Mampu Sajikan 1500 Porsi Makanan, Humanity Food Truck Hadir di Yogyakarta
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Mampu Sajikan 1500 Porsi Makanan, Humanity Food Truck Hadir di Yogyakarta
Berbeda dengan food truck pada umumnya, Truk berdapur yang satu ini tampil lebih besar, elegan dan menarik, namun yang lebih membedakan lagi, truk ini didesain untuk misi kemanusiaan. Humanity Food Truck 2.0 mampu menyajikan makanan hingga 1500 porsi dalam waktu yang lebih singkat. Tidak tanggung-tanggung makanan yang disajikan Humanity Food Truck 2.0 diolah langsung oleh koki sekelas hotel bintang lima. Meski didesain untuk misi kemanusiaan, Humanity Food besutan Aksi Cepat Tanggap (ACT) ini tidak kalah dengan food truck pada umumnya, dari penampilan hingga cita rasa kuliner yang disajikan pun boleh diadu. Humanity Food Truck 2.0 secara resmi diluncurkan di Balaikota oleh Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti, Jum"at (22/3/2019). Pihaknya berharap hadirnya Humanity Food Truck 2.0 bisa memberikan sentuhan yang berbeda kepada masyarakat untuk melakukan misi kemanusian. Pihaknya berharap masyarakat Yogyakarta bisa berlomba-lomba menyewa Humanity Food Truck 2.0 ini. Terlebih pada bulan Ramadhan yang tidak lama lagi akan dating, Humanity Food Truck 2.0 bisa dimaksimalkan untuk berbuka puasa bersama. "Harapan saya selama sebulan lebih food truck ini sudah tersewa di Yogyakarta, bahkan sejak sebelum puasa," ucap Haryadi Suyuti. Haryadi menegaskan, kehadiran food truck ini agar bisa memberikan semangat untuk berbagi bukan sebaliknya, Ia mengingatkan agar masyarakat tidak memanfaatkan hanya sekedar untuk bagi-bagi makanan gratis saja. "Di Yogyakarta sudah memiliki kebiasaan bagus, setiap hari Jum"at masjid-masjid menyediakan makanan dan minuman bagi para jama"ah, semoga foof truck ini juga bisa menjadi bagian dari itu kedepannya," imbuhnya. Dalam kesempatan yang sama Vice President ACT Ibnu Khajar menjelaskan, Humanity Food Truck 2.0 ini merupakan yang kedua di Indonesia, diluncurkan sebagai salah satu bentuk implementasi zakat dari masyarakat yang dikelola ACT. "Kehdarian Humanity Food Truck 2.0 menjadi program yang disiapkan untuk menjadi solusi masalah pangan bagi penerima zakat salah satunya fakir miskin," tandasnya. Lebih lanjut Ia menjelaskan, Humanity Food Truck 2.0 digagas untuk memberikan layanan terbaik secara massif dan aktif. Sebab itulah, armada Humanity Food Truck 2.0 harus mampu memberikan layanan terbaik secara mobile untuk menjangkau para mustahik di berbagai wilayah. "Maka dibuatlah food truck dengan armada yang besar supaya kapasitasnya besar dengan kualitas makanan yang baik dan higienis," imbuhnya. Humanity Food Truck 2.0 hadir dengan sejumlah keunggulan dibanding dengan armada sebelumnya. Truck berdapur ini diarmadai Hino 500 FG 235 JL. Dilengkapi chiller 2 pintu, penanak nasi tiga tingkat hingga mampu memasak dengan kapasitas 21 kilogram beras dalam sekali masak. (Tam)
Masyarakat Diminta Bersinergi Amankan Pemilu di Yogyakarta
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Masyarakat Diminta Bersinergi Amankan Pemilu di Yogyakarta
Menyambut Pemilu Legislatif, pemilihan DPD serta Pemilihan Presiden, yang akan dilaksanakan secara serentak, pada 17 April 2019 mendatang, Kota Yogyakarta mendeklarasikan kampanye damai di Balikota, Jum"at (23/3/2019). Masyarakat di Yogyakarta pun diminta untuk bersinergi mengamankan pemilu agar berjalan dengan lancar, aman dan damai, serta tidak meninggalkan masalah sekecil apapun di tingkat bawah. Deklarasi yang dihadiri DPC Partai peserta Pemilu 2019, perwakilan pasangan Calon Presiden serta perwakilan Calon Anggota DPD ini bertujuan untuk menyatukan komitmen untuk menjaga keamanan selama proses kampanye hingga pelaksanaan pemilu. "Tahapan pemilu berjalan dengan tertib dan damai, membuktikan bahwa masyarakat Kota Yogyakarta telah memiliki kesadaran demokrasi yang tinggi dan komitmen yang kuat untuk menjaga Kota Yogyakarta tetap dalam situasi dan kondisi yang kondusif," ucap Walikota Yogyakarta dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah Titik Sulastri. Berkenaan dengan hal itu, lanjutnya, ke depannya situasi aman, tertib, damai dan kondusif ini hendaknya tetap kita jaga, kita pertahankan sembari kita tingkatkan semangat berdemokrasi kita secara sehat, santun, konstruktif, berbudaya. "Serta tetap menjaga tali silaturahim dalam wadah persatuan dan kesatuan NKRI, walaupun mungkin kita berada pada kubu yang berbeda dalam Pemilu tersebut," paparnya. Pihaknya pun meminta masyarakat menghindari dan mewaspadai segala kemungkinan black campaign, hoax, maupun segala upaya-upaya provokatif yang bertujuan untuk menggoyang stabilitas keamanan Kota Yogyakarta dan Indonesia pada umumnya. "Apabila terjadi satu dua gesekan maupun isu-isu yang menyesatkan, jangan ditanggapi dengan reaktif dan anarkhis atau membalas dengan perbuatan serupa melainkan harus diselesaikan melalui mekanisme yang ada melalui lembaga independen