Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Malam Takbiran Jadi Momentum Pengingat Cinta Tanah Air dan Cinta Agama
Momentum Malam Takbiran harus dimaknai sebagai pengingat akan rasa cinta tanah air dan cinta agama. Pesan tersebut diampaikan Wakil Walikota Yogyakarta, Drs. Heroe Poerwadi, MA ketika membuka Lomba Takbir Kelililing Kecamatan Jetis, Selasa (21/8) di Kantor Kecamatan Jetis. "Pada bulan Agustus ini ada dua momentum penting yang memiliki semangat yang sama, yakni HUT ke-73 Kemerdekaan RI dan Hari Raya Idul Adha, HUT ke-73 RI menjadi pengingat akan rasa cinta tanah air, sementara Idul Adha menjadi pengingat bagi kita untuk cinta agama" Tutur Wawali. Lebih lanjut, Wawali berharap, peserta takbir dapat melihat keteladanan para pahlawan sekaligus keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam berjuang demi tegaknya Negara dan Agama. Heroe Poerwadi juga mengajak untuk bersama-sama mendarma baktikan diri dalam kehidupan sehari-hari agar dapat memberikan manfaat pada lingkungan, negara dan juga agama. "HUT ke-73 RI menjadi momentum bagi kita untuk selalu mengenang jiwa semangat patriotisme para pahalawan bangsa yang rela berkorban untuk nusa dan bangsa, sementara Idul Adha menjadi pengingat bagi kita akan pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menunaikan perintah Allah SWT yang lebih mengutamakan cinta pada Allah dibandingkan cinta pada dunia." Imbuh Wawali. Diungkapkan oleh Ketua Badko Kota Yogyakarta, Andry Sunny, event ini diharapkan dapat terus berkelanjutan setiap tahunnya untuk mendukung upaya mencetak generasi Quran dan mewujudkan generasi gemilang. Ditambahkan oleh ketua Badko Kecamatan Jetis, Nur Hamidah, Lomba Takbir diikuti tak kurang dari 600 santri yang tergabung dalam 19 kelompok peserta dari tiga kelurahan di wilayah Kecamatan Jetis dengan usia maksimal 13 tahun. "Lomba ini terselenggara berkat dukungan Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Kecamatan dan swadaya dari masyarakat" Tandas Nur Hamidah. Dalam penyelenggaraanya kali ini, rute yang diambil peserta meliputi SDN Bumijo Jetis - Tugu Jogja - Pegadaian dan finish di Kantor Kecamatan Jetis. Setelah melalui proses penjurian, predikat juara pertama berhasil diraih oleh TPA Darussalam Badran yang berhak mendapatkan Tropi bergilir dari Walikota Yogyakarta.
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Bagi PNS yang Diangkat Pertama dalam Jabatan Fungsional
Sudah berlangsungnya Pengambilan Sumpah dan Pelantikan bagi Pegawai Negeri Sipil yang Diangkat Pertama dalam Jabatan Fungsional di Lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta oleh Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, Jumat (24/8). Pengambilan sumpah dan pelantikan pejabat fungsional ini adalah salah satu upaya dalam rangka mengembangkan manajemen pemerintahan yang berkelanjutan sebagai perwujudan Good and Clean Governance, serta dalam rangka melakukan penyegaran organisasi di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta. Sebanyak 15 penataan personil yang sesuai dengan kompetensi ini diharapkan akan mampu menjawab tantangan aktual yang selalu berubah dan berkembang, serta mengantisipasi dengan tepat secara lebih dini kemungkinan masalah-masalah yang akan muncul di masa mendatang dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat secara prima. Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menyampaikan bahwa yang dilantik pada hari ini diharapkan dapat menjadi PNS Jabatan Fungsional yang mampu membawa perubahan lebih baik. "Saudara-saudara yang dilantik pada hari ini diharapkan dapat menjadi PNS Jabatan Fungsional yang mampu membawa perubahan lebih baik, melakukan perbaikan, mendorong peningkatan kinerja, dalam rangka mewujudkan good governance" ungkapnya. Selain itu Heroe Poerwadi menambahkan pesan tingkatkan senantiasa kompetensi secara berkelanjutan, teruslah belajar sebagai bagian dari perkembangan keterampilan dan pengetahuan manusia menjadi lebih baik. "Saya berpesan, tingkatkan senantiasa kompetensi secara berkelanjutan, teruslah belajar sebagai bagian dari perkembangan keterampilan dan pengetahuan manusia menjadi lebih baik, perluas wawasan ilmu pengetahuan, serta hendaknya tanggap dan memahami betul situasi pekerjaan dan lingkungan Saudara" ungkapnya. Ucapan selamat atas pelantikan Saudara-saudara sebagai PNS Jabatan Fungsional ini juga di lontarkan oleh Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi dan berpesan agar jabatan ini dijadikan kepercayaan sebagai motivasi untuk meraih serta meningkatkan prestasi, dan jalankan amanah ini dengan penuh kesungguhan, ketulusan hati, keikhlasan bertindak, kejernihan berpikir dan kehendak untuk senantiasa berbuat yang terbaik (Hes)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Dinkes Kota Yogya Gelar Lomba Anak ASI dan Orangtua Cerdas
