Senin 00/00/0000 00:00 WIB |
oleh
Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan
Seminar Regional Akses dan Ketersebaran Sumber-Sumber Informasi: Mengkaji Peran TBM dalam Lingkungan Media Sosial
Kehadiran media sosial seperti Facebook, Twitter, Friendster atau Google+ semakin terus digandrungi berbagai lapisan masyarakat. Bukan saja orang muda, orang dewasa antara usia 25-60 tahun juga berpartisipasi dalam kegiatan media sosial itu. Pesatnya perkembangan media sosial kini dikarenakan semua orang seolah-olah bisa memiliki media sendiri. Tidak ada lagi batas antara masyarakat kota dan masyarakat pinggiran atau desa dalam penggunaan teknologi komunikasi yang memungkinkan media sosial berkembang dengan sangat cepat.Lantas, bagaimanakah peran Taman Bacaan Masyarakat, sering disingkat TBM, dalam lingkungan masyarakat yang pemanfaatan media sosialnya sudah sangat baik? Sebelum sampai kepada pertanyaan ini, pertanyaan lain yang perlu diajukan adalah kepada masyarakat seperti apakah TBM itu disediakan? Mengingat batas-batas antara masyarakat perkotaan dan pedesaan mulai semakin kabur dalam hal pemanfaatan media sosial, bagaimanakah peran yang harus dilakukan TBM agar sumber-sumber informasi (buku, majalah, surat kabar dan lainnya) yang dimiliki dapat diakses lebih mudah oleh masyarakat di sekitarnya dan tersebar dalam jangkauan yang lebih luas?
Menjawab hal tersebut, Perpustakaan Kota Yogyakarta menyelenggarakan Seminar Regional bertajuk “Akses dan Ketersebaran Sumber-Sumber Informasi: Mengkaji Peran TBM dalam Lingkungan Media Sosial”. Seminar diselenggarakan pada hari Selasa, 2 Oktober 2012 pukul 08.00 sd. 12.00 di Ruang Utama Atas, Kompleks Balaikota Yogyakarta, dengan narasumber 1. Dra. Rr. Titik Sulastri (Sekda Kota Yogyakarta, mewakili Walikota Yogyakarta), 2.Dra. Pontjosiwi Warsikengsih (Asisten Administrasi Umum – Setda Kota Yogyakarta), 3.Prof. Dr. Suyanto (Direktur STMIK AMIKOM Yogyakarta), dan 4.Rubi Utami Varalin, ST. (Pendiri dan Penggerak TBM “Rumah Asa-Q”, Juara II Nasional Jambore PTK-PNF tahun 2011). Sekitar 200 peserta hadir dari berbagai wilayah di Jawa-Bali, terdiri dari para pustakawan, penggerak TBM, lurah dan camat se-Kota Yogyakarta, serta masyarakat umum. Kontribusi seminar berupa buku bekas yang masih layak digunakan dan dibaca masyarakat umum sebanyak minimal 5 (lima) judul untuk disumbangkan pada Bank Buku – Perpustakaan Kota Yogyakarta.