Bawaslu dan KPU," tandasnya. Pihaknya berharap massa pendukung masing-masing Parpol, Capres dan Cawapres, DPD, serta Calon Legislatif, terutama dari kalangan grass root maupun masing-masing tim Pemenangan Pemilu juga senantiasa mengedepankan semangat kebersamaan, kekeluargaan dan silaturahmi yang baik dalam seluruh tahapan Pemilu ini. "Oleh karena itu, dengan niat baik untuk mengawal masa kampanye dengan aman dan lancar, kita sungguh bersyukur bahwa siang ini semua pihak yang memiliki perhatian besar terhadap kesuksesan Pemilu di Kota Yogyakarta, memiliki komitmen yang sama untuk melaksanakan Pemilu yang damai dan berintegritas," terangnya. Sementara itu, Ketua KPU Kota Yogyakarta, Hidayat Widodo menerangkan bahwa pada tanggal 24 Maret hingga 13 April 2019 mendatang tahapan Pemilu 2019 telah memasuki kampanye terbuka. "Deklarasi tidak hanya seremoni belaka tapi merupakan komitmen bersama penyelanggara pemilu, peserta pemilu, dan Pemkot Yogyakarta," ucap Hidayat. Pihaknya menegaskan agar seluruh elemen masyarakat di Kota Yogyakarta bersatu menciptakan sekaligus menjaga agar situasi tetap aman dan kondusif. "Jangansampai karena perbedaan pilihan akhirnya akan memecah belah keharmonisan yang selama ini sudah terjaga di Kota Yogyakarta," imbuhnya. (Tam)
Urus Akte Kematian dan Validasi Data Kependudukan Dua Jam Langsung Jadi
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Urus Akte Kematian dan Validasi Data Kependudukan Dua Jam Langsung Jadi
Pemerintah Kota Yogyakarta kembali melakukan terbosan dengan mengeluarkan program Percepatan Pelayanan Akta Kematian, KK dan KTP (Pramu Nawolo Loyo). Hemat tenaga dan waktu program ini memungkinan pengurusan dokumen kematian hanya dengan waktu kurang lebih dua jam. Pramu Nawolo Loyo merupakan program Pemerintah Kota melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yang memberikan kemudahan pelayanan pengurusan dokumen terhadap anggota keluarga yang baru saja meninggal dunia. Dengan Program ini, Warga tidak harus kesulitan mengurus dokumen kematian anggota keluargannya sendiri karena akan dibantu Kader Masyarakat Tertib Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA). Hemat tenaga dan Waktu, hanya membutuhkan waktu kurang lebih dua jam setelah kematian maka dokumen kependudukan yang baru sudah terbit dan bisa dipegang langsung oleh keluarga. Dokumen yang diberikan berupa Akte Kematian, KTP, Kartu Keluarga yang terbaru. Dan Santunan Kematian bagi pemegang KMS. Dengan Program ini Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi berharap masyarakat bisa terbantu dalam proses pengurusan dokumen kependudukan sekaligus mewujudkan masyarakat tertib administrasi. Meskipun program Pramu Nawolo Loyo baru bisa diterapkan di Kelurahan Cokrodiningratan, pihaknya tetap berharap kelurahan lain di Kota Yogyakarta akan segera menyusul menerapkan program tersebut. "Kebetulan Kelurahan Cokrodiningaratan yang dinilai paling siap untuk menjalankan program ini, dan kami harapkan kelurahan lain bisa segera koordinasi dengan Disdukcapil," ucap Heroe Poerwadi saat launching program Pramu Nawolo Loyo di Kelurahan Cokrodiningratan. Selain Cokrodiningratan, Kelurahan Danurejan dan Mantirjeron sebenarnya juga sudah melakukan akselerasi yang sama. Program ini akan terus didorong ke seluruh wilayah karena semua kelurahan sudah memiliki kader masyarakat tertib Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA). "Ketika seluruh kelurahan sudah siap maka akan mudah untuk mewujudkan empat dokumen kelahiran dan tiga dokumen kematian secara bersama," imbuhnya. Heroe pun meminta masyarakat untuk mendorong program ini, masyarakat diminta lapor pada kelurahan maka semua dokumen akan dikerjakan oleh pihak kelurahan. Sehingga sebelum proses pemakaman paling tidak tiga dokumen tersebut sudah bisa diserahkan kepada keluarga. Kepala Disdukcapil Kota Yogyakarta, Sisruwadi menegaskan bahwa dokumen kependudukan sangat penting. "Dokumen administrasi kependudukan penting karena semua kepengurusan pelayanan publik pemerintah membutuhkannya. Makanya perlu tertib administrasi kependudukan," tandasnya. Terlebih dengan keberadaan Kader Masyarakat Tertib Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) ini maka masyarakat akan terbantu sehingga Yogyakarta tertib adminduk akan segera terwujud. Terutama terkait dengan kepengurusan akte kematian yang masih dianggap kurang begitu penting. (Tam)
Gudeg Jadi Ikon Wonderful Otentik Jogja
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Gudeg Jadi Ikon Wonderful Otentik Jogja
