Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Penerimaan Tim Verifikasi Kota Layak Anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI di Kota Yogyakarta
Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pemberdayaan Perlindungan Masyarakat Perempuan dan Anak menerimaan Tim Verifikasi Kota Layak Anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI. Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Walikota Heroe Poerwadi, di Hotel Gaia Comso, Kota Yogyakarta. Tim Verifikasi Kota Layak Anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI menilai sejauh mana Kota Layak Anak terutama kepada masyarakat Yogyakarta dalam memberikan motivasi dan dorongan agar selalu mengedepankan pembangunan kota yang berperspektif gender. Memberikan peran serta yang adil dan seimbang bagi segenap lapisan masyarakat, di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Salah satu hakekat pembangunan nasional di Indonesia adalah mewujudkan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera yang berlaku menyeluruh tanpa adanya diskriminasi gender di tengah-tengah masyarakat. Kota Yogyakarta memiliki komitmen Pemerintah berkaitan dengan perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak dengan melakukan strategi kebijakan pembangunan dengan peningkatan pemberdayaan masyarakat berbasis kewilayahan dan meningkatkan pemberdayaan dan perlindungan terhadap anak. Pembentukan kampung ramah anak, Kelurahan Ramah Anak dan Kecamatan Ramah Anak di Kota Yogya merupakan langkah maju dalam mempertahankan Kota Yogya sebagai Kota Layak Anak. Kampung ramah anak di Kota Yogyakarta terus berkembang pesat. Hal ini lantaran evaluasi rutin terus dilakukan. Selain itu guna meraih Label Kota Layak Anak, Pemerintah Kota Yogyakarta telah melahirkan beberapa inovasi dan program unggulan diantaranya melalui Penyaluran Jaminan Pendidikan Daerah guna mendukung wajib belajar 12 tahun, Pembebasan Biaya Akte, Penyediaan Mobil Keliling Untuk Pendataan Kartu Identitas Anak, Penyediaan Pedestrian Layak di Malioboro serta beberapa program lainnya. Disamping itu Wakil Walikota Heroe Poerwadi mengatakan, saat ini Kota Yogyakarta juga telah memiliki banyak kecamatan, kelurahan dan kampung yang menjunjung rintisan Sekolah Layak Anak. "saat ini Kota Yogyakarta juga telah memiliki 10 Kecamatan Layak Anak, 23 Kelurahan Layak Anak, 156 kampung yang terbagi menjadi beberapa tingkatan, serta 20 rintisan Sekolah Ramah Anak pada tahun 2017"ucapnya. Heroe Poerwadi mengatakan, pihaknya berharap Tim Verifikasi Kota Layak Anak dapat memberikan point maksimal bagi Kota Yogyakarta. "melalui beberapa inovasi tersebut kami berharap dari Tim Verifikasi Kota Layak Anak dapat memberikan point maksimal bagi Kota Yogyakarta dan semoga penerimaan kami pada pagi hari ini dapat memuaskan maksud dan tujuan kunjungan Bapak dan Ibu ke Kota Yogyakarta, serta nantinya akan mendukung upaya kami dalam mewujudkan masyarakat Kota Yogyakarta yang sehat, adil dan sejahtera" ucapnya. Heroe Poerwadi juga mengatakan predikat Kota Layak Anak dengan Predikat Utama dapat diberikan kepada Kota Yogyakarta. "kami berharap melalui evaluasi ini predikat Kota Layak Anak dengan Predikat Utama dapat diberikan kepada Kota Yogyakarta seiring dengan komitmen Pemerintah dan masyarakat dalam mengoptimalkan hak-hak anak" ucapnya. (Hes)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
PETUNJUK TEKNIS PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) ONLINE SMA NEGERI DAN SMK NEGERI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 2018/2019
PERATURAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA, DAN OLAHRAGA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR : 1301/PERKA/2018 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) ONLINE SMA NEGERI DAN SMK NEGERI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Informasi selengkapnya dapat dibaca (didownload) pada lampiran di bawah ini.
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Ada Festival Anak Sholeh di Gondomanan, Buruan Daftar Yuk !
Dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1439 H Kecamatan Gondomanan bekerjasama denan KUA Gondomanan dan BADKO Rayon Gondomanan menggelar Festival Anak Sholeh (FAS). Pendaftaran dimulai sejak 13 April 2018 dan akan ditutup 12 Mei 2018. Ajang anak sholeh yang bakal digelar di Pendopo Kecamatan Gondomanan ini akan digelar selama satu hari penuh yakni pada 13 Mei 2018 dimulai sejak pukul 08:00 WIB. FAS 2018 Gondomanan ini akan diisi dengan sederet jenis perlombaan yakni, Tartil Al-Qur"an, Tilawah Al Qur"an, Adzan dan Iqomah, Pildacil, Cerdas Cermas Agama, Menggambar, Mewarnai dan Tahfidz Surat Pendek Al Qur"an. Ketua Panitia FAS 2018 Gondomanan Sugeng Sarwono menuturkan, FAS Gondomanan tahun ini mengangkat tema "Dengan semangat menyambut ramadhan memperkokoh ukhuwah islamiyah mengantarkan generasi qur"ani yang rabbani. Ia menjelaskan reorientasi dalam pembinaan spiritualitas dan mentalitas anak dalam mewujudkan generasi yang islami adalah merupakan sesuatu yang sangat penting untuk diwujudkan, khususnya TKA, TPA dan TQA di Kecamatan Gondomanan. Ia berharap ajang ini bisa memperkokoh ukhuwah islamiyah anatar elemen pemerintah dan masyarakat. Serta mengetahui potensi perkembangan santri rayon Gondomanan khususnya dalam pemahaman keislaman. "Semoga peserta FAS tahun ini pesertanya banyak, bagi yang mengingkan informasi lebih lanjut silahkan hubungi 085292561494 atau 081802703838," paparnya. (Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Kamis Pon, Seluruh Pedagang Pasar Kranggan Bersihkan Pasar
