Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Kampung Purwodiningratan Sajikan Beragam Makanan Berbahan Dasar Telo dan Tempe
Dalam rangka memeriahkan dunia pariwsata Yogyakarta serta untuk melestarikan kebudayaan yang ada di kampung Purwodiningratan, warga kampung Purwodiningratan menggelar Pasar Rakyat Telo Tempe Purwodiningratan tahap dua. Ketua Panitia Acara, Primahesta, mengatakan dahulu warga kampung Purwodiningratan gemar mengolah makanan yang berahan dasar dari telo dan tempe. Sehingga, lanjutnya, melalui pasar rakyat ini warga Purwodiningratan diharapakan dapat bersatu untuk mengembalikan makanan telo tempe sebagai makanan khas mereka. "Masyarakat Purwodiningratan menyukai makanan telo tempe yang merupakan makanan sehari hari, akhirnya kita punya inisiatif untuk dibuat yang lebih bermanfaat bagi masyarakat sekitar melalui pasar rakyat ini" katanya di lokasi, Sabtu (22/9). Apa yang di lakukan Warga Purwodiningratan disambut baik oleh Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, menurutnya Ini merupakan kegiatan istimewa yang senantiasa ditunggu berbagai kalangan untuk menikmati secara langsung kekayaan kuliner Kota Yogya ini. "Tempe dan telo tidak dapat dilepaskan dari gaya hidup masyarakat Yogyakarta, baik sebagai lauk pauk maupun camilan bersama minuman panas. "Dan itulah kenapa usia harapan hidup masyarakat Yogyakarta adalah yang paling tinggi karena tidak terlepas dari pola konsumsi makanan sehat dan bergizi, yaitu tempe dan telo" ungkapnya Ia menambahkan dengan citarasa telo, tempe dan bermacam makanan tradisional lainnya dengan eksotisme khas Yogyakarta menjadi daya tarik tersendiri dan menjadi tujuan wisatawan dari berbagai negara untuk bisa menikmatinya. "Selain karena harganya yang murah, tempe dan telo adalah makanan yang kaya zat gizi, selain itu dua makanan ini sangat mudah ditemui di Yogyakarta" ungkapnya Menurutnya dengan digelarnya Pasar Rakyat Telo Tempe yang kedua ini, diharapkan dapat menjadi salah satu media untuk lebih mempopulerkan kekayaan kuliner Yogyakarta. Selain itu, lanjutnya dengan digelarnya kegiatan tersebut diharapkan keberadaan UKM sektor makanan tradisional semakin bergairah dan menjadi pendukung pariwisata Kota Yogya dari kekuatan kulinernya. "Saya berharap dengan terselenggaranya bursa makanan tradisional ini, cita rasa masakan-masakan Yogyakarta dapat lebih memasyarakat dan akrab bagi semua kalangan" harap Wawali Ada sebanyak 85 stan yang turut meramaikan gelaran pasar rakyat yang berlangsung dua hari ini (22 hingga 23 September 2018). (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pembukaan Pekan Olahraga Dan Seni Madrasah Diniyah 2018 Kota Yogyakarta
Pembukaan Pekan Olahraga dan Seni Madrasah Diniyah 2018 Kota Yogyakarta telah berlangsung sejak pagi, Minggu (23/9). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah Kota Yogyakarta. Dalam kegiatan ini sebanyak 300 peserta turut hadir untuk memeriahkan lomba yang diselenggarakan oleh pihak Madrasah Diniyah. Berbagai macam lomba meliputi Lomba Mewarnai, Lomba Kaligrafi, Lomba Futsal, Lomba Sepak Bola, dll. Masyarakat menyambut hangat Porsadin yang diselenggarakan di kampong Gambiran, Kelurahan Pandean, Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kementrian Agama, Sigit Warsita dan Wakil Walikota Yogyakarta. Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi memberikan sambutan serta membuka jalannya acara Pekan Olahraga dan Seni Madrasah Diniyah 2018 Kota Yogyakarta. Dalam sambutannya Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, melalui pecan olahraga ini di harapkan melahirkan bibit-bibit unggul dari Kota Yogyakarta. "Harapan kami nantinya kegiatan ini melahirkan bibit-bibit unggul yang mengharumkan nama Indonesia di masa mendatang" ungkapnya. Seperti yang kita ketahui Olahraga dan Seni Manusia merupakan peningkatkan kualitas dan aktualisasi kehidupan sebagai mahkluk sosial. Ikatan antara olahraga dengan seni dapat meningkatkan minat masyarakat untuk bergaya hidup sehat melalui beragam aktifitas positif. Heroe Poerwadi menambahkan semoga acara ini mampu meningkatkan generasi muda untuk beraktifitas positif dengan prestasi olahraga dan seni. "Mudah-mudahan mampu mengajak generasi muda untuk beraktifitas positif, dan tidak hanya memiliki kemampuan bidang akademik dan agama, namun disempurnakan dengan prestasi olahraga dan seni" ungkapnya. Selain itu kegiatan Porsadin merupakan wahana pembuktian untuk para santri Madin Takmiliyah kepada masyarakat dengan adanya ajang ini, diharapkan santri akan bisa menunjukkan beragam prestasinya di bidang seni dan olah raga. Porsadin juga diharapkan sebagai peneguhan sikap dan komitmen Madrasah Diniyah Takmiliyah akan kecintaannya pada bangsa dan negara. Heroe Poerwadi menambahkan kepada FKDT agar terus menyadarkan masyarakat akan peran dan fungsi Madrasah Diniyah Takmiliyah. "Kami berpesan kepada FKDT agar terus menyadarkan masyarakat akan peran dan fungsi Madrasah Diniyah Takmiliyah, terutama dalam membangun kesadaran keagamaan yang moderat dan pemenuhan terhadap kebutuhan pembelajaran pendidikan agama Islam" ujarnya. Dalam hal ini Pemerintah Kota Yogyakarta turut mendorong agar FKDT mampu menggerakkan para penyelenggara pendidikan, termasuk penentu kebijakan pendidikan, untuk menempatkan Madrasah Diniyah Takmiliyah pada tempat yang semestinya. Sebab kontribusi Madin atas Islam moderat di Indonesia sangat besar. Karena itu, Porsadin dianggap penting dan strategis dalam membangun semangat kebersamaan merawat Islam Indonesia. (Hes)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Jalin Kekompakan Antara RT, RW dan LPMK Kelurahan Pakuncen Lewat Outbound
Dalam rangka peningkatan kelembagaan dan penguatan RT, RW, dan Pengurus LPMK Kelurahan Pakuncen Kota Yogya, LPMK Kelurahan Pakuncen menggelar kegiatan Outbound. Mengambil lokasi di Jaka Garong Turi Sleman, mereka nampak semangat mengikuti seluruh rangkaian acara. Kegiatan berlangsung sangat meriah dan akrab dalam naungan alam pegunungan Merapi yang sejuk dan asri. Semangat para peserta sangat terlihat pada setiap materi kegiatan yang disampaikan oleh para instruktur profesional. Ketua panitia kegiatan tersebut, Waluyo mengatakan terlaksananya kegiatan penguatan kelembagaan tersebut sebagai sarana untuk mempererat rasa kebersamaan dan kekompakan dalam rangka penguatan organisasi RT, RW dan LPMK. "Selain itu ini momen yang sangat strategis guna melakukan evaluasi terhadap berbagai usaha yang telah dilakukan selama ini, dalam rangka meningkatkan keberdayaan serta peran dari organisasi, terutama dalam menunjang percepatan pembangunan di Kota Yogya" ungkapnya di lokasi, Minggu (23/9). Sementera itu secara terpisah, Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti menyambut baik kegiatan tersebut, karena kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen Pemkot Yogya untuk terus mengembangkan kapasitas