Gudeg menjadi ikon dalam perhelatan Festival Kuliner Wonderful Otentik Jogja yang digelar pada hari Sabtu (23/3) di Selasar Mal Malioboro. Kegiatan yang dibesut oleh Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta bersama Indonesia Food Beverage Executive Association (IFBE) DIY ini dimaksudkan untuk menjadikan makanan tradisional khas Jogja tersebut sebagai daya tarik wisata. "Kegiatan ini di harapkan akan meningkatkan citra dan kunjungan estinasi Pariwisata di Kota Yogyakarta sebagai salah satu lokomotif perekonomian , serta mendukung perkembangan kuliner tradisional Kota Yogyakarta sebagai Daya Tarik Wisata," Ungkap Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Maryustion Tonang. Senada dengan hal tersebut, Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi berharap agar pengusaha kuliner tradisional, khususnya Gudeg terus memberi nilai tambah pada produknya kuliner tradisional Yogyakarta semakin mendunia dan memperkokoh predikat Kota Yogyakarta sebagai kota gudeg. Untuk itu Heroe mengajak mereka untuk berinovasi memanfaatkan perkembangan teknologi "Seiring dengan tumbuh kembangnya pariwisata di Yogyakarta dan berkembangnya bisnis kuliner, maka perlu ada upaya untuk menjadikan jajanan tradisional menjadi home industry yang memiliki nilai lebih. Kuliner tradisional dalam perkembangnannya mengalami modernisasi dalam cara olah, cara saji, maupun cara mengemasnya, oleh karena itu kehadiran teknologi tepat guna akan sangat membantu tumbuh kembangnya industry kuliner tradisional dala menghaadpi tantangan yang dinamis." Tutur Wawali. Lebih lanjut, Wawali yang berkesempatan berkeliling mengunjungi berbagai stand yang ada dalam acara tersebut mengapresiasi kreatifitas para pelaku usaha kuliner tradisional dalam mengemas produknya. Tidak hanya dikemas sebagai makanan pelengkap nasi, namun dalam perhelatan ini beberapa peserta pameran juga menampikan berbagai inovasi berbahan dasar gudeg seperti abon gudeg, roti gudeg, dan pastel gudeg. Dalam acara ini dua ribu gudeg dibagikan secara cuma-cuma kepada masyarakat. Tak hanya pembagian gudeg, kegiatan ini juga dimeriahkan oleh bazaar, lomba memasak jajajan otentik Jogja, lomba ukir buah, dan hiburan musik dari Voice of Citizens, Candra and Friends dan Jasmine Electric.
345 CPNS Kota Jogja Terima SK Pengangkatan.
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
345 CPNS Kota Jogja Terima SK Pengangkatan.
Sebanyak 345 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Kota Yogyakarta menerima Surat Keputusan (SK) Walikota tentang Pengangkatan sebagai CPNS formasi tahun 2018. SK tersebut diserahkan oleh Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi kepada tiga CPNS di Grha Pandawa Balaikota, Senin (25/3) pagi. Wawali, dalam arahannya meminta segenap CPNS untuk terlebih dahulu membaca dan mencermati seluruh aturan perundangan mengenai PNS dan Aparatur Sipil Negara (ASN), baik terakit dengan tugas, kewajiban maupun sanksi, hal tersebut menurut Heroe dimaksudkan agar CPNS dapat memahami apa yang menjadi hak dan kewajibannya "Jangan sampai nanti dalam bekerja terperosok dalam kesalahan-kesalahan yang anda tidak tahu kalau itu termasuk pelanggaran. Karena ada sebagian pegawai yang mendapatkan hukuman disiplin, baik berupa pemecatan, penurunan jabatan, maupun penundaan kenaikan pangkat tapi mereka tidak sadar bahwa yang dilakukannya melanggar peraturan" Pinta Heroe. Lebih lanjut, Heroe mengungkapkan, menjadi bagian dari Pemerintah Kota Yogyakarta berarti siap untuk memberikan yang terbaik bagi Kota Yogyakarta. Untuk itu CPNS yang baru bergabung diharap bisa segera menyesuaikan diri dengan irama kerja di unit kerjanya. "Yogyakarta merupakan Kota dengan Indeks Prestasi Manusia tertinggi di Indonesia. Kita tentu tidak ingin nilai tersebut turun, namun terus meningkat, oleh karena itu saya minta saudara-saudara untuk secepatnya menyesuaikan diri dan menunjukkan kemampuan kapasitas pribadi serta sikap perilaku secara penuh" Imbuh Heroe. Sementara itu, Plt. Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan, Sarwanto mengatakan, proses seleksi CPNS yang dimulai sejak bulan September 2018 ini telah berhasil dilaksanakan secara efektif, efisien, dan transparan. "Ada 345 CPNS yang diterima, terdiri dari tiga formasi disabilitas, tiga formasi pengankatan honorer, dan 339 formasi umum yang terdiri dari tenaga kesehatan, pendidikan, dan kesehatan, dari 345 CPNS yang berhasil lulus tahapan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) hingga pemberkasan, semuanya sudah 100% divalidasi oleh BKN" Katanya. (ams)
Pemkot Bagikan 1000 Akta Kelahiran
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pemkot Bagikan 1000 Akta Kelahiran
Untuk mendorong masyarakat tertib administrasi kependudukan (Adminduk) Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) membagikan 1000 akta kelahiran. Pembagian akta kelahiran ini secara simbolis diserahkan oleh Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi di kelurahan cokrodiningratan, kecamatan jetis, Minggu (24/3/2019). Pihaknya menyebut pembuatan akta kelahiran di kota Yogyakarta semakin mudah karena akan dibantu Kader Masyarakat Tertib Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA). Kader tersebut sudah disebar di seluruh wilayah kota Yogyakarta melalui kampung panca tertib, keberadaan mereka akan sangat membantu warga dalam proses pembuatan dokumen kependudukan. Kader Dermatib GISA ini tugasnya mendorong dan memberikan