambar Ismuwardani mengatakan Dinas Perdagangan bertugas menghubungkan antara KKMP dengan distributor seperti Bulog untuk memotong jalur transportasi agar harga lebih murah. Di samping itu memantau dan menjamin ketersediaan barang di Wamira serta mengawasi penjualan barang harus sesuai HET.
“Monitoring pasti juga akan kita lakukan sama seperti Kios Segoro Amarto. Dan pembatasan (penjualan jumlah produk) juga pasti dilakukan. Karena kalau masyarakat satu minggu dua pack(kemasan produk) saya kira sudah cukup. Mereka (pengelola Wamira) wajib memberikan laporan ke Dinas Perdagangan. Komitmen itu kita bangun nanti dengan sebuah pakta integritas yang harus ditandatangani oleh teman-teman Koperasi Merah Putih,” terang Vero.
Sementara itu Ketua KKMP Giwangan Sudaryanto menyebut membutuhkan modal awal sekitar Rp 15 juta untuk mengawali Wamira di KKMP Giwangan. Modal itu dari pengurus KKMP Giwangan dan pinjaman dari PKK. Modal itu digunakan untuk belanja kulakan kebutuhan pokok di Bulog dan distributor lainnya. Produk yang dijual di Wamira KKMP Giwangan antara lain beras, telur, gula pasir, minyak goreng dan lainnya serta produk unggulan produksi KKMP Giwangan yaitu sabun cuci cair Giwangi.
“Kami ambil program Wamira ini harapan kami bermanfaat pada anggota dan ke masyarakat sekitar. Karena harapan kami Koperasi Merah Putih ini sebagai penyedia bahan harga murah. Keberadaan Wamira ini akan menggerakkan warung-warung kecil. Kalau warung kecil kulakannya nggak bisa ke Bulog, ke agen nggak bisa, maka kami menjembatani kami yang kulak, kemudian akan kami ecer. Jadi menghidupkan. Kami bukan saingan, bukan mematikan warung-warung kecil,” tandas Sudaryanto.(Tri)