PKL KULINER WAJIB PASANG DAFTAR HARGA

Sesuai dengan Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 62 Tahun 2009 tentang Perubahan Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 45 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 26 Tahun 2002 tentang Penataan Pedagang Kakilima, dimana disebutkan disitu bahwa Pedagang Kaki Lima (PKL) di wilayah Kota Yogyakarta dengan jenis dagangan makanan dan minuman wajib memasang Daftar Menu atau Daftar Harga, demikian disampaikan Kepala Seksi Pemasaran Dinas Perindagkoptan Kota Yogyakarta, Benedik Cahyo S, SIP, Sabtu (25/7) di Pendopo Kecamatan Kraton pada acara Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima Kota Yogyakarta.

 
Disamping wajib memasang daftar harga atau daftar menu, khusus bagi PKL dengan jenis makanan dan minuman juga wajib memasang sertifikasi laik sehat yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta. “Dengan adanya daftar harga dan sertifikasi laik sehat ini akan memberikan jaminan kepastian harga dan jaminan higienitas makanan yang dijual kepada konsumen”, ujar Benedik lebih lanjut.
 

Acara Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima ini akan dilakukan secara bertahap di 14 Kecamatan di wilayah Kota Yogyakarta mulai 15 sampai 29 Juli 2009, dan diikuti oleh 560 PKL. Pada kegiatan ini Dinas Perindagkoptan menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi Hasa Nurohim, Dosen Pasca Sarjana UPN Veteran Yogyakarta, dengan materi kewirausahaan dan manajemen usaha melalui pembuatan pembukuan keuangan sederhana bagi PKL.

 
Persoalan permodalan juga masih menjadi kendala yang terbesar bagi PKL untuk mengembangkan usahanya. Pada beberapa kasus rendahnya kemampuan yang dimiliki oleh PKL dalam pengelolaan modal menjadikan tujuan dari pemberian modal untuk pengembangan usaha seringkali menjadi tidak tepat sasaran. Melihat persoalan tersebut Dinas Perindagkoptan mencoba membantu PKL guna meningkatkan kemampuan dalam pengelolaan modal melalui kegiatan pemberdayaan ini, demikian dijelaskan lebih lanjut oleh Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindagkoptan Drs. Sugeng Darmanto. Dengan adanya pelatihan pembukuan keuangan sederhana ini diharapkan PKL dapat mengelola keuangannya dengan baik, bahkan dapat membentuk modal sendiri sehingga tidak tergantung dari pemberian modal dari pihak lain.
 

Pada kegiatan ini para PKL masing-masing diberikan bantuan berupa celemek dan buku berjudul "Kiat Sukses Modal Dengkul", yang ditulis oleh Mas ud Chasan, pemilik toko dan penerbit Social Agency, berdasarkan pengalaman hidupnya yang merangkak dari bawah sebagai PKL buku bekas di pinggir jalan sampai menjadi pengusaha buku besar dan terkenal di Kota Yogyakarta.