Sabtu 14/02/2026 00:00 WIB |
oleh
RS Jogja
Apoteker RSUD Kota Yogyakarta Ciptakan Inovasi Guna Wujudkan Pengadaan Sediaan Farmasi yang Lebih Terintegrasi dan Transparan
Yogyakarta – Komitmen RSUD Kota Yogyakarta dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan kepada pasien, tetapi juga melalui berbagai inovasi yang mendukung tata kelola rumah sakit. Salah satu inovasi tersebut adalah SERASI (Sistem Registrasi Pengadaan Sediaan Farmasi Terintegrasi) yang dikembangkan oleh Esti Handayani, S.Farm., Apt., Apoteker RSUD Kota Yogyakarta. SERASI merupakan sebuah sistem yang dirancang untuk membantu rumah sakit dalam mengelola proses pengadaan sediaan farmasi secara lebih efektif, transparan, dan akuntabel. Melalui sistem ini, rumah sakit dapat memantau proses pengadaan sediaan farmasi, mengendalikan penggunaan anggaran, sekaligus mengetahui besaran hutang pengadaan yang masih dalam proses secara langsung (real time). Dalam implementasinya, SERASI melibatkan berbagai unit kerja yang berkaitan dengan proses pengadaan, mulai dari Instalasi Farmasi, Penunjang Pelayanan, Bagian Keuangan, Bagian Pengadaan, hingga Direksi. Masing-masing unit menginput data sesuai dengan tugas dan kewenangannya sehingga seluruh informasi dapat terintegrasi dalam satu sistem. Dengan memanfaatkan pencatatan data yang saling terhubung melalui Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), pengguna yang memiliki hak akses dapat memperoleh informasi yang dibutuhkan secara cepat dan akurat. Sistem ini mampu menyajikan data pengadaan sediaan farmasi, penggunaan anggaran, hingga posisi hutang pengadaan tanpa harus melakukan rekapitulasi manual yang memerlukan waktu lebih lama. Keunggulan SERASI tidak hanya terletak pada kemudahan akses data, tetapi juga pada validitas informasi yang dihasilkan. Melalui proses rekonsiliasi antara Pengurus Barang RSUD Kota Yogyakarta dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemerintah Kota Yogyakarta, data stok maupun pengadaan sediaan farmasi dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, besaran hutang pengadaan juga dapat diketahui secara langsung sehingga memudahkan proses pengendalian keuangan rumah sakit. Sejak mulai diterapkan pada Maret 2024, SERASI telah menjadi bagian penting dalam pengelolaan pengadaan sediaan farmasi di RSUD Kota Yogyakarta. Sistem ini membantu rumah sakit memantau penggunaan anggaran, mengendalikan proses pengadaan, serta memastikan ketersediaan obat dan bahan habis pakai untuk mendukung pelayanan kepada pasien. Atas keberhasilan mengembangkan inovasi tersebut, Esti berhasil meraih penghargaan sebagai Tenaga Kesehatan Teladan Rumah Sakit Kelompok B Tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2025. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam meningkatkan tata kelola pelayanan penunjang kesehatan melalui inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi rumah sakit. Direktur RSUD Kota Yogyakarta, dr. Ariyudi Yunita, MMR, turut memberikan apresiasi terhadap pengembangan aplikasi SERASI. Menurut beliau, sistem ini sangat membantu rumah sakit dalam menjaga ketersediaan stok sediaan farmasi, baik obat maupun bahan habis pakai. Kemudahan dalam memantau data anggaran dan pengadaan secara langsung memungkinkan manajemen mengambil keputusan secara lebih cepat dan tepat untuk mendukung kelancaran pelayanan kepada pasien. Ke depan, RSUD Kota Yogyakarta berharap inovasi SERASI dapat terus dikembangkan dan direplikasi pada bidang maupun instalasi lainnya. Dengan demikian, transparansi penggunaan anggaran, efektivitas proses pengadaan, serta akuntabilitas pengelolaan sumber daya di lingkungan rumah sakit dapat semakin meningkat. Melalui inovasi ini, RSUD Kota Yogyakarta kembali menunjukkan bahwa transformasi pelayanan kesehatan tidak hanya dilakukan melalui teknologi medis, tetapi juga melalui penguatan sistem manajemen yang mendukung pelayanan yang lebih efektif, efisien, transparan, dan berorientasi pada keselamatan serta kepuasan pasien.