Kamis 12/02/2026 00:00 WIB |
oleh
RS Jogja
Tingkatkan Mutu Layanan, Rumah Sakit Jogja Gelar Pelatihan Terintegrasi EWS, Manajemen Nyeri, Dan Risiko Bunuh Diri
Salah satu upaya Rumah Sakit Jogja dalam meningkatkan mutu layanan dengan menggelar pelatihan terintegrasi bagi seluruh Profesional Pemberi Asuhan (PPA). Pelatihan yang dilaksanakan pada 12 Februari 2026 ini mencakup tiga materi krusial yaitu Early Warning System (EWS), Manajemen Nyeri, serta Penatalaksanaan Pasien Risiko Bunuh Diri. Pelatihan digelar secara hybrid di Aula Utama Rumah Sakit Jogja dan diikuti oleh 260 PPA internal RS Jogja. Pelatihan ini bertujuan untuk menyeragamkan pemahaman dalam mengidentifikasi kondisi pasien secara dini guna mencegah perburukan medis. Narasumber dr. Novi Dwi Akhsaniati, Sp.AN-TI, KIC. menyampaikan tentang EWS fokus pada kemampuan PPA dalam mendeteksi isyarat gangguan fungsi tubuh agar dapat mengambil keputusan klinis yang tepat dan meminimalkan dampak buruk bagi pasien. Lebih Lanjut Novi juga mengajak peserta untuk melakukan analisis dan skoring EWS beberapa kasus yang sering terjadi seperti kasus pasien kandungan, bedah bahkan pada kasus pasien anak – anak. Selain deteksi fisik, peserta pelatihan dibekali pengetahuan mengenai konsep dasar dan penatalaksanaan nyeri oleh dr. Basuki Rahmat, Sp. AN. Di awali dengan pemahaman tentang konsep dasar nyeri sampai dengan manajemen terapi nyeri. Selanjutnya teknik edukasi nyeri kepada pasien dan keluarga dipaparkan oleh Ners. Vema Tiyas Puspita, M.Kep, Sp.KMB. Peran perawat dalam praktik edukasi nyeri cukup penting guna memberikan pemahaman dan keterlibatan pasien dalam manajemen nyeri, ujarnya. Vema juga mengajak para peserta pelatihan untuk mempraktekkan teknik nafas dalam sebagai salah satu asuhan terhadap nyeri non-farmakologi. Narasumber lain, dr. Herlina Pohan, Sp. KJ selaku pakar kesehatan jiwa menyampaikan langkah-langkah intervensi medis dan psikologis untuk mencegah tindakan destruktif diri dan materi spesifik mengenai skrining dan penatalaksanaannya. Herlina menjelaskan secara rinci bagaimanan melakukan asesmen risiko bunuh diri pada pasien. Suicidal Intention Rating Scale (SISR) adalah skala yang lazim digunakan dalam membantu menilai risiko bunuh diri pada pasien, tuturnya. Melalui pelatihan terintegrasi ini, Rumah Sakit Jogja berharap seluruh tenaga kesehatan dapat memberikan asuhan yang lebih responsif, aman, dan profesional sesuai dengan standar akreditasi nasional yang berlaku. (SKS).