Dalam rangka meningkatkan kesadara, kepedulian orangtua, keluarga, dan masyarakat terhadap kesehatan anak usia 6-23 bulan, serta menyemarakkan Pekan Asi Sedunia Tahun 2018 maka Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menggelar Lomba Anak ASI dan Orangtua Cerdas di Grha Pandawa, Komplek Balaikota Yogyakarta Kamis (23/8). Peserta Lomba Anak Asi dan Orang Tua Cerdas Tingkat Kota Yogyakarta Tahun 2018 merupakan perwakilan dari 18 puskesmas di Kota Yogyakarta sejumlah 36 anak. Acara tersebut melibatkan 18 puskesma di Kota Yogyakarta, Rumah Sakit Pratama, TP PKK Kota Yogyakarta, Psikolog dari Center for Public Mental Healty (CPMH) Universitas Gajah Mada, Persatuan Ahli Gizi Indonesia DPC Kota Yogyakarta. Acara ini bertema yang diambil dalam lomba tersebut adalah ASI sebagai Pondasi Kehidupan Menuju Generasi Genius (Gesit, Empati, Berani, Unggul, dan Sehat). Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Yogyakarta, Tri Mardoyo mengatakan tujuan lomba adalah untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam hal kesehatan anak usia 6-23 bulan. "Lomba ini dalam rangka memperingati Pekan ASI Sedunia tahun 2018. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian orangtua, keluarga, dan masyarakat pada umumnya," ungkapnya. Selain meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat, lomba tersebut juga merupakan tindakan preventif dan promotif dalam upaya Peningkatan ASI eksklusif yang mendukung penurunan Angka Kematian Bayi dan Balita di Kota Yogyakarta. "Kalau Angka Kematian Bayi di 20 persen dari Angka Kelahiran Bayi, 3.500an. Angka itu yang terhitung tinggi. Ya kalau dibandingkan secara nasional memang tidak tinggi. Tetapi kan itu tantangan dan juga tugas bersama supaya bisa berkurang," terangnya. "Makanya lomba ini tidak hanya buat bayinya saja, tetapi juga pengetahuan orangtuanya" ungkapnya. Selain itu menuturkan untuk anak diperlikan gizi yang sangat menunjang kecerdasan anak. " Untuk ibu-ibu yang memberikan Asi kepada anak, Gizi dan asupan yang baik sangat menunjang kecerdasan anak"ungkapnya. (Hes)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Kunci Ekonomi Kreatif : Menjadi Trend dan Branding Produk
Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta menyelenggarakan Gelar Potensi Ekonomi Kreatif Yogyakarta dengan tema 3G Greget-Gandeng-Gendong #2018 di Taman Pintar, Sabtu (25/8). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan ruang etalase bagi produk dengan potensi ekonomi kreatif di Kota Yogyakarta sekaligus sebagai wadah mengaktualisasikan kreasi dan produksi yang bernilai kultural, artistik dan intelektual dengan tetap memiliki nilai ekonomis. Saat membuka acara ini, Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi membeberkan, kunci sukses ekonomi kreatif terletak pada branding dan bagaimana produk tersebut dapat menjadi trend "Ekonomi Kreatif itu kuncinya bagaimana menjadi trend dan dapat menjaga trend tersebut dalam kurun waktu yang lama. Mengemas produk dengan baik, menarik, kreatif dan kekinian. Kuatkan branding produk supaya melekat di benak konsumen dengan menunjukkan kekuatan pembeda yang menjadi ciri khasnya." Tutur Heroe Heroe menambahkan, Gandeng Gendong membuat aliansi menjadi lebih kuat. Para pelaku industri kreatif bisa bersatu dengan berbagai potensi ungggulannya sehingga bisa membuat kekuatan baru yang lebih besar. Heroe juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Yogyakarta akan membuat aplikasi supermall yang rencananya diberi nama Gandeng Gendong Nglarisi agar dapat dimanfaatkan oleh para pelaku industri kreatif. Sementara, Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Yunianto Dwi Sutono berharap produk-produk yang ikut dalam gelar potensi ini mampu bersaing dalam industri kreatif dan mempunyai daya jual yang tinggi untuk mendorong peningkatan perekonomian daerah.