kelembagaan RT dan RW, dan pengurus LPMK. "Salah satunya adalah dengan memberikan perhatian dalam bentuk pelatihan penguatan kelembagaan untuk pengurus RT dan RW, dan LPMK sehingga diharapkan mereka mampu memaksimalkan dalam memberikan pelayanan kepada warganya" katanya. Menurut Walikota kegiatan peningkatan kelembagaan tersebut peting di lakukan, karena RT, RW, dan LPMK adalah sebuah lembaga kemasyarakatan yang secara langsung mengurusi berbagai kegiatan warga masyarakat dan menjadi mitra kerja Pemkot Yogya dalam menjalankan berbagai program Pemkot Yogya "Jadi kekompakan mereka harus terus dijaga Agar mereka dapat terus bersinergi untuk menjaga stabilitas dan kondusifitas dan norma-norma di masyarakat "(Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pesatnya Jumlah TPA di Yogyakarta Harus Diimbangi Kualitas
Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi mendorong perkembangan dan kemajuan TPA di Yogyakarta melalui kualitas, bukan kuantitas. "TPA memiliki peran yang sangat strategis untuk mencari terobosan baru dalam rangka mempersiapkan generasi penerus bangsa yang intelek dan bermoral Al-Qur-an," kata Hereo saat menghadiri penilaian Lomba Akreditasi Unit TPA Yasmin 2 Kotagede, ahad (23/9/2018). Menurutnya, Pendidikan anak melalui TPA di luar jam pelajaran sekolah merupakan alternatif yang sangat strategis untuk mengimbangi materi pelajaran umum yang didapat anak dari sekolah umum. "Pesatnya jumlah TPA yang ada di Kota Yogyakarta, harus diimbangi dengan kualitas yang semakin baik," ucapnya. Heroe menjelaskan, indikator kualitas tersebut di antaranya kurikulum, kualitas SDM, administrasi dan manajerial, serta sarana dan prasarana. Dan yang tidak kalah penting menurutnya adalah kualitas ustadz dan ustadzah dalam membina santri-santrinya. Dengan beitu, Pihaknya menegaskan bahwa Pendidikanlah yang mengantarkan manusia pada derajat yang tinggi, yaitu orang-orang yang berilmu. "Ilmu yang dipandu dengan keimanan inilah yang mampu melanjutkan warisan berharga berupa ketaqwaan kepada Allah Subhanahu wa ta"alla," imbuhnya. Ilmu yang dilandasi dengan keimanan inilah, Heroe melanjutkan, yang akan menjadi modal pembangunan menuju negeri baldatun thoyyibatun wa robbun ghafur. "Untuk mempersiapkan modal pembangunan inilah diperlukan generasi yang cerdas secara akademik dan moralitas," cetus Heroe. Hal itu penting sebagai generasi penerus bangsa yang akan memegang kendali dan tanggung jawab untuk meneruskan dan mengembangkan pembangunan di masa depan. Selain itu, Heroe juga mengajak untuk membentengi anak-anak terhadap budaya-budaya baru yang semakin jauh dari nilai-nilai islam. "Oleh karena itu pendidikan moral berbasis Al-Qur"an memiliki peran mengawal pendidikan anak Indonesia yang hanya sedikit mendapatkan pendidikan agama di sekolah umum," tegasnya. Ia berharap kegiatan akreditasi ini dapat menjadi sarana evaluasi, kontrol dan penilaian terhadap kegiatan yang selama ini telah dilakukan pengelola TPA. Ketua Badko TPA/TKA DIY Arifin Hafidz berharap TKA/TPA di wilayah DIY bisa semakin berkembang dengan kegiatan akreditasi tersebut. "Ada 30 poin yang menjadi acuan dalam menilai unit TKA TPA, diantaranya adalah penilaian tentang keadaan santri, jumlah pengajar, pelatihan yang pernah diikuti pengajarnya, sumber dana beserta laporannya, kelengkapan administrasi dan lain sebagainya," kata Arifin. Pihaknya menegaskan Semua itu akan dinilai, diperiksa, diberi saran, masukan sehingga harapannya unit TPA kedepannya menjadi unti TPA yang berkualitas. (Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
