Tiga Talud Sungai di Kota Yogya Tahun Ini Diperbaiki

 

Umbulharjo - Pemerintah Kota Yogyakarta berkomitmen membangun kota yang layak huni, nyaman dan aman dari bencana. Salah satu bentuk upayanya yaitu pembangunan talud di bantaran sungai yang melintasi Kota Yogyakarta sebagai penguatan lingkungan.

 

Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase DPUPKP Kota Yogyakarta Rahmawan Kurniadi mengungkapkan pada tahun 2024 ini telah direncanakan perbaikan talud pada tiga titik lokasi. Prioritas dalam perbaikan talud ini berdasarkan kondisi talud yang sudah tidak layak sehingga dikhawatirkan terjadinya longsor pada bantaran sungai.

 

“Tahun ini ada tiga titik yang akan diperbaiki, di Kelurahan Muja Muju RW 8, di Kelurahan Giwangan dekat dengan Bendung Lepen dan Kelurahan Terban RW 1,” ungkapnya saat ditemui di kantornya, Senin (5/2).

 

Dokumentasi DPUPKP Kota Yogya melakukan perbaikan talud

 

Pihaknya menyebut semua perbaikan talud itu memakai APBD Kota Yogyakarta dengan anggaran rata-rata berkisar lebih dari satu milyar sampai Rp 1,4 miliar per paket pekerjaan. Rahmawan juga menjelaskan konsep penataan ini dengan meningkatkan kualitas talud dari yang sebelumnya berupa bronjong menjadi struktur beton bertulang.

 

“Talud yang di Kelurahan Muja Muju RW 8 dan di Kelurahan Giwangan dekat dengan Bendung Lepen ini kan masih berupa bronjong, bebatuan yang ditata. Nah ini nanti kita ganti dengan beton bertulang,” ujarnya.

 

Perbaikan talud di wilayah Rejowinangun

 

Sementara itu, perbaikan talud yang berada di Kelurahan Terban RW 1 senyampang dengan program penataan permukiman. 

 

“Jadi, kami juga bersinergi dengan program penataan permukiman. Kalau ada konsep penataan permukiman yang perlu kita dukung maka talud itu akan kita bangun. Seperti yang di Kelurahan Terban RW 1, di sana akan ada penataan permukiman, pembangunan Saluran Air Limbah (SAL) dan Saluran Air Hujan (SAH),” jelas Rahmawan.

 

Dia mengatakan bahwa timnya terus melakukan pemantauan terkait talud yang ada di wilayah Kota Yogyakarta. Rahmawan berharap dengan terpantaunya kondisi talud dan perbaikan secara bertahap dapat mengurangi resiko terjadinya longsor di bantaran sungai terlebih pada musim penghujan.(Chi)

 

Keterangan: foto sampul merupakan dokumentasi DPUPKP penataan talud dan permukiman tahun 2023