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pemkot Yogya Gelar Peningkatan Kapasitas Bagi ASN
Pemerintah Kota Yogya melalui Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Yogya gelar Peningkatan Kapasitas bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Griya Persada Convention Hotel pada Jumat-Sabtu (24-25) Agustus 2018. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat. Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi yang pada kesempatan tersebut hadir memaparkan ASN dituntut untuk mampu memaksimalkan kapasitas potensial yang dimilikinya. Selain itu, lanjutnya ASN harus mampu mengaplikasikan secara langsung ke dalam ketugasan pokok dan fungsinya sebagai sosok pelayan yang responsif terhadap keinginan, keperluan atau kebutuhan para pelanggannya secara internal maupun eksternal. Ia pun menghimbau agar ASN untuk bekerja dengan tulus dan professional karena ASN adalah tonggak utama sukses dan berhasilnya sebuah organisasi. "Sebanyak apapun anggaran yang dimiliki, secanggih apapun teknologi yang digunakan, dan sehebat apapun program yang dibuat, tanpa SDM yang siap akan menjadi sesuatu yang sia-sia" tuturnya. Ia menekankan ASN dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab, harus menunjukkan kinerja yang berkualitas. Ia pun meminta, ASN di lingkungan Pemkot Yogya harus bekerja dengan dilandaskan kedisiplinan, penuh dedikasi, serta bertanggung jawab dengan tugas di masing-masing bidang. "Saya tekankan seluruh pegawai jajaran Pemkot Yogya agar senantiasa menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab yang diemban. Terutama mengenai kedisiplinan, baik mental dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab dalam bidangnya," katanya. Sementara itu untuk para Camat dan Lurah, Wawali menjelaskan jika mereka adalah ujung tombak penerapan pelayanan prima yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. "Untuk itu seluruh aparatur yang bertugas di wilayah hendaknya benar-benar memahami secara teknis maupun konseptual dalam menjalankan tugas, menyerap aspirasi serta mewujudkan pelayanan yang efektif, efisien dan profesional sebagai cerminan pelaksanaan pembangunan daerah" ungkpanya Ia juga meminta kepada para Camat dan Lurah agar mereka dapat merespon cepat permasalahan yang ada diwilayah. "Jika ditemukan kesulitan agar segera dikoordinasikan dengan masing-masing OPD terkait," ujarnya. (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Kampung Notoyudan Dikukuhkan Sebagai Kampung Panca Tertib
Dalam rangka mewujudkan Kota Yogyakarta yang tertib dan aman, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta terus berupaya mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi aktif melalui dikukuhkannya beberapa kampung di Kota Yogyakarta menjadi Kampung Panca Tertib. Kali ini giliran Kampung Notoyudan, Kelurahan Pringgokusuman, Kecamatan Gedongtengen Kota Yogya yang dikukuhkan sebagai kampung panca tertib. Kampung Notoyudan ini menjadi kampung ke-56 di Kota Yogyakarta yang dikukuhkan sebagai Kampung Panca Tertib. Deklarasi ini sendiri dilaksanakan pada hari Minggu (26/8). Dalam deklarasi tersebut warga Notoyudan berkomitmen mewujudkan kampungnya sebagai kampung tertib lingkungan, tertib sosial, dan tertib usaha. Merekapun ingin mewujudkan kampungnya sebagai kampung yang bersih, hijau, sehat, tertib, aman dan nyaman. Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi yang pada kesempatan tersebut mengukuhkan kampung Notoyudan sebagai kampung panca tertib menuturkan bahwa tujuan dilaksanakannya gerakan kampung Panca Tertib adalah untuk mewujudkan lingkungan tempat tinggal yang nyaman dan tertib, serta untuk mewujudkan masyarakat yang peduli ketertiban dan kedisiplinan. "Kampung panca tertib ini membawa dampak yang positif terhadap penegakan peraturan di daerah, sehingga supaya dapat ditambah ke depannya," ujarnya Ia menandaskan bahwa semua warga memiliki kewajiban untuk menjaga lingkungannya agar tetap tertib dari segala aspek. "Kehidupan sosial bermasyarakat bisa tertib, saling tolong menolong, rukun, serta memiliki lingkungan tertata rapi merupakan kunci kebersamaan dalam sebuah lembaga dalam hal ini Rukun Warga" ungkapnya Ia pun meminta agar masyarakat dapat terus bersinergi bersama pemerintah untuk meneggakkan peraturan melalui gerakan tersebut. "Dengan kampung panca tertib, strategi penertiban berbasis kampung jauh lebih efektif," ujarnya. Ia berharap gerakan tersebut bisa meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai ketertiban sehingga masyarakat memahami bahwa ketertiban adalah bagian dari kebutuhan dasar. "Dengan kampung panca tertib, strategi penertiban berbasis kampung jauh lebih efektif," ujarnya. (Han).