SMA Negeri 3 Yogyakarta Menggelar Festival Bregada di Sepanjang Jalan Malioboro
Puluhan Bregada memeriahkan ajang Festival Bregada Nusantara (FBN) 2018. Tidak kurang dari 1000 peserta, terdiri dari 32 Bregada pelajar, 8 Bregada dari alumni SMA 3 Yogyakarta mengikuti kegiatan ini. Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, ikut menyaksikan jalannya acara yang diselenggarakan oleh SMA Negeri 3 Yogyakarta yang bertempat di sepanjang jalan Malioboro pada Minggu (23/9). Festival Bregada Nusantara ini mengambil rute perjalanan mulai dari Kompleks Parkir Abu Bakar Ali, menyusuri Jalan Malioboro hingga finish di Benteng Vredeburg. Sepanjang rute pawai wisatawan dan warga Jogja tampak antusias menyaksikan secara langsung Festival yang diselenggarakan setahun sekali ini. Selain bregada khas jawa, peserta Festival juga membawakan kesenian khas dari berbagai daerah, seperti Ponorogo Jawa Timur hingga Papua dan Palembang Sumatera Utara. Tak hanya kesenian Tradisional, Festival Bregada Nusantara ini juga menggelar Bregada Drone untuk pertama kali di Dunia. Even Festival Bregada Nusantara (FBN) yang diinisiasi Keluarga Besar Alumni (KBA) SMN Negeri 3 Yogyakarta (Padmanaba) mengambil tema "Nyawiji Nguri-Uri Makmuring Negeri". Ketua Umum FBN 2018, Ema Widiastuti mengatakan , kami berusaha mengkolaborasikan antara budaya dengan teknologi agar anak-anak muda milenial kami semakin peduli akan budayanya. "Total 30 sekolah ikut serta dalam FBN 2018, kami berusaha mengkolaborasikan antara budaya dengan teknologi agar anak-anak muda milenial kami semakin peduli budaya, semoga setelah ini anak-anak milenial merasakan betul untuk menyukai budaya," katanya. Ketua umum keluarga besar alumni Yogyakarta SMAN 3 Yogyakarta Padmanaba, Hendri Saparini, mengatakan, digelarnya Festival Bregada Nusantara 2018 merupakan rangkaian dari peringatan hari ulang tahun Yogyakarta SMAN 3 Yogyakarta Padmanaba yang ke-76 tahun. "Kita sebenarnya tidak hanya melihat ini dari SMA N 3 Padmanabanya saja. Tetapi bersinergi dengan yang lain. Melalui Festival Bregada ini kita berharap bersama-sama untuk kepentingan ibu pertiwi. Bukan hanya dalam budaya tetapi dalam teknologi," katanya. Acara Festival Bregada Nusantara diharapkan dapat diselenggarakan setiap tahunnya. Selain untuk menjaga kelestarian, Festival Bregada Nusantara ini juga dapat memeriahkan agenda wisata sebagai pertunjukkan yang menarik bagi wisatawan-wisatawan domestik ataupun internasional saat berkunjung di Yogyakarta. (Hes)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pemkot Yogya Dan FKWA Bersinergi Menata Sungai Winongo
Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengaku selalu siap bersinergi dengan Forum Komunitas Winongo Asri (FKWA) dalam menata koridor sungai untuk kesejahteraan masyarakat. Menurutnya Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta akan selalu ikut membantu permasalahan sungai. "Pada dasarnya saya sangat mendukung kegiatan FKWA yang bertujuan untuk menjaga sungai agar bisa lebih baik, semoga kedepannya kita semuanya bisa bersinergi menciptakan Sungai Winongo yang bersih sehat dan indah." Ujarnya di sela-sela sarasehan yang di gelar oleh FKWA di Kelurahan Wirobrajan, Sabtu (24/9). Ia pun menuturkan upaya yang bisa dilakukan untuk menjaga kelestarian sungai salah