Sabtu 23/05/2026 00:00 WIB |
oleh
RS Jogja
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RS Jogja Berbagi Kiat Rawat Kulit Segala Usia
YOGYAKARTA — Guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan kulit, dokter spesialis kulit dan kelamin RS jogja, dr. Yulaika Kusuma Wardani, Sp. D.V., bersama dokter muda dari Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FK UMY) berbagi kiat merawat kulit bagi semua usia.. Kegiatan edukatif ini diselenggarakan pada Sabtu pagi, 23 Mei 2026, bertempat di ruang tunggu poliklinik kulit dan klinik jantung. Sebanyak 30 orang yang terdiri dari pasien, keluarga pasien, serta pengunjung rumah sakit tampak memadati area ruang tunggu dan mengikuti jalannya acara dengan penuh antusias. Dalam pemaparannya, dr. Yulaika Kusuma Wardani menjelaskan secara mendalam mengenai fungsi vital kulit sebagai pelindung (barrier) utama tubuh dari serangan kuman, paparan sinar matahari, serta fungsinya dalam menjaga cairan dan mengatur suhu tubuh. "Banyak masyarakat yang belum menyadari bahwasanya jika perlindungan kulit atau skin barrier ini rusak, dampaknya bisa memicu kulit menjadi kering, gatal, kemerahan, iritasi, berjerawat, hingga sangat rentan terhadap infeksi bakteri maupun jamur," tutur dr. Yulaika di depan para peserta. Sebagai langkah preventif, tim penyuluh yang beranggotakan Adelia, Fathia, Akmal, dan Wildan membagikan panduan praktis perawatan kulit sehari-hari. Mereka mendemonstrasikan metode pembersihan kulit yang benar, yakni mandi dan mencuci wajah dua kali sehari menggunakan sabun berformula lembut serta air suam-suam kuku. Masyarakat juga diingatkan untuk menghindari kebiasaan buruk seperti menggaruk kulit, menggosok terlalu keras, serta saling berbagi handuk atau alat cukur demi mencegah penularan penyakit. Tidak hanya teori, para dokter muda dari FK UMY ini juga mempraktikkan langsung cara penggunaan pelembab dan pelindung kulit yang ideal. Penggunaan pelembab disarankan diaplikasikan segera setelah mandi setelah kulit dikeringkan, dengan cara dioleskan merata disertai pijatan lembut. Untuk perlindungan dari sinar ultraviolet (UV), masyarakat diimbau rutin memakai tabir surya (sunscreen) dan alat pelindung fisik seperti topi, baju lengan panjang, atau payung saat beraktivitas di luar ruangan. Sesi diskusi berlangsung interaktif ketika memasuki materi spesifik mengenai kesehatan kulit bagi kelompok lanjut usia (lansia). Peserta aktif berkonsultasi mengenai cara menjaga kelembaban kulit lansia yang sudah keriput, pencegahan iritasi dan jamur pada area lipatan kulit, hingga manajemen penggantian popok (diapers) yang tepat agar tidak menimbulkan ruam atau gangguan kulit serius. Selain perawatan luar, tim narasumber mengajak peserta menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, minum air putih yang cukup, tidur teratur, rutin berolahraga, serta mengelola stres dengan baik.Di penghujung acara, dr. Yulaika memberikan saran medis agar masyarakat tidak ragu atau menunda untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis apabila menemui gejala klinis yang tak kunjung sembuh, seperti gatal menahun, luka yang lama kering, jerawat parah, ruam kulit yang meluas, perubahan bentuk tahi lalat, kulit bernanah, maupun indikasi alergi obat. Kegiatan penyuluhan ini berjalan dengan sangat lancar dan kondusif. Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif masyarakat selama sesi tanya jawab, panitia membagikan bingkisan menarik (gift) kepada para peserta yang responsif sebelum acara resmi ditutup dengan salam penutup. (SKS).