contoh tertib adminduk. Selain itu membantu masyarakat jika ada yang kesulitan mengurus adminduk, ucap Heroe Poerwadi. Dengan begitu, Ia memastikan setiap ada warga yang melahirkan akan langsung mendapatkan empat dokumen yakni akte kelahiran, KIA, Kartu Keluarga, dan KMS dari dinas kesehatan. Sementara itu Kepala Dindukcapil Kota Yogyakarta Sisruwadi menuturkan, tingkat pengurusan akta kelahiran di Kota Yogyakarta mencapa 96 persen untuk 0-8 tahun dan 78 persen untuk semua usia. Angka tersebut sudah melampaui angka target nasional yakni 75 persen. Ini membuktikan bahwa masyarakat Yogyakarta semakin menganggap penting dokumen kependudukan, urainya. Dengan kesadaran masyarakat tersebut, pihaknya optimis bahwa Yogyakarta tertib adminduk akan terwujud dengan capaian angka 100 persen. Ia meminta masyarakat agar meningkatkan kesadarannya dalam mengurus dokumen pendudukan yakni ktp kk dan akte kelahiran. Karena, menurutnya, saat ini semua kebutuhan dasar masyarakat mengacu pada dokumen tersebut. Ia mencontohkan, dalam pengurusan bpjs, KMS hingga membuat paspor pun pasti akan membutuhkan dokumen dasar tersebut. Salah satu penerima akta kelahiran Sri Wartini mengaku puas dengan pelayanan tersebut, menurutnya proses pengurusan akat kelahiran saat ini sangat mudah. Ia juga mengaku terbantu dengan adanya kader Dermatib GISA yang berada di di Kelurahan Cokrodiningratan. (Tam)
Kelurahan Purbayan Miliki RT RW Siaga
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Kelurahan Purbayan Miliki RT RW Siaga
Kelurahan Purbayan, Kecamatan Kotagede membentuk Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) siaga, pembentukan RT/RW siaga tersebut sepenuhnya dilakukan atas inisiatif warga di wilayah tersebut. Lurah Purbayan, Suradi mengungkapkan pembentukan RW dan RT Siaga tersebut dimaksudkan agar masyarakat memiliki kesiapan sumberdaya, kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah kesehatan, bencana dan kegawat-daruratan kesehatan secara mandiri. "RW Siaga dan RT siaga merupakan kegiatan bakti masyarakat yang dimaksudkan untuk menata kesiapan warga dalam memberikan bantuan bencana alam dan kegawat-daruratan serta mengaktualisasi warga yang kompak dalam gotong royong dan tolong menolong" katanya usai acara di Aula Kelurahan Purbayan, Minggu (24/3/2019). Ia menjelaskan ketugasan RT/RW siaga nantinya adalah mengumpulkan sejumlah data diantaranya, data jumlah ibu hamil, jumlah bayi, jumlah balita, jumlah lansia, hingga kepemilikan hewan peliharaan. Pendataan dimutakhirkan sesuai dengan kondisi di lapangan. "Keberadaan RW siaga ini sangat penting, di antaranya pendataan mengenai kondisi kesehatan warga dan lingkungan. RW siaga juga akan mendukung kegiatan di kelurahan siaga," katanya. Menurutnya keberadaan RW dan RT siaga ini sangat penting, salah satu ketugasannya yaitu melakukan pendataan mengenai kondisi kesehatan warga dan lingkungan secara lengkap dan valid. Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Tri Mardaya mengatakan jika Dinkes Kota Yogya akan terus melakukan pendekatan diantaranya sosialisasi terkait Sistem Penguatan Kelurahan Siaga dalam rangka Penggerakan Masyarakat Hidup Sehat (Si Kesi Gemes) dan menerbitkan buku panduan pelaksaan kelurahan siaga untuk mendukung gerakan masyarakat hidup sehat. "Buku tersebut memuat 22 materi kesehatan yang sudah memenuhi standar untuk disosialisasikan ke masyarakat" ungkapnya. Pembentukan RT/RW siaga tersebut di hadiri Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, dalam kesempatan tersebut Ia mengatakan jika pengurus RT/RW merupakan mitra kerja pemerintah baik di tingkat Kelurahan, Kecamatan dan Kota Yogya. Oleh karena itu, lanjutnya, seyogyanya perlu ditingkatkan peran sertanya bukan lagi sebagai obyek melainkan juga subyek pelaku pembangunan dalam memberikan masukan, saran, dan konsultasi kepada pemerintah, sebagai wujud pembangunan partisipatif. Bisa dilakukan pemutakhiran setiap saat untuk kasus yang sangat penting, atau bisa satu tahun sekali misalnya data kepemilikan hewan, atau data golongan darah warga, katanya. Ia berharap keberadaan RT/RW Siaga menjadi sarana terdepan dalam menangani dan mengatasi kerawanan sosial dan kesehatan masyarakat di lingkungan RT dan RW. (Han)
Wawali Tekankan Pentingnya Latihan Terpadu Kampung Tangguh Bencana
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Wawali Tekankan Pentingnya Latihan Terpadu Kampung Tangguh Bencana