satunya adalah melalui 4K yaitu komitmen, komunikasi, koordinasi, dan kerja sama antara seluruh pihak termasuk masyarakat, pemerintah, dan unsur legislatif. "Salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah membangun budaya tidak membuang sampah ke sungai. Harapannya, Sungai Winongo bisa menjadi kawasan alternatif untuk wisata bagi masyarakat," katanya. Sementara memunculkan dinamika ekonomi baru di pinggiran sungai. Wawali ingin tepi sungai di Kota Yogyakarta memiliki jalan. Menurutnya jalan di tepi sungai sangat penting, khususnya mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat. "Akses jalan itu merupakan bagian dari dinamika ekonomi muncul. Terjadi banyak transaksi karena ada akses jalan. Dengan pembuatan jalan baru, maka kita ingin memunculkan dinamika ekonomi baru di pinggiran sungai" katanya. Ketua FKWA, Endang Rohjiani, mengatakan FKWA sendiri memiliki program-program khusus yang berbeda di tiap daerah, di Sleman misalnya mereka menggalakkan penyelamatan mata air. "Sementara di Kota Yogya yang sudah padat dengan perumahan digalakkan program M3K (Mundur Munggah Madep Kali) sementara di Bantul mereka menggalakkan program Swaka Ikan" ungkanya. Salah satu langkah yang bisa dilakukan FKWA untuk terus menjalankan program M3K tersebut, lanjut Endang, adalah menjaga agar tidak ada bangunan baru di kawasan sempadan sungai. "Bangunan yang sudah telanjur ada masuk dalam `status quo`. Jika ada bangunan baru yang muncul, maka akan kami ingatkan," katanya. (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Cegah Kekerasan Anak, Brontokusuman Launching PATBM
Dalam rangka melakukan aksi pencegahan kekerasan terhadap anak, Kelurahan Brontokusman, Mergangsan melaunching gerakan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PABM) di Pendopo Kecamatan Mergangsan, Ahad (23/9/2018). Launching pun dilakukan dengan pembacaan deklarasi oleh salah satu perwakilan PATBM Brontokusuman dengan disaksikan langsung oleh Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi. Dalam sambutannya Heroe menegaskan, keluarga dan lingkungan masyarakat sekitar memiliki peran yang sangat penting bagi tumbuh kembang anak. "Sebagai sebuah komunitas sosial, keluarga dan masyarakat berperan dan bertanggungjawab dalam mendidik dan membentuk anak-anak menjadi pribadi-pribadi yang unggul, memiliki intelijensia dan kecerdasan, serta berkepribadian berakhlak yang mulia," kata Heroe. Selanjutnya, kata Heroe, keluarga dan masyarakat juga memiliki peran penting dalam memberikan pelindungan kepada anak. "agar setiap anak dapat berkembang, belajar, bermain, bersosialisasi, bebas dari ancaman kekerasan verbal maupun non-verbal, diskriminasi, bully, penelantaran, pengaruh pergaulan yang salah, maupun kelalaian dalam pemenuhan hak dasar anak," urainya. Berkenaan dengan hal itu, masih kata Heroe, perlindungan anak juga dapat diupayakan dalam bentuk lain, seperti misalnya agar anak memiliki ruang, waktu dan kesempatan untuk belajar dengan tenang dengan kondisi lingkungan yang mendukung. Heroe pun menyinggung maraknya kasus-kasus kekerasan yang terjadi belakangan. kekerasan mungkin dapat terjadi di mana saja. Bisa di lingkungan rumah, di masyarakat, di sekolah ataupun di tempat-tempat lain yang kadang tidak diperkirakan bisa terjadi. "Dalam hal ini keluarga merupakan titik awal mula pembentukan kematangan individu dan kepribadian anak," imbuhnya. Lurah Brontokusuman Pargiat, berharap Launching PATBM Kelurahan Brontokusuman diharapkan dapat menjadi inspirasi, momentum dan motivasi untuk lebih meningkatkan kepedulian terhadap pemenuhan kebutuhan dan perlindungan terhadap anak. (Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pilahan Kotagede Menjadi KTB ke-98