Setelah hadirnya program reresik Malioboro di setiap Selasa Wage, kini reresik pasar tradisional di Kota Yogyakarta juga dilakukan. Aksi reresik pasar tradisional ini selalu dilakukan setiap Kamis Pon, salah satunya adalah pasar Kranggan. Kali ini Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi juga berkesmpatan meninjau pasar tersebut. Sekitar pukul 06.00 WIB para pedagang berkumpul dengan peralatan kebersihan masing-masing yang mereka bawa dari rumah. Tak hanya berkumpul, mereka dengan semangat membersihkan seluruh bagian dari pasar. Karena gerakan ini murni berasal dari keinginan pedagang, seluruh keperluan dan peralatan untuk membersihkan pasar juga berasal dari swadaya pedagang. Kebutuhan konsumsi pun juga swadaya pedagang. Di temui usai meinjau pasar tersebut. Wawali mengatakan Kegiatan reresik pasar ini patut diapresiasi. Pada satu sisi, kegiatan ini patut didukung oleh seluruh pedagang pasar tradisional sehingga pasar tradisional semakun bersih. "Sehingga akan memupus anggapan bahwa pasar tradisional itu kotor dan penuh sampah" ungkapnya di lokasi, Kamis (3/5) . Selain itu, lanjutnya, kegiatan ini juga untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat agar ikon Kota Yogya ini terus dijaga. Sehingga saat para pedagang mampu menjaga kebersihan pasar juga bisa menular kepada pengunjung yang datang. "Kota Yogya terkenal dengan pasar tradisionalnya, sehingga penting bagi kita untuk terus menjaga kebersihannya. Saat pengunjung memandang positif pasti berdampak juga pada Kota Yogya secara keseluruhan," katanya. Menurutnya kepedulian pedagang untuk ikut menjaga kebersihan pasar harus menjadi laku utama. Dan semestinya kegiatan ini menjadi budaya seluruh pedagang pasar. "Sehingga, slogan pasare resik rejekine apik atine becik sing tuku ora kecelik itu bukan isapan jempol saja" ujarnya. (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
TMMD Reguler Ke- 101 tahun 2018 Resmi Ditutup oleh Danlanud Adisucipto, Semua Pekerjaan capai 100 Persen
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-101 tahun anggaran 2018 Kodim 0734/Yogyakarta secara resmi ditutup, Kamis, (03/05/2018). Upacara penutupan digelar di halaman Balaikota Yogyakarta dan dipimpin oleh Danlanud Adi Sucipto Yogyakarta, Marsma TNI Ir. Tedi Rizalihadi S. KASAD dalam sambutannya yang dibacakan oleh Danlanud Ir. Tedi Rizalihadi mengucapkan terima kasih kepada seluruh komponen masyarakat, TNI, Polri dan Pemerintah Daerah dan Kemendikbud RI, serta berbagai pihak lainya yang telah mendukung terlaksananya program TMMD yang dilaksanakan selama sebulan penuh itu. KASAD berpesan agar warga dan TNI senantiasa memelihara semangat kebersamaan, persatuan, toleransi atas perbedaan dan budaya gotong royong, serta kepercayaan diri dalam kehidupan keseharian. Dirinya meminta agar fasilitas dan sarana prasarana yang telah dibangun itu senantiasa dijaga dan dipelihara agar dapat bermanfaat dalam kurun waktu yang cukup lama bagi masyarakat. Usai membacakan sambutan KASAD, Marsma TNI Ir. Tedi Rizalihadi S. berpesan kepada prajurit dan seluruh komponen masyarakat untuk terus memelihara semangat kebersamaan. "Saya pesan untuk terus memelihara semangat kebersamaan dan kemanunggalan TNI-Rakyat. Jangan mudah terhasut dan terprofokasi oleh pihak manapun yang ingin memecah persatuan dan kesatuan," pesan Tedi Rizalihadi . Acara penutupan program TMMD ke-101 berlangsung meriah. Sejumlah atraksi seperti tarian kolosal, Bergodo Keraton Yogyakarta, Sosiodrama dari Komunitas 45 pimpinan Eko serta dan Tari Edan " edanan dari UNY, turut serta memeriahkan upacara penutupan. Sementara itu di lokasi Legawong di gelar pula Bazar dan pameran kerajinan yang dimeriahkan permaianan angklung dari siswa SD. Pengerjaan Proyek Fisik dan Non Fisik Selesai 100 Persen Dalam kurun waktu 30 hari TNI dibantu oleh Polri, Karang taruna, Mahasiswa dan masyarakat telah menyelesaikan pekerjaannya baik pekerjaan Fisik mapun Non Fisik sesuai dengan apa yang direncanakan. Dandim 0734 Letkol Infantri Rudi Firmansyah melaporkan bahwa program TMMD Reguler ke-101 telah seratus persen menyelesaikan pembangunan talud bronjong sepanjang 147 meter lebih, merehap rumah tidak layak huni menjadi rumah layak huni, merehab MCK dan Balai desa. Selain itu juga program non fisik seperti sosialisasi bela negara untuk menangkal paham radikal, Narkoba, melakukan senam dan mancing bersama dan lainnya telah dilaksanakan. "Dalam 30 hari TNI dibantu oleh masyarakat, Polri telah seratus persen menyelesaikan pembangunan fisik dan non fisik. Semunya akan kami serahkan kembali kepada masyarakat. Semoga semuanya ini dirawat dan bermanfaat. Semoga pula TNI dan Rakayat terus bersatu membangun bangsa," ujar Rudi. Upacara penutupan TMMD regular ke-101 diakhiri dengan peninjauan hasil-hasil pekerjaan di bantaran sungai Gajah Wong atau di wilayah Legawong Pandeyan Umbulharjo. Namun sebelumnya diadakan acara penandatangan serah terima Berita Acara hasil pembangunan oleh Wakil Walikota Yogyakarta,Drs. Heroe Poerwadi dan Dandim 0734 Letkol Infantri Rudi Firmansyah. Juga secara simbolis dilakukan pengembalian sarana kerja berupa pacul, sekop dan linggis.(@mix)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Taman Pintar Hadirkan Zona Demokrasi dan Pemilu