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Gema Jogja Takbir Festival Idul Adha 1439 H
Angkatan Muda Muhamamdiyah Cabang Ngampilan ini menyelenggarakan Jogja Takbir Festival Idul Adha 1439 H di sepanjang Jalan Malioboro Yogyakarta, Jumat (24/8). Selain memeriahkan Iduladha, kegiatan ini juga menjadi upaya siar Islam. Pada kesempatan ini Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi ikut hadir untuk memeriahkan Jogja Takbir Festival Idul Adha 1439 H. Ia berharap kegiatan ini menjadikan syiar Islam sekaligus ajang silaturahmi antar warga. "Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi media syiar Islam sekaligus ajang silaturahmi antar warga masyarakat yang akan menunjukkan kehangatan ukhuwah Islamiyah di Kota Yogyakarta" ungkapnya. Jogja Takbir Festival merupakan agenda tahunan. Diselenggarakannya kegiatan Jogja Takbir Festival pada Idul Adha, karena pertimbangan aktivitas masyarakat yang tidak terlalu padat. Heroe Poerwadi menambahkan akan lebih membahagiakan lagi apabila di kemudian hari semakin banyak kegiatan-kegiatan kreatif yang akan semakin mendekatkan diri kita kepada sang Khaliq. "Dan akan lebih membahagiakan lagi apabila di kemudian hari semakin banyak kegiatan-kegiatan kreatif yang akan semakin mendekatkan diri kita kepada sang Khaliq, memperbaiki kualitas diri, yang tercermin melalui peningkatan amal ibadah sehari-hari" ungkapnya. Heroe Poerwadi berpesan kemeriahan kegiatan ini dapat juga menjadi daya tarik pariwisata. "Karnaval ini merupakan syiar agama, serta kemeriahan kegiatan ini dapat juga menjadi daya tarik pariwisata tersendiri" ujarnya.(Hes)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Walikota Hadiri Hari Sungai / Jambore Sungai III di Embung Langensari
Hari Sungai, Jambore Sungai kembali digelar. Jambore Sungai dilaksanakan di Embung Langensari pada Minggu (26/8). Tema yang diangkat dalam memperingati hari Sungai, Jambore ketiga ini adalah "Sungai Martabatku". Dalam kesempatan ini untuk menjaga kelestarian dan kelangsungan fungsi sungai, perlu dilakukan upaya-upaya konkrit termasuk meninjaklanjuti program-program yang telah dilaksankan. Diantaranya melalui Konservasi, Pengembangan Kawasan Ruang Terbuka Hijau, Program Kali Bersih, Penataan Kawasan Kumuh Bantaran Sungai serta kebijakan pengelolaan sungai yang pada akhirnya bermuara bagi kesejahteraan masyarakat. Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengajak khusunya warga masyarakat di seluruh wilayah yang dijadikan tinggal di sepanjang sungai untuk menjadikan sungai sebagai wajah utama Kota Yogyakarta. "Melalui momentum Hari Sungai Nasional saya mengajak sekaligus mengharapkan dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak, khusunya warga masyarakat di seluruh wilayah yang dijadikan tinggal di sepanjang sungai untuk menjadikan sungai sebagai wajah utama Kota Yogyakarta" ujarnya. Haryadi Suyuti menambahkan meskipun habitat yang ada di sungai masih ada, tetapi kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai harus diperbaiki. Untuk menumbuhkan itu, dalam Jambore Sungai ada banyak kegiatan, seperti diskusi tentang sungai, lomba mewarnai, lomba menggambar, dan lomba foto untuk warga Kota Yogyakarta. (Hes)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Gandeng BPJS, Pemkot Yogyakarta Dapuk Beringharjo Sebagai Pasar Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta bekerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS) mendapuk sekaligus meresmikan Pasar Beringharjo sebagai Pasar Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, jum"at (24/8)/ Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengapresiasi sekaligus mendorong agar ide pasar sadar jaminan sosial ketenagakerjaan bisa diperluas di pasar-pasar lain di wilayah Yogyakarta. "Pemerintah Kota Yogyakarta memandang penting perlindungan terhadap pasar tradisional beserta perkembangannya dalam rangka menjaga taraf hidup ekonomi rakyat," Kata Haryadi Suyuti usai meresmikan Beringharjo sebagai Pasar Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Pasar Sadar ini, sambungya, juga sebagai pusat perputaran roda ekonomi yang menunjang dinamika sosial budaya Kota Yogyakarta, menyentuh langsung kepada masyarakat dari berbagai lapisan ekonomi. "Kegiatan Pasar Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan kali ini adalah salah satu perwujudan dari semangat Segoro