Selain memperbanyak persebaran Kampung Tangguh Bencana (KTB) di Wilayah Kota Yogyakarta. Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi juga meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menggelar latihan terpadu. "Latihan terpadu sangat dibutuhkan agar setiap kampung tangguh bencana memiliki skill yang merata," ucap Heroe saat deklarasi KTB di Prenggan, Kecamatan Kotagede, Minggu (25/3/2019). Dengan latihan bersama tersebut diharapkan setiap KTB bisa bekerjasama saling menyelamatkan. Sehingga KTB tersebut tidak terbatasi wilayah mereka. "Misal saja yang sedang terkena becana di wilayah satu, maka KTB yang berada di wilayah lainnya bisa ikut melakukan operasi penyelamatan," imbuhnya. Tidak hanya itu, bahkan masing-masing KTB bisa saling membantu untuk mengerahkan peralatan yang dibutuhkan wilayah lain. Ia pun meminta BPBD memastika peralatan KTB siap digunakan kapanpun. "Latihan dan simulasi memang harus dilaukan secara berkala, agar tidak lupa. Selain itu saya juga meminta agar selalu dilakukan pemeriksaan ulang terkait dengan peralatan yang mereka miliki," imbuhnya. Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta Hari Wahyudi memastikan seluruh peralatan di KTB saat ini dalam kondisi siap digunakan. "Kami juga sudah melakukan uji kelayakan, dan semua dalam kondisi siap digunakan apabila terjadi bencana," ujarnya. Senada dengan Heroe Poerwadi, Hari mengaku akan segera menyusun untuk dilaksanakannya latihan bersama tersebut. Menurutnya latihan tersebut bisa meningkatkan kemampuan KTB. "Karena mereka nanti tidak hanya siaga dalam satu jenis bencana saja, bahkan akan memiliki skill untuk menghadapi beberapa jenis bencana seperti banjir, tanah longsor hingga gempa bumi," tandasnya. (Tam)
Pengukuhan Kampung Panca Tertib Karangkajen
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pengukuhan Kampung Panca Tertib Karangkajen
Dalam rangka Kota Yogyakarta tertib diberbagai macam kegiatan, Pemerintah Kota Yogyakarta (Pemkot) Yogyakarta hingga kini terus berupaya mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi melalui pengukuhan beberapa kampung yang ada di wilayahnya yaitu menjadi Kampung Panca Tertib. Saat ini Kampung Karangkajen, kelurahan karangkajen , kecamatan gondokusuman, Kota Yogyakarta dikukuhkan sebagai Kampung Panca Tertib. Deklarasi ini dilaksanakan pada hari Minggu (24/3) di Balai Kampung. Acara ini di hadiri oleh Wakil Walikota Yogyakarta beserta jajaran RT RW serta camat , lurah dan masyarakat kampung. Dalam deklarasi ini Kampung Krangkajen berkomitmen mewujudkan kampungnya sebagai kampung tertib sosial, tertib lingkungan, tertib Damija, tertib usaha, dan tertib bangunan. Semua masyaraklat yang berada di kampung karangkajen ingin mewujudkan kampungnya dengan menjadi kampung tertib sosial, tertib lingkungan, tertib Damija, tertib usaha, dan tertib bangunan. Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi yang pada kesempatan tersebut mengukuhkan kampung Karangkajen sebagai Kampung Panca Tertib menuturkan, tujuan dilaksanakannya gerakan kampung Panca Tertib adalah untuk mewujudkan lingkungan tempat tinggal yang nyaman dan tertib, serta untuk mewujudkan masyarakat yang peduli ketertiban dan kedisiplinan. Kampung panca tertib ini membawa dampak yang positif terhadap penegakan peraturan di daerah, sehingga diharapkan dapat ditambah ke depannya, ujarnya Ia mengatakan bahwa semua warga memiliki kewajiban untuk menjaga lingkungannya agar tetap tertib dari segala aspek agar terjalin suasana yang nyaman dan damai. "Kehidupan sosial bermasyarakat bisa tertib, saling tolong menolong, rukun, serta memiliki lingkungan tertata rapi merupakan kunci kebersamaan dalam sebuah lembaga dalam hal ini Rukun Warga" ungkapnya Ia pun meminta agar masyarakat dapat terus bersinergi bersama pemerintah untuk meneggakkan peraturan melalui gerakan tersebut. Dengan kampung panca tertib, strategi penertiban berbasis kampung jauh lebih efektif, ujarnya. Ia berharap gerakan tersebut bisa meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai ketertiban sehingga masyarakat memahami bahwa ketertiban adalah bagian dari kebutuhan dasar. Dengan kampung panca tertib, strategi penertiban berbasis kampung jauh lebih berkembang dan kampung karangkajen menjadi kampung yang dikagumi maysarakat sekitarnya" ungkapnya. (Hes)
Belasan Pejabat Pemkot Dilantik
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Belasan Pejabat Pemkot Dilantik
Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti resmi melantik sejumlah pejabat eselon III dan IV sebagai pejabat administrator dan pejabat pengawas di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta. Pada kesempatan tersebut Walikota menjelaskan bahwa promosi dan mutasi jabatan tersebut sangat dimungkinkan terjadi bahkan tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan mutasi dengan menempatkan pejabat di lingkungan yang benar-benar baru. "Hal tersebut diharapkan dapat memberikan nuansa baru, sehingga dapat meminimalisir kejenuhan dan kebosanan pada tugas yang selama ini dihadapi, disamping itu juga sebagai salah satu pembinaan karier Aparatur Sipil Negara (ASN)" ungkap Walikota di Graha Pandawa, Selasa (27/3/2019). Untuk proses pengisian jabatan, lanjutnya, sudah melalui prosedur dan sebagai langkah strategis Pemkot Yogya guna menjawab berbagai tuntutan dan tantangan dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat. Menurutnya hal ini menjadi langkah awal yang tepat untuk memberikan kesempatan kepada para pejabat untuk mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan, pengalaman, wawasan dan kemampuan agar dapat mengaplikasikannya dalam setiap tugas dan tanggung jawab. "Pelantikan ini hendaklah dimaknai terutama dari sudut kepentingan organisasi, bukan sekedar penempatan figur-figur pejabat pada jenjang jabatan dan kepentingan tertentu" ujarnya. Pada kesempatan tersebut Walikota juga meminta agar seluruh pegawai di lingkungan Pemkot Yogya hendaknya terus menerus mengembangkan instrument baru, konsep, sistem dan cara berpikir dalam perumusan kebijakan agar tercapai fleksibilitas dan kecepatan pelayanan. "Inovasi program perlu dilakukan dengan harapan memberi manfaat pada peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat" tegasnya. (Han)