Taman Pintar Yogyakarta tidak henti-hentinya menelurkan inovasi wahana pengetahuan. Tidak melulu soal wahana bermain, kini bahkan Taman Pintar meluncurkan wahana baru bernama zona demokrasi dan pemilu (Rumah Pintar Pemilu). Zona baru ini bakal memberikan cara unik dan asik mempelajari demokrasi dan Pemilu. Zona ini merupakan hasil kerjasama antara Pemerintah Kota Yogyakarta dengan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI). Peresmian dilakukan oleh Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti bersama dengan Ketua KPU RI Arief Budiman, rabu (2/5). Digadang-gadang bisa memberikan gambaran tentang proses pemilu dan suasana pemilu yang mendekati aslinya, zona demokrasi dan pemilu berada di Gedung Kotak Lantai 2 Taman Pintar. Meski sarat dengan pendidikan demokrasi , zona baru ini bakal memberikan cara unik dan asik mempelajari demokrasi dan pemilu. Zona ini terdiri dari Ruang Tunggu, Ruang Audio Visual, Ruang Simulasi, dan Ruang Pameran. Ruang Tunggu berisi tata cara pemungutan suara, proses pemilu, peta 498 TPSLN yang tersebar di 130 negara. Ruang Audio Visual berisi LED 65 dan backdrop beberapa foto dengan latar situasi pemilu. Selain itu pengunjung juga bakan dimanjakan dengan melakukan selfi di Ruang Simulasi berisi TPS sederhana, tempat selfi dengan latar belakang pemilu, player serta speaker audio untuk penjelasan tata cara menggunakan hak pilih. Sementara Ruang Pameran berisi display alat kelengkapan TPS, alat bantu sosialisasi pemilu dari berbagai daerah, dan foto selfi dengan backdrop Istana Presiden dan diatas mimbar. Semua ruangan digambaran ini dikemas dengan beberapa ICT dan alat peraga yang interaktif. Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti menuturkan Zona Demokrasi dan Pemilu (Rumah Pintar Pemilu) merupakan inovasi Taman Pintar beserta KPU. Zona ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi pemilih, baik secara kualitas maupun kuantitas dalam seluruh proses penyelenggaraan pemilu menjadi pusat informasi kepemiluan. "Keberadaan media yang menarik diperlukan untuk sosialisasi Pemilu. Melalui partisipasi masyarakat dalam Pemilu diharapkan bisa mendapatkan sosok pemimpin yang berkualitas," kata Haryadi. Dalam kesempatan yang sama Ketua KPU RI Arif Budiman menyambut baik ide zona demokrasi dan pemilu (Rumah Pintar Pemilu). Ia menjelaskan, Rumah Pintar Pemilu di bangun di 514 kabupaten kota di 34 provinsi dan satu rumah pintar pemilu nasional. Sejak dua tahun lalu, program ini dirintis oleh KPU. "Hadirnya Zona Demokrasi dan Pemilu ini diharapkan bisa menjadi wisata demokrasi dan pemilu yang menarik karena dikemas menjadi sebuah objek wisata sehingga memudahkan sosialisasi Pemilu kepada masyarakat luas," ucapnya. Kepala Bidang Taman Pintar Yogyakarta, Afia Rosdiana menuturkan, Rumah Pintar Pemilu di Taman Pintar Yogyakarta ini menjadi satu satunya yang berada di luar Kantor KPU. "Zona Demokrasi dan Pemilu ini semakin memperkaya zona dan alat peraga di Taman Pintar, dan merupakan bentuk komitmen Taman Pintar untuk terus menghadirkan layanan fasilitas pendidikan yang terbaik," jelasnya. Selain itu, dengan Zona baru ini Taman Pintar juga ikut melakukan kontribusi kepada suksesnya pemilu di Indonesia dengan mengedukasi pentingnya pemilu sehingga dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya. (Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Museum Perjuangan Expo 2018, Sarana Media Pendidikan Bagi Generasi Bangsa
Dalam rangka memperingati hari Pendidikan Nasional Museum Perjuangan Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Museum Perjuangan Expo 2018. kegiatan ini merupakan agenda tahunan Museum Perjuangan Yogyakarta yang telah rutin dilaksanakan selama lima tahun terakhir. Dengan mengusung tema "Indonesia Adalah Kita" kegiatan ini berlangsung selama lima hari, yakni dari tanggal 2 Mei hingga 6 Mei mendatang di komplek Museum Perjuangan Jalan Kolonel Sugiono No 24 Yogyakarta. Menurut ketua panitya acara tersebut, Zaimul Aza tujuan diselenggarakaknnya Museum Perjuangan Expo untuk menginformasikan sejarah perjuangan bangsa kepada para generasi muda. Di samping itu untuk menanamkan nilai-nilai kejuangan bangsa pada generasi muda sebagai dasar dalam membangun bangsa dan negara. "Expo ini sekaligus melaksanakan peran dan fungsi museum sebagai lembaga pelestari sejarah budaya bangsa," ujarnya. Ia menjelaskan salah satu peristiwa besar yang dianggap hari bersejarah bangkitnya nasionalisme Indonesia, adalah berdirinya organisasi Budi Utomo. Sebelumnya nasionalisme masih bersifat kedaerahan, namun melalui Budi Utomo semangat kebersamaan atas nama Indonesia semakin terasa. Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, berharap dengan diadakannya meseum Perjuangan Expo 2018 ini dapat meningkatkan animo generasi muda terhadap museum, mendekatkan museum kepada masyarakat umum. Ia prihatin, karena semakin turunnya minat anak-anak muda terhadap museum. Generasi muda lebih menyukai berjalan-jalan di Mall, ketimbang menapak tilas perjuangan sejarah di museum. Oleh karena itu, tak hanya kesadaran anak muda yang ditingkatkan, akan tetapi museum pun harus dibenahi untuk lebih menarik minat masyarakat, terutama generasi muda. "Anak-anak muda malah lebih hafal berapa mall di Yogya, daripada jumlah museum. Mereka menemukan berjalan-jalan di mall lebih menarik daripada berjalan di museum. Saya pikir museum perlu dilakukan pembenahan, supaya lebih menarik lebih banyak masyarakat," tuturnya. (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Musrenbangnas RKP 2019: Pemerataan Pembangunan untuk Pertumbuhan Berkualitas