Amarto, Semangat Gotong Royong Agawe Majune Ngayogyakarto, serta semangat Gandeng-Gendong," tandasnya. Haryadi menjelaskan, Para pedagang pasar, karyawan, buruh gendong, supplier, serta berbagai profesi yang setiap harinya beraktivitas di pasar sangat membutuhkan jaminan rasa aman dan nyaman. "Terutama dalam hal perlindungan resiko sosial ekonomi yang mungkin terjadi dalam kegiatan transaksi jual beli, kegiatan produksi, maupun misalnya dalam proses pengangkutan pemindahan barang-barang yang diperjualbelikan di pasar," imbuh Haryadi. Haryadi menegaskan fungsi dari jaminan tersebut adalah untuk membantu peserta saat terjadi musibah. Peserta juga akan lebih guyub karena selain mendapatkan manfaat untuk dirinya, juga akan memberikan manfaat kepada peserta lain yang pada saat tertentu mengalami musibah. Namun begitu, Haryadi pun meminta kepada BPJS untuk memberikan kemudahan pengajuan pembayaran klaim. Dalam kesempatan yang sama Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta, Ainul Kholid mengatakan, Pasar sadar diluncurkan dalam rangka menjaring peserta dari bukan penerima upah khususnya di Pasar Beringharjo Yogyakarta. "Harapannya adalah -covered- peserta BPJS Ketenagakerjaan bisa lebih luas sehingga seluruh pekerja baik penerima upah maupun bukan penerima upah (pedagang pasar) bisa menjadi peserta BPJS Ketanagakerjaan," paparnya. Dengan begitu, Ainul menambahkan, semua pelaku eknomi di pasar tertangani program BPJS Ketanagkerjaan, sehingga kalau terjadi risiko baik itu saat melakukan pekerjaan maupun kematian sudah tidak memberatkan yang bersangkutan maupun keluarganya. Pada kesempatan tersebut BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta juga menyerahkan bantuan fasilitas kendaraan roda tiga kepada Walikota Yogyakarta yang disaksikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Yogyakarta. (Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Gebyar PAUD 2018, Orang tua Dituntut Kepo
Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melalui Dinas Pendidikan kembali menggelar Gebyar PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Kota Yogyakarta untuk anak sekolah usia dini se-Kota di Gedung Kotak Taman Pintar Yogyakarta, Senin (27/8). Dalam kesempatan itu Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengajak para orang tua untuk selalu menanyakan segala sesuatu yang dialami anak-anaknya alias kepo. "Di era seperti ini orang tua harus kepo kepada anak-anaknya, hal ini penting untuk mengetahui sejauhmana pergaulan anak-anak kita," ucap Haryadi saat menghadiri Gebyar PAUD Kota Yogyakarta di Taman Pintar. Haryadi pun mengingatkan, orang tua harus mengetahui dengan siapa anaknya bergaul, jangan sampai orang tua abai bahkan tidak tahu dengan siapa dan dimana anaknya berada ketika beraktifitas diluar rumah. Para Orang tua pun diharapkan memberikan perhatian, pengayoman kepada anak sebgai sumbangan yang besar dimasa yang akan datang. Ornagtua juga diharapkan memperlakukan anak sebagai suatu pribadi yang utuh yang memiliki, keinginan pendapat dan suara yang harus diperhatikan. "Anak anak kita juga ingin suara mereka didengar oleh para orang tua. Mereka juga ingin diperhatikan. Masa anak-anak merupakan masa emas, untuk mengoptimalkan kemampuan dasar yang dimiliki anak anak. Sekaligus merupakan masa masa kritis apabila salah dalam mendampingi mereka,"ujar Walikota. Haryadi pun mengapresiasi kegiatan tahuan ini, menurutnya Gebyar Paud memiliki makna yang sangat besar dalam membina dan menumbuhkembangkan minat dan bakat anak-anak, karena kelak anak anak itulah akan menjadi pewaris dan penerus bangsa, pewaris cita-cita serta perjuangan bangsa untuk mengisi dan melajutkan pembangunan. Berbeda dengan tahun sebelumnya, Gebyar PAUD tahun ini Pemerintah Kota (Pemkot Yogyakarta melalui Dinas Pendidikan bekerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) memberikan jaminan ketenagakerjaan dan kematian. "Saat ini memang baru ada 63 guru PAUD yang terdaftar, sementara sisanya yakni masih 1067 yang belum terdaftar," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Edy Heri suasana. Ia berharap semua guru terdaftar jaminan ketenagakerjaan, dengan begitu mereka tidak perlu resah lagi karena sudah ditanggung oleh BPJS. "Nanti biayanya kita ambilkan dari beberapa CSR, ini juga bagian dari program gandeng gendong Bapak Walikota," tandasnya. Dalam kesempatan tersebut Walikota Yogyakarta juga memberikan penghargaan kepada Bunda PAUD Kota Yogyakarta Tri Kirana Muslidatun sebagai Insan Peduli Paud. (Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Walikota Peringati HUT Ke-73 Kemerdekaan RI Bersama Warga RW 08 Sorosutan
Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti memperingati HUT Ke-73 kemerdekaan RI bersama warga RW 08 Kelurahan Sorosutan. Dalam kesempatan tersebut Haryadi menyerukan pentingnya menjaga kemerdekaan dengan menyiapkan generasi muda yang tangguh. "Generasi muda menjadi penentu masa depan bangsa ini. Untuk menghadapi tantangan yang semakin berat, generasi muda harus punya daya saing yang kuat dan produktif," ucap Haryadi. Generasi muda Indonesia tidak boleh melupakan sejarah perjuangan bangsanya. Khususnya bagi pemuda Yogyakarta. "Saya melihat banyak anak-anak di sini, para panitia kebanyakan juga para pemuda, ini pertanda bahwa masih ada perhatian terhadap bangsanya," ucapnya. Pemuda harus bangga dengan kebudayaan lokal dan memahami sejarah berdirinya bangsa ini. Pemuda harus mengingat Indonesia merdeka bukan karena pemberian dari penjajah, tapi dengan pengorbanan jiwa dan raga. Ia menyampaikan malam tirakatan sudah menjadi tradisi di masyarakat. Acara ini juga tidak hanya, diselenggarakan di kampung-kampung. Hal itu bagian dari ekspresi dan ungkapan kebahagian yang dirasakan masyarakat tentang kemerdekaan. Selain itu, Haryadi juga mengapresiasi kegiatan tersebut, Ia menilai RW 08 Kelurahan Sorosutan berhasil menggelar kegiatan secara mandiri. "Biasanya kan gabungan beberapa RW, ini bagus dan pantas menjadi contoh bagi yang lain," ucap Haryadi. Dengan semarak kemerdekaan yang digelar di tiap RW akan semakin bagus untuk mengasah semangat generasi muda/ "Peringatan hari kemerdekaan adalah wujud syukur sekaligus tanggungjawab kita terhadap bangsa ini," jelasnya. (Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Wawali Tutup HUT Ke-68 GP GPIB
Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi secara resmi menutup acara Ulang Tahun Gerakan Pemuda Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GP GPIB) di The Rich Hotel, Minggu (26/8). Acara yang berlangsung selama tiga hari tersebut mengambil tema Membangun Spiritualitas Damai yang Menciptakan Pendamai dengan tagline Spiritual Journey of Unity in Diversity dan diikuti oleh 198 peserta dari 26 provinsi di indonesia. Dalam sambutannya Heroe mengemukakan bahwa Kota Yogyakarta tidak memiliki sumber daya alam tetapi diberikan karunia berlebih untuk manusianya. Sekitar 400 ribu mahasiswa yang ada di 116 PTS dan 6 PTN di yogyakarta, separuhnya berasal dari berbagai daerah dan selama ini selalu hidup menyatu dalam keberagaman. "HaI inilah yang menjadikan warga Yogyakarta memiliki kemampuan untuk menghimpun dan mengasah diri agar tetap eksis dalam berbagai kegiatan", Tutur Heroe Namun demikian, Heroe juga mengingatkan bahwa banyak godaan dalam menjaga menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan negara, misalnya melalui penyebaran hoax yang marak dilakukan melalui media sosial "Selalu ada akun ataupun kelompok yang mencari-cari masalah yang sebenarnya tidak ada dengan menajamkan perbedaan maupun mendorong pikiran negatif untuk menista atau mencederai kebersamaan di masyarakat. Karena itu harus diwaspadai agar masyarakat kita tidak menjadi lahan subur bagi pihak pihak yang mengadu domba yang tidak menginginkan bangsa ini menjadi bangsa yang besar dan mampu meraih cita-cita bagi kesejahteraan masyarakatnya", Imbuh Heroe. Untuk itu, Heroe mengajak seluruh peserta acara dapat menjadi prajurit penjaga kedaulatan bangsa melalui gadgetnya dan tidak pernah menjadikan perbedaan sebagai masalah namun sebagai kekuatan yang mampu mewarnai bangsa ini sebagai entitas NKRI. "Saya harap Yogyakarta sebagai tempat kegiatan mampu mengingpirasi seluruh peserta melalui kekayaan historisnya dan keberagaman masyarakatnya" Tambah Heroe Cyntia Santoso, Ketua Dewan GP GPIB Pusat, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Yogyakarta dan berharap kegiatan ini dapat menghasilkan kader yang aktif dalam lingkup internal dan masyarakat untuk menghadirkan damai sejahtera bagi Bangsa Indonesia. Ketua Panitia, Hertog Sambenthiro menambahkan kegiatan yang dibuka oleh GKR Hemas ini dapat menyemangati peserta untuk menjadi agen perdamaian di tengah masyarakat yang plural.
