DUBES CEKO  DAN WAWALI JOGJA RESMIKAN RUMAH CEKO DI KAMPUNG DIPO

Kampoeng  Dipowinatan ternyata cukup dikenal di Republik Ceko dan negara di daratan Eropa lainnya. Terbukti, sejak dicanangkan Dipowinatan  sebagai Kampung Wisata pada 4 November 2006 lalu secara teratur  Dipowinatan dikunjungi wisatawan mancanegara dari Ceko, Slowakia, Swiss, Hongaria dan negara Eropa lainnya.

Koordinator Kepala paguyuban DIPOWISATA Yogyakarta  Ir. Marsito Merto  menjelaskan Wisatawan Mancanegara ( Wisman) dari Eropa sangat tertarik dengan  suasana khas dan kehidupan  sosial masyarakat Dipowinatan yang sangat berlainan dengan masyarakat Eropa. Selain Wisman Eropa juga mendapat nilai tambah dari acara  liburan  yang telah direncanakan sebelumnya.

”Keramahan warga nDipo yang lugu sangat berkesan di hati pengunjung-pengunjung tersebut. Sesampainya mereka ke negaranya langsung diceritakan kepada kenalan-kenalan dan relasi mereka dengan anjuran kalau ke Jogja, supaya mampir ke Dipowinatan. Ya, dengan sistem gethok tular,” ujar Marsito Merto.

Marsito menambahkan  banyak wisatawan  meminta Dipowisata  membuatkan paket wisata dengan harga terjangkau untuk semua kalangan masyarakat Ceko atau Eropa. Menurutnya, kenyataan  menunjukkan  permintaan ini jumlahnya makin meningkat. “ Ini merupakan proses yang sangat menjanjikan bagi perkembangan pariwisata DIY. Terutama berkenaan dengan durasi tinggal wisman di DIY,” tambah Marsito.

Menanggapi ketertarikan wisman Eropa ke kampung Dipowinatan, Ir. Marsito Merto yang pernah belajar dan menetap di Ceko selama kurang lebih 30 memprakarsai untuk mendirikan sebuah Villa Kampoeng Dipowinatan yang diberi nama “Bohemia House – Cesky Dum” yang berlamatkan di      MG. I / 297 Dipowinatan Yogyakarta. 

Bohemia House ini akan menjadi pusat informasi  wisata ( Tourism Information Center ) bagi para Wisman Eropa yang akan berkunjung ke Dipowinatan  Yogyakarta serta Indonesia pada umumnya. Bohemia House – Cesky Dum ( Czech House ) ini diresmikan Duta Besar Republik Ceko untuk Indonesia Mr. Pavel Rezac dan Wakil Walikota Yogyakarta H. Haryadi Suyuti, Rabu sore (26/05) disaksikan oleh Rektor UKRIM Yogyakarta George Iwan Marantika, Camat Mergangsan, Pejabat Instansi terkait, Muspika, Tokoh masyarakat, budayawan,  dan warga kampung Dipowinatan.

Duta Besar Republik Ceko untuk Indonesia Mr. Pavel Rezac mengatakan dirinya akan berkomitmen penuh mendukung kegiatan yang akan dilakukan di Rumah Ceko dan DIY  pada umumnya.  Dikatakan bahwa negara Ceko memiliki hubungan yang khusus dengan Yogyakarta sehingga memaksanya untuk bolak balik dari Jakarta ke Yogyakarta. Namun dirinya mengakui baru partama kali menginjakan kakinya di Kampung Dipowinatan.  Pavel sangat bergembira dan berharap kegiatan di Rumah Ceko ini dapat mempererat hubungan kedua negara (Indonesia dan Ceko) dan dapat memberikan informasi penting di segala bidang terutama di bidang pariwisata.

Iwan Marantika  menjelaskan Czech House ( Rumah Ceko) ini diproyeksikan menjadi cikal bakal lahirnya The International Business Council, Cezch Section dan dapat menjadi sebuah titik pertemuan ( meeting point ) bukan saja  untuk wisatawan mancanegara dari republik Ceko, tetapi juga untuk semua warga Ceko yang kebetulan ada di Yogyakarta  untuk keperluan studi, bisnis atau jalan-jalan.  

Sementara itu, Wakil Walikota Yogyakarta H. Haryadi Suyuti menyambut baik didirikannya Rumah Ceko di Kampung Dipowinatan. Haryadi berharap  dengan adanya rumah Ceko yang akan menjadi pusat informasi  bagi turis mancanegara khususnya dari Ceko dan Eropa dapat memberikan dampak positip bagi dunia pariwisata di Dipowinatan dan Yogyakarta umumnya. Keberadaan  rumah Ceko ini juga diharapkan memberikan kontribusi nilai sosial dan ekonomis bagi warga di kampung Dipowinatan, Keparakan dan Yogyakarta pada umumnya.

Peresmian ditandai dengan pembukaan selubung papan nama Rumah Ceko oleh Wakil Walikota dan Duta Besar Ceko dan dilanjutkan dengan peninjauan.  Dubes disuguhi jamu beras kencur dan wedang jahe sebagai welcome drink serta tarian klasik Yogyakarta, dan pantomim oleh Jemek Supardi. (@mix)