Jakarta, 30 April 2018 " Sebagai bentuk koordinasi penyelarasan rencana pembangunan nasional dengan rencana pembangunan daerah dan sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Kementerian PPN/Bappenas menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2019 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta. Musrenbangnas RKP 2019 dibuka Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan dihadiri para pimpinan Lembaga Tinggi Negara, para Menteri dan Kepala Lembaga Pemerintah Non-Kementerian, para Gubernur, para Bupati/Walikota, serta para pemangku kepentingan pembangunan lainnya. Melanjutkan tahun sebelumnya, kebijakan penyusunan RKP 2019 yang mengusung tema "Pemerataan Pembangunan untuk Pertumbuhan Berkualitas"tetap menitikberatkan pada perkuatan pelaksanaan prinsip Money Follows Programmelalui pendekatan Tematik, Holistik, Integratif, dan Spasial (THIS). "RKP 2019 memperhatikan tiga hal, pertama, perkuatan perencanaan dan penganggaran dengan menajamkan Prioritas Nasional dan Program Prioritas pada tahun 2019 serta memperkuat koordinasi antara Kementerian/Lembaga dan Pusat-Daerah. Kedua, pengendalian perencanaan, yang dilakukan dengan menyusun proyek prioritas pembangunan untuk memastikan perencanaan dijalankan dengan baik. Ketiga, perkuatan perencanaan berbasis kewilayahan yang dilakukan dengan penyusunan proyek prioritas hingga detail rencana lokasi pembangunan. Keempat, penajaman integrasi sumber pendanaan," ujar Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dalam pidato pembuka Musrenbangnas RKP 2019. Di tahun terakhir pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 ini, pemerintah fokus untuk melaksanakan lima Prioritas Nasional yaitu: (1) Pembangunan Manusia melalui Pengurangan Kemiskinan dan Peningkatan Pelayanan Dasar; (2) Pengurangan Kesenjangan antarwilayah melalui Penguatan Konektivitas dan Kemaritiman; (3) Peningkatan Nilai Tambah Ekonomi dan Penciptaan Lapangan Kerja melalui Pertanian, Industri, Pariwisata dan Jasa Produktif Lainnya; (4) Pemantapan Ketahanan Energi, Pangan dan Sumber Daya Air; dan (5) Stabilitas Keamanan Nasional dan Kesuksesan Pemilu. Untuk mendukung pengembangan wilayah dan kawasan yang terintegrasi, RKP 2019 akan dilengkapi dengan suplemen peta integrasi proyek prioritas nasional. Peta tersebut akan menggambarkan integrasi pendanaan indikatif proyek prioritas nasional yang akan dilaksanakan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah serta dukungan swasta dan BUMN dalam lokus wilayah yang berbasis kawasan. Sebagai contoh, adalah peta proyek prioritas dalam pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2017-2019. Dalam mencapai sasaran pembangunan nasional, diperlukan sinergi dan integrasi sumber-sumber pembiayaan baik yang bersumber dari APBN, Pinjaman/Hibah luar dan/atau dalam negeri, serta sumber pembiayaan yang bersumber dari swasta dan Badan Usaha Milik Negara. Pelibatan peran swasta dan BUMN dalam pembiayaan pembangunan merupakan hal yang penting, baik untuk memenuhi keterbatasan ruang fiskal maupun dalam rangka memberikan layanan kepada masyarakat yang lebih baik. Pelibatan tersebut dilaksanakan melalui berbagai skema, termasuk melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dalam penyediaan infrastruktur, maupun melalui skema Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA). "Dalam rancangan awal RKP 2019, telah direncanakan pembangunan infrastruktur yang akan didanai melalui skema KPBU sebesar 14,5 triliun rupiah serta target pembiayaan investasi yang difasilitasi melalui skema PINA sebesar 41,1 triliun rupiah.Dengan sinergi dan integrasi sumber-sumber pembiayaan ini, pencapaian sasaran pembangunan nasional diharapkan dapat terlaksana dengan lebih cepat dan optimal," tegas Menteri Bambang. Penghargaan Pembangunan Daerah 2018 Sejak tahun 2011, Kementerian PPN/Bappenas secara rutin memberikan Anugerah Pangripta Nusantara kepada Pemerintah Daerah dengan perencanaan pembangunan terbaik. Namun, mulai 2018, penghargaan tersebut berubah nama menjadi Penghargaan Pembangunan Daerah. Penilaian penghargaan tersebut kini lebih komprehensif dengan tidak hanya mempertimbangkan unsur perencanaan, namun juga pencapaian pembangunan daerah. Penghargaan Pembangunan Daerah Tahun 2018 diberikan kepada tiga provinsi terbaik, tiga kabupaten terbaik dan tiga kota terbaik. Penjurian dilakukan melalui proses berjenjang dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk dari kalangan profesional, akademisi serta praktisi pembangunan. Objek dan ruang lingkup penilaian mencakup dokumen Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD), proses penyusunan RKPD, pencapaian pelaksanaan dokumen RKPD dan inovasi yang dikembangkan serta penilaian khusus terkait pelaksanaan pembangunan di daerah. *(SNA) *Biro Humas dan Tata Usaha Pimpinan Kementerian PPN/Bappenas dan Tim Komunikasi Pemerintah Kementerian Komunikasi dan Informatika
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Hari Pendidikan, Alumni FMIPA UNY Kreasikan Batik Tema Pendidikan