Pembentukan Kampung Tanggap Bencana (KTB) di Kota Yogyakarta terus dilakukan. Kali ini Kampung Pilahan yang mendeklarasikan sebagai Kampung Tanggap Bencana pada hari Ahad (23/9/2018) dan dihadiri Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi dan Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta, Hari Wahyudi. Dengan ini, Kampung Pilahan menjadi kampung ke-98 yang sudah mendeklarasikan sebagai Kampung Tanggap Bencana di Kota Yogyakarta. Berlangsung di Kelurahan Rejowinangun, acara pengukuhan ini dilengkapi dengan simulasi tanggap bencana yang diikuti oleh seluruh warga Pilahan. Simulasi ini dilakukan agar warga semakin memahami cara merespon sebuah peristiwa dengan baik, benar dan aman agar terhindar dari kesalahan yang dapat berakibat memperburuk bencana. Menurut Heroe, dengan dibentuknya Kampung Tanggap Bencana di Pilahan ini nantinya pelatihan yang sudah diberikan tersebut dapat terus berlanjut sehingga tidak hanya sekedar deklarasi saja. "Jangan hanya deklarasi saja namun benar " benar menyiapkan masyarakat untuk siap merespon terjadinya bencana," ungkapnya. Pihaknya mengungkapkan tujuan diadakannya simulasi ini untuk melatih kepekaan masyarakat ketika menghadapi bencana yang sewaktu-waktu bisa mengancam. Simulasi yang dilakukan di KTB Pilahan, lanjutnya, dimaksudkan agar masyarakat bisa siap dan sudah ada persiapan ketika menghadapi bencana. "KTB sebagai upaya membiasakan kalau ada bencana sewaktu-waktu. Semisal nanti ada gempa, itu harus bagaimana masyarakat juga harus tahu. Sebagai antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," imbuhnya. Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta Hari Wahyudi mengaku mengapresiasi Kampung Pilahan yang siap menjadi Kampung Tanggap Bencana. "Semoga kedepan akan ada simulasi lanjutan untuk bencana-bencana lainnya." cetusnya. Kampung Pilahan merupakan salah satu lokasi tambahan yang ditunjuk BPBD untuk menjadi bagian dari Kampung Tanggap Bencana. Daerah yang telah diberikan pelatihan di antaranya di Sagan, Malangan, Purwodiningratan, Jatimulyo, Sosrokusuman, dan Pajeksan. "Saat ini setidaknya sudah 98 KTB dan akan terus ditingkatkan," imbuh Hari. (Annisa)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
337 PNS Pemkot Yogya Naik Pangkat
Sejumlah 337 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogya menerima Surat Keputusan (SK) Kenaikan Pangkat per 1 Oktober 2018. 337 orang penerima SK tersebut terdiri dari 331 ASN penerima SK yang diusulkan melalui Kantor Regional I BKN Yogya terdiri dari 179 kenaikan pangkat reguler yang terdiri dari 177 Gol III/d kebawah dan 2 Gol Iv/a. 32 kenaikan pangkat struktural yang terdiri 16 Gol III/d kebawah, 12 Gol Iv/a dan 4 GolIV/b. 120 kenaikan pangkat fungsional terdiri dari 105 Gol III/d ke bawah, 6 Gol IV/a dan 9 Gol IV/b. Serta 6 orang diusulkan naik pangkat gol pembina muda IV/c melalui BKN Pusat Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Yogyakarta,Maryoto, mengatakan Kegiatan Penyerahan SK tersebuti merupakan amanat dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil serta Perubahannya pada PP Nomor 12 Tahun 2002. "Ini adalah sebagai upaya pengembangan karier