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Tangkal Kecanduan Gawai, Yogyakarta Gelar Festival Dolanan Anak
Merespon maraknya penggunaan gawai pada anak-anak secara berlebihan, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melalui Dinas Kebudayaan menggelar Festival Dolanan Anak di Taman Siswa, Selasa (28/8). Acara tersebut merupakan wujud perhatian Pemkot Yogyakarta terhadap masa depan anak-anak terhadap ancaman gawai yang semakin serius. "Saat ini gawai menjadi ancaman bagi anak-anak kita, mereka begitu gemar bermaian gawai karena memang menyedikan banyak aplikasi yang menyenangkan bagi mereka," kata Kepala Bidang Seni dan Adat Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Mukti Wulandari disela-sela acara. Menurutnya saat ini anak-anak lebih senang bermain gawai daripada bermain dolanan anak. Untuk itulah dolanan anak menjadi permainan alternatif bagi mereka. "Festival ini dilakukan supaya budaya tidak hilang, tergerus dengan adanya perkembangan gadget. Melalui festival ini juga mau menunjukkan ke anak-anak, ini lho ada permainan yang lebih menyenangkan dibanding gadget," jelasnya. Selain itu, festival dolanan anak tentu sebagai sarana untuk melestarikan dolanan anak. Agar tidak tergerus dengan perkembangan zaman. Ia mengungkapkan dolanan anak bisa membentuk karakter anak. Dalam dolanan anak, anak bisa belajar berbagai, menerima kekalahan, juga membuat fisik sehat. "Ini yang harus kita dorong, makanya pesertanya ada anak kecil ada yang agak besar. Supaya setelah festival ini mereka bisa mengajak teman-teman yang lain," imbuhnya. Untuk semakin mengenalkan dolanan anak, Mukti berencana akan mengajak seluruh PAUD untuk memberikan pengenalan kepada anak-anak tentang dolanan anak. "PAUD sangat strategis sebagai wahana pengenalan, karena disanalah awal perkembangan anak-anak kita, jadi sebelum mereka mengenal dunia luar kita kenalkan dulu dolanan anak ini," tandasnya. Mukti optimis Yogyakarta bisa melakukan hal tersebut, Ia menyebut Yogyakarta memiliki 570 jenis dolanan anak. Festival diikuti oleh 14 kecamatan di Kota Yogyakarta. Masing-masing kecamatan mengirimkan wakil maksimal 25 anak. "Para peserta festival tersebut menampilkan 5 jenis dolanan anak. Kita gelar selama tiga hari sejak hari ini sampai 30 agustus mendatang," kata Mukti menambahkan. Salah satu peserta Festival Dolanan Anak dari Kecamatan Jetis, Noval mengaku, lebih banyak melihat teman-temanya beramian gawai daripada bermainan dolanan anak. "Tapi kalau di rumah saya masih sering bermain kelereng sama teman-teman," kata Siswa kelas 8 tersebut. Ia mengaku senang dengen permainan dolanan anak, namun terkadang ia kesulitan mencari teman untuk diajak bermain dolanan anak. (Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
DLH Yogyakarta Gelar Uji Emisi Gas Buang Kendaraan
Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup menggelar uji emisi gas buang kendaraan di Kantor LPP Jalan Urip Sumoharjo, Selasa (28/8). Uji emisi dilakukan secara gratis alias bebas biaya. Kegiatan tersebut digelar selama tiga hari yakni pada hari Selasa (28/8) di kantor LPP Jalan Urip Sumoharjo, hari Rabu (29/8) bertempat di Balai Pamungkas Jalan Atmosukarto, dan hari Kamis (30/8) di Museum Perjuangan di Jalan Kolonel Sugiyono. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Suyana menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Evaluasi Kualitas Udara Perkotaan (EKUP) dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). "Pelaksanaan EKUP meliputi kegiatan Uji emisi kendaraan bermotor khusus roda 4 (empat), pemantauan roadside kualitas udara ambient, serta pemantauan volume dan kecepatan lalu lintas," ucap Suyana. Uji emisi dilakukan kepada kendaraan umum maupun pribadi roda empat dengan menggunakan metode random sampling di lalu lintas yang dilewati apda setiap lokasi titik pengujian. Manfaat dari kegiatan ini, sambung Suyana, untuk memantau pencemaran emisi sumber beregrak melalui implementasi kebijakan terkait pengendalian pencemaran secara terkoordinasi dan terpadu di Kota Yogyakarta, khususnya dari limbah pencemaran asap kendaraan bermotor. "Kegiatan ini melibatkan DLH Kota Yogyakarta, UGM, Satlantas Polresta Yogyakarta, dan UPT Laboratorium Kualitas Lingkungan Kota Yogyakarta," imbuhnya. Kepala UPT Laboratorium Pengujian Kualitas Lingkungan DLH Kota Yogyakarta, Sutomo menyebut, di hari pertama uji emisi berlangsung didapati 95 persen dari 350 kendaraan dinyatakan lolos uji emisi. "350 kendaraan tersebut terdiri dari 200 kendaraan yang berbahan bakar bensin, sementara 150 lainnya berbahan bakar solar," jelasnya. Kendaraan yang dinyatakan lolos uji emisi adalah kendaraan yang memenuhi baku mutu uji emisi. Namun dari data yang kita temukan, banyak yang lolos uji emisi. "Misalkan di bensin ada uji hidrokarbon dan karbon monoksida. Ketika di bawah baku mutu, maka lolos uji. Ketika di atas, tidak lolos dan dia harus servis ulang atau ke bengkel," imbuhnya menjelaskan. (Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Sanggar Bayu Mataram Hibur Warga Purbayan Lewat Seni Budaya
Sanggar Bayu Mataram unjuk gigi melalui gelar seni budaya yang berlangsung hari ini, Selasa (28/8) di Kampung Gedongan, Purbayan, Kotagede. Gelar seni budaya berlangsung hingga kamis (30/8). Gelar seni budaya tersebut berhasil menyita perhatian warga setempat, tidak kurang 500 orang berkumpul menyaksikan pentas pertama Sanggar Bayu Mataram yakni reog ponorogo. Sanggar seni budaya yang bermarkas di Kampung Gedongan tersebut menampilkan sederet kesenian budaya seperti, wayang kulit, reog ponorogo, kirab bregodo, keroncong, ketoprak hingga karawitan. Ketua Panitia Gelar Seni dan Budaya Gedongan, Sutopan Basuki mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya untuk melestarikan seni dan budaya sekaligus menghibur warga setempat. "Kegiatan ini kami gagas untuk memberikan hiburan kepada warga, khususnya kecamatan Kotagede," ucap Sutopan. Selain itu, kegiatan tersebut untuk memotivasi para pelaku seni di Kampung Gedongan, sekaligus wujud kecintaan warga Gedongan pada seni dan budaya Yogyakarta. "Kegiatan ini sepenuhnya diprakarsai oleh warga kampung Gedongan, dan ada beberapa dari Kelurahan Purbayan," imbuhnya. Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi pun ikut menyaksikan langsung penampilan Sanggar Bayu Mataram. Heroe mengaku bangga sekaligus mendorong Sanggar Bayu Mataram menjadi pelopor dan penggerak seni budaya di Yogyakarta pada umumnya. "Saya berharap Sanggar Bayu Mataram menjadi ujung tombak dalam kaitanya melestarikan seni budaya Yogyakarta," kata Heroe di sela-sela acara. Heroe mengingatkan, saat ini gawai menjadi ancaman berat generasi muda mendatang. Karena itulah, Ia berharap Sanggar Bayu Mataram mampu mengajarkan para generasi muda untuk cinta seni dan budayanya. "Jangan sampai anak-anak kita mengenal budaya luar sementara budayanya sendiri mereka tidak tahu. Inilah yang menjadi tugas kita bersama, dan saya berharap Sanggar Bayu Mataram dan sanggar lainya di Kota Yogyakarta mampu mengatasi ancaman ini," tandasnya. (Tam)