Alumni Jurusan Pendidikan Kimia UNY 2016, Miftahudin Nur Ihsan kembali memberikan kontribusi melalui usaha yang digelutinya, Smart Batik Indonesia. Kali ini, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei, Smart Batik Indonesia membuat batik bertema pendidikan. Menurut Ihsan, batik bertema pendidikan yang dikenalkan kali ini terdiri dari empat gambar utama. Gambar pertama adalah tokoh pendidikan Indonesia, "Ki Hajar Dewantara". Gambar Bapak Pendidikan Nasional tersebut dibentuk dari kaligrafi yang ditulis dengan aksara Jawa "Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangunkarsa, dan Tut Wuri Handayani" yang artinya "Di depan menjadi panutan, di tengah menjadi penyeimbang, dan di belakang memberikan dorongan". Tulisan ini diangkat kembali untuk mengingatkan tugas utama pendidik adalah mendidik, sehingga pendidik harus terus belajar dan meningkatkan profesionalismenya. Walaupun demikian, tiga kalimat ini bukan hanya dapat diterapkan di dunia pendidikan, melainkan juga dapat diterapkan disemua bidang kehidupan. Gambar kedua adalah gambar buku sebagai salah satu simbol dalam dunia pendidikan. Harapanya agar setiap manusia senantiasa membaca dan belajar di setiap kesempatan. Gambar ketiga adalah tokoh pewayangan asli Indonesia "Semar" yang dipilih karena perwujudan dari sosok yang bijaksana. Hal ini dimaksudkan agar pemakainya dapat menjadi sosok yang bijaksana. Gambar keempat adalah gambar burung gurda (garuda) yang juga berarti Indonesia. Bahwa seluruh elemen di negara Indonesia harus bersatu dan bersinergi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Ihsan berharap, Smart Batik Indonesia dapat lebih berkembang dan memberikan manfaat kepada masyarakat melalui karya-karya batik. Sebelumnya Smart Batik bersama Direktorat Jenderal Pajak Pusat juga memperkenalkan batik bertema Sadar Pajak. Usaha yang dirintis sejak mahasiswa ini, memang fokus berkontribusi melalui karya batik. Tidak heran, penghargaan-penghargaan dari tingkat daerah hingga nasional pernah didapatka. Mulai dari tahun 2016 menjadi Juara 1 Lomba Inovasi Bisnis Pemuda BPO DIY, Juara 1 Lomba Inovasi Teknologi Mahasiswa Dikpora DIY, Penghargaan "UKM WoW" Gebyar UKM, Penghargaan "Dekoya Bagaskara" (Rising Star) Dekranasda Kota Yogyakarta Award, dan Pemuda Pelopor Kota Yogyakarta bidang Sosial, Budaya, Pariwisata, dan Bela Negara 2016. Tahun 2017 menjadi penerima hibah usaha pemula dari Kementerian Koperasi dan UKM RI dan tahun 2018 memperoleh penghargaan "Youth Creative" dari UNESCO Jakarta dan Citi Indonesia. Seperti batik-batik sebelumnya, batik ini dipasarkan melalui facebook Smart Batik Indonesia dan instagram @smart_batik.
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
May Day Is Fun Day
Hari Buruh Internasional biasanya identik dengan aksi demonstrasi, namun tidak untuk Kota Yogyakarta, karena May Day kali ini Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mengadakan berbagai kegiatan seperti lomba gerak jalan beregu, senam massal donor darah, pembagian hadiah serta berbagai hiburan menarik. Ribuan buruh atau pekerja tumpah ruah memadati acara tersebut, mereka bergembira berama. Kepala Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta, Kristina Lusi Irawati menegaskan kegiatan yang bertema May Das Is Fun Day ini mengangkat beragam kegiatan. "Ini adalah salah satu upaya kegiatan Pemkot Yogya dalam rangka memperingati Hari Buruh untuk mengajak para pekerja, pengusaha juga pemerintah untuk hidup sehat dengan mengisi hari buruh melalui kegiatan yang bersifat positif," tuturnya di Halaman Balaikota, Selasa (1/5). Sementara itu Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan peringatan Hari Buruh Nasional atau May Day merupakan perayaan keberhasilan wujud ekspresi kegembiraan akan andil para pekerja dan buruh atas kemajuan ekonomi dan sosial di seluruh dunia. Melalui kegiatan May Day is Fun Day hari ini Ia berharap para pekerja buruh di Kota Yogya dapat mengapresiasikan perayaan Hari Buruh dengan hal-hal yang positif. "Selain itu agar bersama segenap warga Kota Yogya dapat bergembira bersama, menjadikan jiwa dan raga lebih sehat, lebih bugar di samping melakukan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi sesama" ujarnya. Pada kesempatan tersebut Ia mengingatkan agar setiap perusahaan untuk selalu memperhatikan kesejahteraan buruh dengan memberikan hak-hak pekerja. "Sudah ada aturan mengenai penghitungan upah. Tentunya, perusahaan dapat memenuhi aturan tersebut," katanya. Komunikasi yang baik antara perusahaan dan pekerja, lanjut dia, juga sangat diperlukan apabila perusahaan berusaha melakukan peningkatan peralatan dengan cara investasi agar sesuai dengan perkembangan teknologi. "Pekerja di perusahaan juga perlu tahu apabila perusahaan berniat mengembangkan usahanya karena investasi juga penting apalagi saat ini industri berkembang sangat pesat," katanya. Dengan komunikasi yang baik, lanjut dia, para pekerja akan memahami tujuan perusahaan termasuk jika perusahaan tersebut mengalami permasalahan yang berimbas pada pekerja. (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
PANJI TEJO, Pasukan Pembasmi Anti Nyamuk Junior Dari Teglrejo, Siap Basmi Jentik Nyamuk DBD
Panji Tejo atau Pasukan Anti Nyamuk Junior Tegalrejo Kecamatan Tegalrejo dideklarasikan. Anak-anak pendekar pembasmi nyamuk yang berasal dari kelurahan Karangwaru, Kricak, Bener dan Tegalrejo itu bertekad untuk menjaga kebersihan rumah dan lingkungan di Wilayahnya masing-masing agar terbebas dari nyamuk penyebab penyakit demam berdarah. Jumlah mereka kurang lebih 100 orang. Usia merekapun masih sangat belia dan mereka masih duduk di bangku SD dan SMP. Mengawali kegiatan mereka, Panji Tejo terlebih dahulu mendeklarasikan diri disaksikan oleh Wakil Walikota Yogyakarta Drs. Heroe Poerwadi, Camat Tegalrejo RR. Sutini Lestari, Tokoh masyarakat dan undangan, di Titik Nol Karangwaru Riverside Tegalrejo Kota Yogyakarta, Minggu (29/04/2018) pagi. Anggota Panji Tejo bertekad menjaga kebersihan rumah dan lingkungan dengan melakukan gerakan 3-M yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air secara teratur dan mengubur dan menyingkirkan barang-barang bekas yang bisa menampung