Pastikan Ketersediaan Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Yogyakarta

Pemerintah Kota Yogyakarta memastikan ketersediaan tempat tidur bagi pasien Covid-19 di semua rumah sakit rujukan setempat. Penambahan tempat tidur pasien Covid-19 sudah memenuhi target dari komitmen awal semua rumah sakit rujukan covid-19 di Kota Yogyakarta.

Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi menyebut per Minggu (17/1/2021) total ada 229 tempat tidur pasien Covid-19 di semua rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Yogyakarta. Jumlah itu sudah meningkat dibandingkan ketersediaan awal yakni 128 tempat tidur. Pada awal Desember 2020 Pemerintah Kota Yogyakarta telah mengumpulkan semua rumah sakit rujukan Covid-19 dan berkomitmen menambah 98 tempat tidur.

“Sekarang sudah melebihi dari target yang disanggupi oleh rumah sakit. Artinya kapasitas kamar di rumah sakit sudah ditingkatkan dan komitmen mereka akan meningkatkan terus. Ini adalah bagian dari upaya kami merespon keadaan pertumbuhan kasus Covid-19 di Yogyakarta,” kata Heroe yang juga Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Senin (18/1/2021).

Dia menyatakan untuk tempat tidur pasien Covid-19 noncritical di Kota Yogyakarta selama ini terisi berkisar 70-80 persen. Tapi pada hari tertentu untuk tempat tidur ICU critical terutama pada Desember 2020, lanjutnya, kadang-kadang penuh. Tapi tidak sampai dalam waktu lama karena jumlah pasien Covid-19 yang dirawat fluktuatif.

“Dari grafik jumlah kasus pasien perawatan Covid-19 tiap hari di Kota Yogya cenderung turun selama delapan hari ini. Mudah-mudahan terus turun karena fluktuasi tinggi,” paparnya.

Menurutnya kemungkinan titik lemah pada informasi di antara rumah sakit yang tidak real time. Informasi laporan di rumah sakit tiap jam 12.00 WIB. Dicontohkan dalam laporan ke pihaknya jam 12.00 WIB kondisi tempat tidur tidak penuh. Tapi dimungkinkan di luar jam itu pasien datang lagi. Sedangkan ketersediaan tempat tidur critical ICU tiap rumah sakit rata-rata berkisar 1 hingga 3 tempat tidur, sehingga saat ada penambahan 1-2 pasien baru, sudah penuh.

“Dalam satu dua hari ini kami minta ada laporan real time dari rumah sakit yang masih tersedia kamarnya. Ada penambahan dari 23 jadi 25 tempat tidur critical ICU di RS Jogja di Januari ini. Kami juga minta RS Pratama untuk menambah penyediaan kamar ICU critical  karena baru satu,” terang Heroe.

Dia menyampaikan positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit memiliki kondisi setengah berat dan berat. Sedangkan positif Covid-19 dengan kondisi ringan dan menengah cukup melakukan isolasi mandiri di rumah atau di shelter. Hal tersebut mengacu ketentuan dari Kementerian Kesehatan.

Sementara itu Direktur Utama Rumah Sakit milik Pemkot Yogyakarta RS Jogja, Ariyudi Yunita mengatakan RS Jogja memiliki 23 tempat tidur untuk ruang isolasi dan kini terisi 18 tempat tidur. Rencana ada penambahan 10 kamar untuk pasien Covid-19 apabila sarana prasarana, sumber daya manusia sudah tersedia.

“Penambahan kamar target Februari awal. Kami sedang memperbaiki ruangan dan memasang anteroom untuk persyaratan ruang isolasi Covid-19,” imbuh Ariyudi.(Tri)