Asrama

Mantrijeron - Penjabat Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo secara resmi menutup Asrama "Desa Bahagia" Tahun 2023 yang berlangsung mulai tanggal 10-19 Agustus 2023. 

 

Kegiatan ini merupakan penutupan rangkaian seleksi, pendidikan dan pelatihan Paskibraka Kota Yogyakarta Tahun 2023. Penutupan Asrama Desa Bahagia dilaksanakan di Hotel Burza Yogyakarta, Jumat (18/8/2023).

Dikemas dalam bentuk jamuan malam dan diiringi oleh pentas seni dengan mempersembahkan penampilan seni dari Paskibraka Kota Yogyakarta Tahun 2023, acara berlangsung haru dan meriah.

Dalam kesempatan ini, Penjabat Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo dan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta Budi Santoso memberikan Piagam Penghargaan kepada 38 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2023 yang telah menyelesaikan tugas sebagai petugas bendera HUT Ke-78 Kemerdekaan RI  pada tanggal 17 Agustus 2023 di Balaikota Yogyakarta 

Penjabat Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo saat memberikan semangat kepada para anggota Paskibraka di Hotel Burza Yogyakarta.

Penjabat Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo mengungkapkan, bukan perjalanan yang mudah untuk menjadi Paskibraka diantara anak-anak Kota Yogyakarta yang terbaik. Ia berharap, semua peserta selalu ingat akan perjuangan, keringat, tenaga yang dikeluarkan untuk mencapai di titik ini.

"Dari sekian banyak anak di Kota Yogyakarta kalian adalah anak-anak yang terpilih. Saya yakin ini tidak terulang lagi. Akan silih berganti dengan adik-adik Paskibraka lainnya. Semoga menjadi kenangan kalian yang terindah dan membanggakan," ujarnya.

Ia berpesan kepada seluruh purna tugas Paskibraka Tahun 2023, setelah ini untuk meningkatkan, loyalitas terhadap NKRI dan Pancasila serta menjaga attitude dan knowledge mereka.

Singgih berterima kasih kepada para anggota Paskibraka tahun 2023 karena sudah menjaga, memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara melalui pengibaran bendera HUT Ke-78 Kemerdekaan RI di Kota Yogyakarta.

"Saya bangga kepada kalian hampir tidak ada kesalahan sekalipun dalam pelaksanaan pengibaran dan penurunan bendera. Semua mulus dengan sesuai rencana. Didukung dengan cuaca yang bagus dan pasti kalian nyaman. Terima kasih kolaborasinya, kalian merupakan kebanggaan dari Pemerintah Kota Yogyakarta menjadi paskibra yang sukses tahun ini," ujarnya.

Kepala Dindikpora Kota Yogyakarta Budi Santoso saat memberikan sambutan.

Sementara itu, Kepala Dindikpora Yogyakarta Budi Santoso mengatakan, antusias seleksi Paskibraka sangatlah tinggi di tahun 2023. Terbukti di tahun ini pendaftar Calon Paskibraka mencapai 301 pendaftar dan terseleksi menjadi 46 Calon Paskibraka.

Enam anggota menjadi wakil Kota Yogyakarta ke tingkat DIY, dan 2 orang ke tingkat pusat. Sehingga  ada 38 Paskibraka Kota Yogyakarta yang menjalankan tugas sebagai pengibar bendera.

Tak hanya itu, paskibraka Kota Yogyakarta Tahun 2023 diberikan pendidikan dan pelatihan yang terdiri atas tahap seleksi, pelatihan tahap I, pelatihan tahap II, dan pelatihan tahap Asrama “Desa Bahagia”. 

Ia mengungkapkan, untuk tahun depan mulai dari tahap seleksi, pembinaan, dan pelatihan akan berada di bawah naungan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Yogyakarta. 

"Untuk tahun ini anggota Paskibraka berjumlah 38 orang. Namun, nantinya kepengurusan akan berpindah bukan lagi di bawah naungan Dindikpora Kota Yogyakarta melainkan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Yogyakarta. Semoga semua berjalan dengan lancar," ujarnya.

Para anggota Paskibraka diberikan Penghargaan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dindikpora Kota Yogyakarta.

Selanjutnya, saat ditemui usai acara, salah satu anggota Paskibraka tahun 2023 yang bertugas menjadi pasukan 17 trio 2 sayap timur, Tsamara Dzakiyya Najma Zahira SMA Negeri 8 Kota Yogyakarta mengungkapkan, sangat senang dengan adanya Asrama Desa Bahagia ini menjadi lebih intens mengenal satu dan lainnya anggota Paskibraka.

"Ini merupakan hal yang pertama kali dilakukan yaitu masuk dalam asrama. Disini kami semakin dekat dengan teman-teman lainnya. Tentunya senang dan bangga saya bisa mewujudkan mimpi saya," katanya.

Mira yang sering disapa juga mengatakan, kegiatan ini merupakan yang pertama dilakukan dan menjadi modal untuk bisa menambah wawasan dan skill yang dimilikinya.

"Asrama Desa Bahagia ini kami biasanya bangun pagi, mendengarkan materi tentang publik speaking dan merawat diri. Ini menjadi pengalaman yang tidak terlupakan," ungkapnya. (Hes)