air. Mereka juga akan melakukan Gerakan aksi bersama pemberantasan sarang nyamuk dan pemantauan jentik nyamuk secara rutin. Selain itu pula, mereka akan menjaga kesehatan, kerukunan, persayuan dan kesatuan serta akan selalu bersemangat untuk terus belajar. Wiratama salah seorang coordinator kegiatan Panji Tejo menjelaskan Panji Tejo ini dibentuk dilatarbelakangi oleh keprihatinan warga akan wabah penyakit demam berdarah yang melanda wilayah kecamatan Tegalrejo beberapa tahun silam serta tekad warga untuk membasmi dan memerangi penyebab DBD dengan melakukan berbagai inovasi diantaranya Pemantik Berharga atau pemantauan jentik khusus keluarga dilakukan di tahun 2017 dan tahun 2018 ini dimunculkan lagi sebuah inovasi yang disebut Panji Tejo. Wira berharap kehadiaran inovasi ini dapat mendukung program-program kesehatan yang ada di kecamatan Tegalrejo. "Harapan kami dengan adanya inovasi Pentik berharga dan ditambah Panji Tejo ini masyarakat jadi bebas dari bahaya demam berdarah," Wira. Dijelaskan para juru pemantau jentik cilik itu akan melakukan kegiatan secara rutin memantau sarang nyamuk dan memberntasnya dengan melakukan 3-M. Mereka juga akan memberikan pemahaman kepada warga masyarakat yang mereka kunjungi. Rencannya juru pemantau jentik nyamuk cilik ini akan melakukan kegiatan di setiap Minggu pagi dengan dibantu oleh Pokja IV PKK. Hasil dari pemantauan itu akan diolah oleh Pokja IV kelurahan diteruskan ke kecamatan dan Puskesmas untuk dilakukan intervensi dan penangan terhadap wilayah yang kurang bagus dan menjaga dan mempertahankan yang sudah bagus . Wira menjelaskan mengapa mereka memunculkan peran anak, agar supaya terjadi proses regenerasi dalam menangai masalah kesehatan di wilayah. Keterlibatan anak juga diharapkan memberikan pendidikan kepada mereka agar mencintai lingkungannya sendiri dengan melakukan pola hidup yang bersih dan sehat . Menurut Wira untuk awal deklarasi ini hanya 100 anak yang terlibat mewakili 4 kampung yang ada di Tegalrejo. Dia berharap dari 100 anak ini akan menulari ke anak-anak lain di wilayahnya dan semakin hari semakin banyak anak yang mau terlibat untuk melakukan gerakan hidup sehat ini. Kecamatan Tegalrejo pada tahun 2016 tercatat 97 kasus deman Berdarah. Ditahun 2017 angka itu berkurang menjadi 36 dan hingga akhir Maret 2018 ini hanya 1 kasus. Dirinya berharap tidak ada penambahan lagi dengan adanya kegiatan yang akan dilakukan oleh para Panji Tejo ini. Sementara itu, Wakil Walikota Yogyakarta, Drs. Heroe Poerwadi,MA mengapresiasi inovasi yang diluncurkan warga masyarakat di Tegalrejo. Dirinya memuji semangat warga Kota Yogyakarta yang tidak pernah kehabisan akal dan ide untuk membuat inovasi yang kreatif bagi lingkungannya. Wakil Walikota juga merasa bangga karena warga masyarakat Tegalrejo mengajak anak-anak untuk terlibat mencintai lingkungan mereka dan mencegah mewabahnya penyakit yang disebabkan oleh nyamuk demam berdarah dengan menciptakan inovasi yang dinamakan Panji Tejo atau Pasukan Anti Nyamuk Junior Tegalrejo, Kecamatan Tegalrejo. Heroe mengajak seluruh warga Tegalrejo khususnya dan Kota Yogyakarta pada umumnya untuk melakukan pola hidup bersih dan sehat serta mencegah berbagai penyakit menular dan tidak menular melalui gerakan masyarakat sehat (Germas). Dikatakan, tahun 90-an penyakit yang menyerang waarga Kota jogja masih didominasi oleh penyakit inveksi atau menular, seperti TBC dan lainnya. Namun, sejak sepuluh tahun belakangan ini sudah bergeser. Penyebab meninggalnya warga Yogyakarta, bukan lagi penyakir menular tetapi disebabkan oleh penyakit tidak menular. "Ini yang harus kita antisipasi. Penyakit penyakit ini disebabkan oleh perilaku kita semua. Yang paling banyak itu jantung, stroke dan kecelakaan di jalan. Ini yang menyebabkan banyak warga Jogja meninggal," ujar Wawali. "Oleh karena itu dengan mendeklarasi dan melantik Panji Tejo pasukan anti nyamuk Junior dapat menggugah semua anggota keluarga untuk merespon kesigapan, kebergegasan dan kecepatan respon terhadap segala sesutu yang terjadi di lingkunganan kita. Anak kita biasakan dengan lingkungan yang baik, lingkungan yang sehat karena ini adalah untuk masa depan mereka" tambah Wawali. Wakil Walikota menghimbau agar warga masyarakat membiasakan diri melakukan pola hidup sehat dengan memakan buah dan sayur mayur serta melakukan gerakan minimal selama 30 menit dalam sehari. Selain itu, warga masyarakat juga harus memeriksakan kesehatannya secara rutin tiga bulan sekali di Puskesmas. Dengan demikian akan terciptalah masyarakat kota Yogyakarta yang sehat jasmani dan rohani. Dengan sehat jasmani dan rohani maka pembanguan di kota Yogyakarta juga akan berjalan dengan baik pula. Deklarasi Panji Tejo juga ditandai dengan pemberian kelengkapan kerja berupa topi, senter, dan peralatan tulis. (@mix)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Warga Basen Purbayan Deklarasikan Kampung Panca Tertib