TMMD Tahap I 2019 Berhasil Rehab Lima Rumah di Kotagede
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
TMMD Tahap I 2019 Berhasil Rehab Lima Rumah di Kotagede
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Kodim 0734/Yogyakarta di Kelurahan Purbayan Kotagede secara resmi telah di tutup. Beberapa program yang dilaksanakan juga sudah terlaksana dengan baik salah satunya yakni berhasil merehab lima rumah di Kelurahan Purbayan, selain itu kegiatan fisik lainnya yang berhasil dilakukan yakni pemasangan paving block, rehab balai RW dan Pembuatan MCK. Semua sasaran fisik tersebut berhasil dilaksanakan dengan capaian angka 100 persen. Selain kegiatan fisik, TMMD Tahap I 2019 juga telah melakukan kegiatan non fisik seperti sosialisasi bela negara, sosialisasi tentang penyakit masyarakat dan sosialisasi tentanga menangkal fanatisme. Komandan Kodim (Dandim) 0734/ Yogyakarta, Letkol Inf Wiyata Sempana Aji meminta warga untuk menjaga sekaligus merawat hasil pembangunan tersebut. Ia menjelaskan sejumlah sasaran berhasil digarap melalui TMMD Sengkuyung yang dimulai 26 Februari hingga 27 maret 2019 ini terdiri sasaran fisik dan nonfisik. Sasaran fisik berupa pemasangan paving block sepanjang 185,75 M, rehab 1 unit balai RW, Pembuatan 1 MCK dan rehab rumah 5 unit. "Semoga hasil ini bisa membantu masyarakat di Kelurahan Purbayan sekaligus menjadi semangat baru warga untuk saling bergotong royong melakukan pembangunan," ucapnya saat penutupan TMMD Tahap I 2019 di Lapangan Karang Kotagede, Rabu (27/3/2019). Menurutnya kegiatan TMMD tersebut merupakan wujud sinergitas masyarakat, Pemerintah, TNI dan Polri dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dengan agenda-agenda pembangunan yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan sosial, pendidikan, kesehatan, sanitasi, dan keberdayaan bagi masyarakat Kota Yogyakarta. Dandim juga meminta semangat gotong royong masyarakat dapat terus dilestarikan sebagai warisan budaya bangsa yang sudah terbina dengan baik selama ini. Semangat kebersamaan, persatuan, toleransi atas perbedaan dan budaya gotong royong harus terus dipelihara dalam rangka mempererat persatuan dan kesatuan bangsa. "Kepada prajurit dan seluruh komponen masyarakat untuk terus memlihara semangat kebersamaan dan kanunggalan TNI dan rakyat. Jangan mudah terhasut dan terprofokasi oleh pihak manapun yang ingin memecah persatuan dan kesatuan, tegasnya. Mewakili Pemerintah Kota Yogyakarta, Staf Ahli Walikota Bidang Kesejahteraan Rakyat Wirawan Hario Yudho menyampaikan hal yang sama. Pihaknya meminta masyarakat untuk menjaga hasil pembangunan tersebut. Pihaknya mengaku puas sekaligus mengapresiasi hasil kinerja fisik TMMD Sengkuyung tahap I tahun 2019. Menurutnya, sasaran TMMD sejalan dengan program Gandeng Gendong yang saat ini sedang digeliatkan di Kota Yogyakarta. "Gotong royong adalah modal besar kita dalam melakukan pembangunan di Yogyakarta, dengan semangat kebersamaan ini tentulah semua program pembangunan bisa berjalan dengan baik," tandasnya. Terkait dengan rehab rumah tersebut, Ia menjelaskan, penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RLTH) di Kota Yogyakarta ditargetkan tertangani dan rampung sehingga tidak ada lagi RTLH pada 2021 mendatang. (Tam)
Kota Yogyakarta serahkan LKPD
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Kota Yogyakarta serahkan LKPD
Pemerintah Kota Yogyakarta menyerahkan laporan keuangan pemerintah daerah 2018 ke Badan Pemeriksa Keuangan RI Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (27/3/2019). Penyerahan LKPD tersebut diterima langsung oleh Kepala Subauditorat, Nur Miftahul Lail diruang kerjanya. Kami berharap LKPD yang diserahkan ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) hasilnya wajar tanpa pengecualian, kata Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti. Menurutnya, dengan hasil wajar tanpa pengecualian tersebut akan mampu meningkatkan konsolidasi penataan keuangan di masa yang akan datang agar lebih baik. "Pemerintah Kota Yogyakarta sudah memperoleh opini wajar tanpa pengecualiaan dalam LKPD delapan kali secara bertutut-turut" ungkapnya. Ia menegaskan, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemerintah Kota Yogyakarta memiliki komitmen dalam melaksanakan pengelolaan keuangan dengan baik dalam perencanaan, maupun pelaporan pertanggungjawabannya. Sementara itu, Kepala Subauditorat BPK RI DIY, Nur Miftahul Lail sangat mengapresiasi Pemkot Yogya yang telah menyerahkan LKPD tepat waktu. Dengan penyerahan LKPD tersebut, lanjutnya, akan memudahkan BPK dalam memantau pemerintah daerah mana yang sudah menyerahkan atau belum. Dengan demikian, hal ini bisa memacu daerah itu untuk segera menyerahkan laporan keuangannya, katanya. (Han)