bagi Pejabat Pimpinan Tinggi, Administrator, Pengawas, Pelaksana dan pejabat fungsional yang telah memenuhi syarat untuk dinaikkan pangkatnya, serta merupakan penghargaan yang diberikan atas prestasi kerja, disiplin dan pengabdian PNS kepada negara" ujarnya di ruang Bima, Senin (24/9). Sementara itu, Staf Ahli Walikota Bidang Umum, Tri Widayanto, menyampaikan bahwa para ASN telah melaksanakan tugas pokok dan fungsinya pada jalur yang benar (on the track) dalam karirnya sebagai ASN dan patut diberi penghargaan. Menurutnya sebagai ASN dituntut untuk selalu meningkatkan kualitas, kompetensi, serta skill, dalam melaksanakan peran dan fungsi sebagai pelayan bagi masyarakat, serta selalu memiliki etos kerja kerja yang tinggi dalam memajukan dan meningkatkan segala bidang pelayanan kita sesuai dengan fungsi dan jabatan masing-masing. "Saya berharap SK ini memberikan motivasi untuk memacu semangat pengabdian, bekerja penuh kesungguhan, jujur, berintegritas, serta menanamkan dedikasi yang tinggi terhadap keberhasilan tujuan organisasi," tambahnya. (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Wawali dan Ratusan Warga Gedongtengen Senam Sak Karepe
Libur akhir pekan biasanya digunakan oleh keluarga untuk bersantai dan menikmati libura. Tetapi ada yang beda yaitu di puskesmas Gedongtengen menyelenggarakan Senam Sak Krepe dan jalan sehat yang di selenggarakan pada Minggu (23/9). Menyambut Hari Olahraga Nasional yang ke 35 Tahun 2018 Paguyuban Olahraga Kelurahan Pringgokusuman, Kecamatan Gedongtengen mengadakan Senam Sehat Sak Karepe di area Puskesmas Gedongtengen Kota Yogyakarta. Selain jalan sehat dan senam acara ini juga dimeriahkan dengan adanya lomba-lomba yang sudah diselenggarakan dari jauh hari sebelumnya. Lomba yang diselenggarakan meliputi lomba bulutangkis, catur, dan tenis meja. Ratusan warga terlihat antusias mengikuti senam Sak Karepe ini. Dalam kegiatan ini Ketua LPMK Hibur bintono mengatakan, banyak bibit-bibit yang sudah juara bahkan di tingkat Nasional. "Saya berharap kegiatan ini diadakan secara rutin. Karena banyak bibit baru bahkan sudah ada di level nasional. Membangkitkan semangat menggairahkan untuk warga setempat" ujarnya. Selain itu Camat Gedongtengen, Tuhid mengatakan, Semangat dari masyarakat cukup tinggi dalam kegiatan senam, jalan sehat dan berharap masyarakat berjalan hidup sehat. "Semangat dari masyarakat cukup tinggi dalam kegiatan ini bisa berjalan secara rutin masyarakat mengolahraga, mengolahragakan masyarakat, saya juga berharap masyarakat berjalan hidup sehat" ungkapnya. Selain bisa menjaga kebugaran tubuh, panitia juga memberikan Doorprise untuk warga yang bersemangat dalam mengikuti senam sampai akhir rangkaian acara. Dalam kegiatan ini Wawali juga memberikan Doorprise kepada panitia yang nantinya akan diberikan oleh warga yang beruntung mendapatkan doorprise tersebut. Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi berharap kegiatan ini berjalan dengan lancar. "saya berharap betul betul selesai sampai tuntas senam sak isane senam sak kuate tetapi jangan sampai pingsan"ujarnya.(Hes)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Penyerahan Rapor Penilaian Adipura 14 Kecamatan Kota Yogyakarta