Warga Kampung Basen kelurahan Purbayan kecamatan Kotagede mendeklarasikan Kampung Basen, sebagai Kampung Panca Tertib. Mereka berkomitmen mewujudkan kampung Basen sebagai kampung tertib lingkungan, tertib sosial, dan tertib usaha pondokan. Warga ingin mewujudkan kampung Basen yang bersih, hijau, sehat, tertib, aman dan nyaman, serta mewujudkan semangat gotong royong, kerukunan, kebersamaan dan toleransi antar warga. Mereka juga mau mengoptimalkan Jam Belajar Masyarakat dan mewujudkan tertib penyelenggaraan Pondokan. Deklarasi Kampung Basen sebagai kampung Panca Tertib dilakukan di RW.04, Minggu, (29/04/2018) pagi. Wakil Walikota Yogyakarta dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Yogyakarta juga hadir dan menandatangani Berita Acara. Wakil Walikota Heroe Poerwadi mengatakan tekad warga masyarakat Basen menjadikan kampungnya sebagai kampung yang tertib dengan ditandai penandatanganan deklarasi kampung Panca Tertib patut mendapat apresiasi. Dia menandaskan bahwa semua warga memiliki kewajiban untuk menjaga lingkungannya agar tetap tertib dari segala aspek. Kehidupan sosial bermasyarakat bisa tertib, saling tolong menolong, rukun, serta memiliki lingkungan tertata rapi merupakan kunci kebersamaan dalam sebuah lembaga dalam hal ini Rukun Warga. Mengawali kampung Panca Tertib itu Wawali berharap seluruh warga ikut serta bersama-sama menentukan kira kira kelurahannya akan dibawa ke mana dan mau dijadikan apa. "Dengan demikian semua alokasi anggaran akan menuju ke arah sana. Peran LPMK diharapkan bisa mendorong arah dan kebijakan kelurahan hingga tahun 2022 nanti. Sampai tahun 2022 kelurahan itu dibawa kemana dan mau jadi apa," ujar Wawali. Dikatakan, LPMK kelurahan Purbayan tahun 2018 ini mendapat dana stimulan sebesar Rp. 110 juta dan Rukun Warga (RW) mendapatkan anggaran stimulan sebesar Rp.10 juta. Jumlah RW di kelurahan Purbayan ada 14. "Kalau dijadikan satu berarti kurang lebih Rp. 250 juta per tahun.Saya bayangkan selama setahun Rp. 250 juta, berarti selama empat tahun ada 1 miliar. Saya rasa sangat cukup untuk fokus membuat kegiatan menjadi berarti dan bermanfaat bagi warga," tambah Heroe. Wawali berharap dengan Kampung Panca Tertib itu, nantinya bisa mendorong kelurahan Purbayan yang maju, bermafaat, dan bisa menyejahterakan masyarakatnya. Semantara itu, Wahyono Iriandi PS ketua RW.04 Kelurahan Purbayan mengatakan kesadaran masyarakat untuk tertib dalam kehidupan sosial bermasyarakat di wilayahnya sudah baik namun perlu ditingkatkan lagi. Dirinya selaku ketua RW juga sudah melakukan sosialisasi, memberi tahu masyarakat tentang pentingnya bersih dan tertib lingkungan. Namun diakui masih ada satu dua warga melanggarnya. "Ada yang sering kucing-kucingan memanfaatkan SAH untuk membuang limbah. Walaupundari RW sudah menerapkan sanksi pertama teguran surat, ternyata masih dilakukan maka akan diberi sanksi dengan tidak memberikan rekomendasi surat apapun dalam kurun waktu tertentu kepada keluarga itu, ya semacam sanksi administrasi," terangnya. Menurut Wahyono di wilayahnya terdapat sekitar 50 usaha pondokan yang dikontrak musiman baik mahasiswa maupun keluarga. Dari jumlah itu ada sekitar 10 hinga 15 rumah yang dibuat khusus untuk indekost. Dijelaskan masalah pelanggaran warga sudah memiliki aturan yang telah disepakati termasukaturan tentang sanksi pelanggaran masalah pondokan. "Sudah ada kesepakatan dan dianggap sebagai sebuah aturan bahwa setiap orang yang akan indekost harus menunjukkan surat identitas diri dan kalau yang sudah berkeluarga harus dapat menunjukkan foto copy akte nikah, serta bisa mengikuti kegiatan masyarakat di kampung sini,"terang Wahyono. Meskipun sudah ada kesepakatan Wahyono mengaku masih ada warga pendatang khususnya mahasiswa yang masih kurang bergaul dengan masyarakat sekitanya. Dengan dideklarasikan kampung Panca Tertib, Wahyono akan terus menjalin komunikasi dengan Kamtibmas dan juga para pengurus RT serta Pekerti untuk mengajak para mahasiswa dan warga pendatang lainnya untuk berbaur dan terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Kegiatan deklarasi kampung Panca Tertib ini dihadiri oleh lurah Purbayan Drs. Waris Sumarwoto, ketua LPMK Drs. Miftchul Alfin, dan Camat Kotagede. (@mix)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Ribuan Pesepeda Ikuti Jogja Family Bike
Sebanyak 1.500 pesepeda ikut meramaikan Jogja Family Bike 2018 yang diprakarsai Komunitas Pitnik Jogja, acara ini juga dalam rangka hari jadi komunitas pitnik ke 3. Mereka semua berkumpul di halaman Stadion kridosono dan finis di Halaman Balaikota Yogyakarta. Pelepasan peserta dilakukan Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi dengan ditandai pengibasan bendera start. Usai melepas start Ia pun ikut bersepeda bersama peserta yang lainnya. Pada kesempatan tersebut Wawali berpesan agar komunitas Pitnink juga terus menjalin tali silaturahmi diantara anggota dengan tidak memandang suku, agama, ras, dan golongan. "Piknik harus memberi contoh bagaimana tidak membuang sampah sembarangan, tidak merokok sambil bersepeda. Karena ini tidak memberikan nilai pendidikan bagi masyarakat" ungkapnya di lokasi, Minggu pagi (29/4). Ia berharap komunitas Pitnik bisa terus berkembang agar kegiatan bersepda dapat di tularkan kepada warga masyarakat lain dimanapun Piknik berada. Pada acara ini Rute yang di tempuh sepanjang 12 Km. Start dari Halaman parkir Stadion Kridosono menuju Jalan Suroto, menuju kearah timur hingga Tugu pal putih, lalu menujuJalan Malioboro kemudian melewati Alun-alun utara, Pojok Beteng Wetan, XT Square dan dan finis di Halaman Balaikota Yogyakarta Timoho, Yogyakarta. (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Ratusan Warga mengikuti Launching Gerakan Masyarakat Sehat (Germas)
Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi turut mengikuti acara Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) di Kelurahan Ngampilan, Kecamatan NgadiwiNatan Pendopo PPAD,Yogyakarta minggu (29/4). Acara ini sekaligus mengikuti tema sentral dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta yaitu Germas. Ada tiga yang harus di sosialisasikan terutama di wilayah kelurahan Ngampilan. Tiga hal tersebut adalah aktifitas kegiatan berolahraga selama 30 menit , makan dengan gizi yang seimbang, prilaku hidup sehat serta tanamkan anak-anak sejak dini dengan pola hidup sehat. Ketua kegiatan Germas sekaligus RW 13 di Kelurahan Ngampilan, Edy Suryana mengatakan diharapkan rangkaian acara ini dapat terlaksana dengan baik. "mudah-mudahan rangkaian acara pada hari ini menjadi tema central dan bisa di laksanakan dengan baik, untuk menuju indonesia sehat dan bisa ditanamkan kepada semua masyarakat di kota Yoyakarta" ucapnya. Kegiatan yang berlangsung yaitu dengan melaksankan Jalan Sehat yang dibarengi dengan pemberian kantong plastik kepada warga untuk melakukan kegiatan yang disebut "reresik wilayah" yang nantinya paling banyak mengumpulkan sampah organik dan sampah tidak ramah lingkungan akan mendapatkan doorprice dari panitia. Selain itu juga diadakan senam jantung seehat dan pengecekan kesehatan serta Lomba pidato kesehatan se kelurahan ngampilan. Babak seleksi sudah dilakukan pada tanggal 24 april lalu dan dipilih tiga kandidat yang lolos dalam perlombaan. Dengan bertemakan Germas warga juga diwajibkan mengikuti lomba yang mendukung pemahaman gizi seimbang yaitu lomba "kudapan" di wilayah RW se-kelurahan ngampilan. Kudapan semacam makanan dari sayur seperti pecel, gado-gado dan terancam. Juga ada makanan dari buah-buahan dengan kreatifitas UMKM sesuai dengan tema germas. Wakil Walikota Heroe Poerwadi mengatakan dalam pencanangan hidup sehat harus melakukan aktifitas. "kami berharap dalam pencanangan hidup sehat harus melakukan aktifitas. Karena kota Yogyakarta adalah kota yang harapan hidupnya paling tinggi yaitu 30 tahun" ungkapnya. Dalam sambutannya Heroe Poerwadi juga menambahakan kegiatan ini dilaksanakan dengan jelas, fokus dan melakukan kegiatan yang bermanfaat agar berkesinambungan dengan pola hidup yang sehat. (Hes)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Si Kesi Gemes Antarkan Pemkot Yogya Raih IndoHFC Awards 2018
Program Sistem Penguatan Kelurahan Siaga dalam rangka Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Si Kesi Gemes) yang dimiliki Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogya berhasil mengantarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogya meraih penghargaan IndoHCF Innovation Awards II tahun 2018. Dalam penghargaan kali ini Pemkot Yogya berhasil meraih penghargaan sebagai Kota terbaik kategori Inovasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) tahun 2018. Penghargaan ini diberikan oleh IndoHCF yang bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). Ketua IndoHCF, Supriyantoro mengatakan penghargaan IndoHCF Innovation Awards digelar sebagai sumbangsih dari IndoHCF untuk ikut mendukung perkembangan dunia kesehatan di Indonesia, khususnya dalam pelaksanaan program pemerintah dan inovasi oleh anak bangsa. "IndoHCF Innovation Awards bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada instansi dan individu/kelompok perorangan yang telah berhasil menjalankan program-program peningkatan pelayanan kesehatan di Indonesia," jelasnya saat membuka gelaran tersebut di Grand Ballroom Fairmont Hotel Jakarta, Kamis malam (26/4) Program penghargaan ini, lanjutnya, dilaksanakan dengan harapan dapat memacu perkembangan pengembangan positif dalam inovasi dan teknologi di bidang kesehatan yang berkelanjutan guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Dijumpai usai menerima penghargaan, Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan tujuan di bentuknya program Si Kesi Gemes ini agar dapat menjadi pegangan atau acuan bagi seluruh OPD, Kecamatan, Kelurahan dan LSM khususnya kelurahan siaga dalam menjalankan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat ( Germas) Ia menjelaskan dalam sistem tersebut sudah diatur mengenai peran dari seluruh pemangku kepentingan di wilayah untuk menjalankan program gerakan masyarakat hidup sehat dalam rangka mendukung terwujudnya Kelurahan Siaga. "Mekanismenya tertuang di dalam buku petunjuk teknis (juknis) Si Kesi Gemes. Buku Juknis ini diharapkan menjadi sebuah petunjuk bagi masyarakat tentang mekanisme dan sistem pengembangan Kesi termasuk kegiatan-kegiatan yang ada di kelurahan siaga itu sendiri dan juga peran OPD terkait" jelasnya Dengan adanya Si Kesi Gemes ini, lanjutnya semua lapisan masyarakat seperti dasawisma, LPMK, PKK harus memiliki komitmen untuk menjalankan promosi kesehatan. "Dalam Buku Si Kesi Gemes, berisi tentang Sistem Jejaring mulai dari kota sampai dasawisma promosiaga, pembentukan RT Siaga dan materi kesahatan yang dapat dimanfaatkan masyarakat saat pertemuan." katanya. Wawali berharap, penghargaan ini dapat menjadi pemacu agar kesehatan di Kota Yogya terus dijaga dengan baik. Salah satu caranya yaitu dengan menyosialisasikan kepada masyarakat pentingnya kesehatan untuk hidup. Karena menurutnya, sehat itu bukan hanya lingkungan, tetapi perilaku. Termasuk juga pola konsumsi yang harus diperhatikan. "Sehat itu tidak hanya lingkungannya saja, tetapi perilakunya dan masyarakat mengonsumsi asupan makanan. Itu harus diperhatikan agar seluruh masyarakat bisa sehat," ujarnya. Penghargaan tersebut dikatakannya juga sebagai barometer Kota Sehat. Karena ini berkaitan dengan proses menjadikan lingkungan sehat termasuk juga sanitasi dan budaya sehat. "Poin penting di sini karena ada ajakan dan imbauan kepada seluruh masyarakat untuk berbudaya sehat. Bukan untuk meraih penghargaannya saja, terpenting budaya budaya sehat itu terus tumbuh di masyarakat," ungkapnya (Han)