Besok, Sampah Mulai Diangkut ke TPSA Piyungan
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Besok, Sampah Mulai Diangkut ke TPSA Piyungan
Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup mulai membersihkan sampah yang menumpuk di Kota Yogyakarta mulai besok, Sabtu (30/3). Pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Piyungan akan dilaksanakan secara bertahap hingga sepekan ke depan pasca beroperasinya kembali TPSA Piyungan pada Jum"at (29/3). "Sampah yang ada di TPS dan mulai diangkut pada hari Sabtu setelah seluruh sampah yang ada di truk dikosongkan. Diharapkan dalam seminggu kondisi di Kota Yogyakarta kembali normal" Ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, Suyana pada Jumpa Pers terkait penanganan sampah di Kota Yogyakarta, Jum"at (29/3) di Ruang Rapat Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandina. Lebih lanjut, Suyana mengingatkan bahwa kejadian penumpukan sampah dapat terjadi lagi apabila warga kota Yogyakarta tidak mengubah kebiasaan dalam mengelola sampah, untuk itu pihaknya mengajak warga untuk bersama-sama mengelola sampah dengan bijak sebagai solusi jangka panjang dalam menangani permasalahan sampah di Kota Yogyakarta. "DLH terus mendorong masyarakat untuk mengelola sampah secara bijak baik melalui bank sampah yang tersebar di Kota Yogyakarta maupun berbagai sosialisasi dan edukasi" Imbuhnya. Saat ini terdapat sekitar 470 bank sampah yang tersebar di 14 Kecamatan di Kota Yogyakarta. Bank Sampah adalah salah satu strategi penerapan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sampah anorganik di tingkat masyarakat. Melalui Bank Sampah, warga memiliah sampah sesuai jenisnya lalu menyetorkan sampah anorganik yang sudah terpilah ke bank sampah sesuai jadwal, sampah akan ditimbang lalu disetorkan ke pengelola bank sampah. "Sampah anorganik dapat disetorkan ke bank sampah atau didaur ulang menjadi ecobrick sementara sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai biopori dan kompos menggunakan komposter sederhana seperti keranjang Takakura." Kata Suyana. Saat ini setiap harinya, warga Kota Yogyakarta menyumbang tak kurang dari 250 ton sampah ke TPSA Piyungan. Suyana mengajak warga juga mengurangi konsumsi agar jumlah sampah juga tereduksi. "Beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan untuk mengurangi sampah antara lain membiasakan diri menggunakan tumbler air minum, mengganti tisu sekali pakai dengan sapu tangan, membawa tas belanja sendiri, tidak menggunakan sedotan plasti, dan selalu menghabiskan makanan." Tuturnya Selain itu, Pemkot juga terus berupaya melakukan pengelolaan berbasis wilayah agar pengelolaan sampah berhenti di wilayah sehingga sampah yang dibuang di TPSA berkurang. Sebagai pilot project, saat ini Pemkot tengah menyiapkan Kecamatan Tegalrejo sebagai pilot project pengolahan sampah menjadi batako. Sampah yang dikumpulkan warga akan diproses menjadi residu yang nantinya digunakan sebagai bahan utama pembuat batako. "Akan ada dua alat yang diujicobakan di Tegalrejo pada bulan Mei mendatang. Proses pengubahan menjadi residu tidak menghasilkan asap dan bau sehingga ramah lingkungan. Nantinya metode ini akan dikembangkan ke seluruh wilayah di Kota Yogyakarta." Kata Camat Tegalrejo, Raden Ryanto Tri Noegroho. (ams)
Perkuat Perilaku Tertib di Yogyakarta, Pemkot Luncurkan Pantib For School
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Perkuat Perilaku Tertib di Yogyakarta, Pemkot Luncurkan Pantib For School
Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) meluncurkan program Pantib for School pada perhelatan Si Pantib Award, Jum"at (29/3) malam di halaman Balaikota. Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi berharap adanya program Pantib for School mampu mencegah kenakalan remaja "Harapannya mampu menumbuhkan budaya tertib di lingkungan sekolah dimana dari budaya tertib akan memunculkan tanggungjawab bersama untuk menghilangkan budaya bullying, klitih, dan vandalisme di kalangan pelajar," Harap Walikota. Agus Winarto, Kepala Satpol PP menjelaskan, konsep Pantib for School ini hampir sama dengan program Kampung Panca Tertib yang ditujukan untuk komunitas berbasis kampung "Nanti gerakan untuk sekolah disesuaikan dengan kondisi sekolahan masing-masing sehingga antara satu sekolah dan lainnya akan berbeda fokusnya," Kata Agus. Kampung Panca Tertib sendiri adalah sebuah gerakan yang berupaya untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar berperilaku tertib dan menjadikan tertib sebagai sebuah budaya (gaya hidup). Dalam