Dari Kemungkaran ke Kebaikan: Kiat Mengatasi Kebiasaan Negatif yang Merugikan

Kemungkaran adalah tindakan atau perilaku yang dianggap buruk atau tidak baik menurut standar moral atau sosial yang berlaku dalam suatu masyarakat. Kemungkaran bisa berupa berbagai jenis tindakan yang dianggap melanggar norma, etika, atau hukum, seperti kecurangan, kekerasan, korupsi, pemalsuan, penipuan, diskriminasi, dan sebagainya. Tindakan kemungkaran biasanya dianggap merugikan orang lain atau masyarakat secara keseluruhan dan dapat menimbulkan dampak negatif yang besar bagi lingkungan sosial dan kehidupan manusia.

Mengubah kemungkaran menjadi hal bermakna membutuhkan perubahan sikap dan tindakan yang positif. Sebagai contoh, jika seseorang terbiasa melakukan tindakan korupsi, maka untuk mengubahnya menjadi hal bermakna, orang tersebut perlu mengubah sikap dan tindakannya dengan berhenti melakukan korupsi dan mulai bertindak secara jujur dan adil.

Orang yang sebelumnya terbiasa melakukan tindakan yang dianggap kemungkaran, dapat melakukan perubahan dengan memperbaiki diri, memperbaiki cara pandang, meningkatkan kepedulian terhadap orang lain, dan berusaha melakukan hal-hal positif yang bermanfaat bagi dirinya dan lingkungan sekitarnya. Misalnya, seseorang yang terbiasa melakukan tindakan diskriminasi dapat mengubah perilakunya dengan menghargai perbedaan dan mempromosikan kesetaraan di lingkungannya.

Dengan mengubah kemungkaran menjadi hal bermakna, seseorang dapat memberikan pengaruh positif pada diri sendiri dan lingkungannya, serta dapat memperbaiki dan memajukan kehidupan sosial dan masyarakat secara keseluruhan.

Hal-hal bermakna dapat berupa berbagai hal yang memberikan nilai dan manfaat positif bagi diri sendiri maupun orang lain. Beberapa contoh hal-hal bermakna antara lain:

  1. Membantu orang lain

Memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan, seperti memberikan donasi atau relawan pada lembaga sosial.

  1. Menjaga lingkungan

Berpartisipasi dalam gerakan lingkungan untuk menjaga alam dan kelestarian lingkungan hidup.

  1. Menumbuhkan keterampilan

Meningkatkan keterampilan atau keahlian dengan mengikuti kursus atau pelatihan, membaca buku, atau belajar secara mandiri.

  1. Menjalin hubungan baik

Membangun hubungan yang baik dengan orang lain, seperti keluarga, teman, atau rekan kerja, dengan cara menghargai, mendukung, dan saling membantu.

  1. Membangun karakter

Membangun karakter positif, seperti kejujuran, integritas, tanggung jawab, dan disiplin, untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

  1. Menjaga kesehatan

Menjaga kesehatan fisik dan mental dengan cara menerapkan pola hidup sehat, seperti olahraga, istirahat yang cukup, makan makanan sehat, dan menghindari kebiasaan buruk.

  1. Mengembangkan kreativitas

Mengembangkan kreativitas dan bakat, seperti menulis, menggambar, atau membuat musik, yang dapat memberikan kepuasan dan bahkan membuka peluang karir.

Hal-hal tersebut memberikan arti dan makna pada hidup, dan membantu seseorang menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

================
*Tunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Yogyakarta, transfer ke rekening:
BSI: 4441111121
BRI: 153101000005307
BPD DIY Syariah: 801111000054
*Atau melalui link: https://kotayogya.baznas.go.id/bayarzakat
*Kunjungi: website: https://baznas.jogjakota.go.id
https://berbagi.link/baznaskotajogja