pelaksanaan kampung panca tertib bekerja sama dengan Organisasi Perangkat daerah (OPD) sesuai dengan bidang ketertiban yang dipilih oleh masyarakat. "Seperti misalnya Dukcapil bekerjasama untuk mewujudkan tertib administrasi kependudukan, lalu Dinas Kesehatan bersama masyarakat berupaya mewujudkan RW Siaga agar warga memiliki kesiapan sumber daya dan kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah kesehatan secara mandiri" Tambah Agus. Setiap tahunnya Pemkot secara rutin memberikan penghargaan terhadap kampung yang menjalankan program Panca Tertib melalui gelaran Si Pantib Award. Penghargaan ini dimaksudkan sebagai apresasi atas peran serta dan partisipasi aktif serta kreatifitas masyarakat kampung dalam melaksanakan program Panca Tertib. "Gerakan kampung Panca Tertib akan terus berkesinambungan secara dinamis dan terukur. Selanjutnya gerakan ini akan terus dikembangkan sampai ke kantor-kantor dengan demikian setiap satuan masyarakat baik di lingkungan masyarakat tempat tinggal, masyarakat sekolah dan masyarakat kantor akan menjadi wahana tumbuh kembangnya budaya tertib," Kata Wawali. Sementara terkait penumpukan sampah yang belakangan ini terjadi di Jogja, Wawali meminta agar nantinya RW Siaga tidak hanya bergerak dalam bidang kesehatan namun juga mampu turut serta mendorong Kampung Panca Tertib untuk lebih berkiprah dalam bidang tertib lingkungan. "Lingkungan yang bersih, asri, teratur akan membangun jiwa yang sehat dan perilaku hidup yang sehat dengan demikian hal itu selaras dengan program kesehatan. Adanya Kampung Panca tertib di bidang lingkungan diharapkan dapat melakukan mengolah dan mendaur ulang sampah agar dari kampung permasalahan sudah teratasi." Imbuh Wawali. Hal tersebut sendiri sudah mulai dilaksanakan oleh Kampung Tejokusuman berupa pemilihan sampah terpadu yang sudah dilaksanakan dalam setahun terakhir. Said, Pekerti (Pelopor Ketertiban) Kampung Tejokusuman mengatakan pada awalnya masyarakat sulit untuk memilah sampah, namun perlahan hal tersebut sudah menjadi kebiasaan. "Hasil pemilahan sampah berupa kertas dan plastik dapat dijual dan masuk kas kampung, meski jumlah rupiahnya belum besar namun dari yang sedikit demi sedikit lama lama akan menjadi bukit." Ungkap Said. Dalam perhelatan Si Pantib Award tahun ini, terpilih sebagai Kampung Panca Tertib Patehan berhasil menggondol empat penghargaan sekaligus, yakni Kampung Panca Tertib terbaik kategori best of the best, kampung tertib lingkungan terabaik, Ketua LPMK terbaik atas nama Sutaryoko, dan Koordinator FKTP terbaik, Agus Wijayanto. Sementara Pekerti terbaik diraih oleh Junareka Dewanto dari Kampung Tegalrejo. (ony)
Warga Terban Gelar Rejeban
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Warga Terban Gelar Rejeban
Warga masyarakat Terban, Gondokusuman menggelar Merti Kampung dan Gelar Budaya Rejeban pada hari Minggu (31/3) di Kampung Purbonegaran, Terban. Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap warga masyarakat Terban terus melestarikan budaya Rejeban di tengah arus modernisasi. "Saya ucapkan terima kasih atas peran serta masyarakat, tokoh masyarakat, budayawan, seniman, dan segenap elemen masyarakat di Kelurahan Terban yang sudah nguri-uri kabudayan leluhur" Tutur Wawali sebelum melepas prosesi kirab. Lebih lanjut, Wawali berjanji, Pemerintah Kota Yogyakarta akan terus mendukung dan memfasilitasi kegiatan budaya yang dilakukan oleh warga masyarakat Yogyakarta. Hal tersebut menurut Wawali dapat memperkuat predikat Yogyakarta sebagai Kota Budaya dan menopang keistimewaan Yogyakarta. "Harapannya kegiatan ini juga mampu membangun semangat kebersamaan warga, bergotong royong, bahu membahu mewujudkan Terban sebagai Kelurahan Budaya, baik dalam bentuk seni dan tradisi yang adi luhung". Imbuh Wawali. Kegiatan Merti Kampung dan Rejeban merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap tahun oleh masyarakat Terban, dan untuk tahun ini kegiatan dilaksanakan dalam bentuk kirab budaya, nyekar leluhur, bersih-bersih makam, prosesi pasrah ambeng dan pentas seni. Kegiatan ini sempat absen selama 46 tahun hingga akhirnya digiatkan lagi pada tahun 2014 lampau. Tradisi Rejeban diambil dari istilah Rajab (bulan Rajab) yang di dalamnya ada peringatan Isrta" Miraj di mana Rasulullah Muhammad SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsha di Palestina. Dalam peristiwa tersebut rasul menerima perintah salat lima waktu. Dalam kepercayaan Jawa, tradisi ini meluas menjadi tradisi dalam membersihkan makam secara bergotong royong. Kawasan Terban sendiri memiliki tiga makam utama, yakni makam Purbonegaran, Bendo dan Carangsuko di mana masing-masing menjadi makam leluhur warga Sagan. Makam Bendo merupakan makam Kyai Sag dan Nyai Sag yang menjadi cikal bakal lahirnya kampung Sagan. Makam Purbonegaran adalah tempat peristirahatan terakhir Kyai Purbonegoro yang juga menjadi cikal bakal nama Kampung Purbonegaran. Sedangkan makam Carang Sokamerupakan tempat dimakamkannya Kyai Carang Soka. (ony)