Dalam rangka menciptkan kualitas lingkungan perkotaan yang ideal menyambut peringatan HUT Kota Yogyakarta ke-262 pada 7 Oktober nanti, tentunya harus dibarengi pula semangat dalam menjaga kebersihan Kota Yogyakarta. Hal ini selaras dengan kegiatan Pemerintah Kota Yogyakarta yaitu melalui Workshop Adipura Tahun 2018. Kegiatan ini diselenggarakan pada Selasa (25/9) di Ruang Arjuna Balaikota Yogyakarta. Sebanyak 120 undangan yang hadir dalam kegiatan ini seperti Lurah, Camat se Kota Yogyakarta. Disamping itu beragam upaya dilakukan dalam menjaga kebersihan Kota Yogyakarta, salah satunya melalui program Adipura yang dimaknai sebagai sebuah proses penciptaan lingkungan yang bersih, nyaman dan hijau yang dimulai dari lingkup yang paling kecil. Kegiatan ini sekaligus dilakukan penyampaian rapor penilaian Adipura Kecamatan dengan harapanan dapat ditindaklanjuti oleh penanggung jawab lokasi pantau, khususnya Camat dan Lurah untuk segera berkoordinasi dengan perangkat RT/RW dan fasilitator/jejaring sampah di wilayah masing-masing. Sekitar 14 Kecamatan yang mendapatkan Rapor Adipura meliputu Kecamatan Gondomanan, Kecamatan Danurejan, Kecamatan Jetis, Kecamatan Tegalrejo, Kecamatan Mantrijeron, Kecamatan Kota Gedhe, Kecamatan Gondokusuman, Kecamatan Ngampilan, Kecamatan Mergangsan, Kecamatan Pakualaman, Kecamatan Umbulharjo, Kecamatan Kraton, Kecamatan Gedongtengen, Kecamatan Wirobrajan Pengertian Penghargaan Adipura merupakan hasil jerih payah, kerja keras, kebersamaan dan kegotongroyongan dari unsur pemerintah, tokoh agama serta masyarakat sendiri. Oleh karenanya Pemerintah Kota Yogyakarta khususnya yang hadir pada siang hari ini, Sekda Kota Yogyakarta, Titik Sulastri memberikan penghargaan dan terimakasih kepada seluruh elemen masyarakat, yang selama ini sudah melaksanakan fungsi peran untuk bina lingkungan bersih dan hijau. "dan kami juga menyampaikan terimakasih pula kepada semua pihak yang selama ini menyelenggarakan kegiatan-kegiatan untuk mendorong Yogyakarta sebagai Kota Adipura" ujarnya. Selain itu melalui workshop Adipura ini Sekda Kota Yogyakarta, Titik Sulastri mengajak seluruh hadirin untuk menggali informasi sedalam-dalamnya untuk memetahkan potensi dan kendala yang menjadi perhatian. "Melalui workshop Adipura pada kesempatan ini saya mengajak seluruh hadirin untuk menggali informasi sedalam-dalamnya, sehingga dapat memetakan potensi dan kendala yang perlu menjadi perhatian" ujarnya. Pada kesempatan sekaligus sebagai momentum persipan menghadapi Pantau Adipura periode 2018-2019 dan menyesuaikan pola, bobot, maupun indikator penilaian sesuai dengan arahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. (Hes)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Kerjasama Antar Daerah, Kunci Transmigrasi Berkualitas
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY, Pemkot Yogyakarta, Pemkab Sleman, Bantul, dan Gunungkidul menandatangani Momerandom of Understanding (MoU) bersama dengan Pemprov Sumatra Barat dan Pemprov Kalimantan Utara terkait program pembangunan kawasan transmigrasi di kawasan Tanjung, Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Kerjasama tersebut bertujuan untuk mendorong percepatan transmigrasi. Dijumpai usai penandatangan Mou, Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan jika Pemerintah daerah kini kian mempunyai peran penting dalam kesuksesan penyelenggaraan program Transmigrasi. Kerjasama antardaerah baik pengirim maupun penerima akan menjadi kunci upaya peningkatan kesejahteraan para transmigran. Ia mengungkapkan sasaran dari Mou pelaksanaan transmigrasi dengan sharing dana APBD ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Serta menciptakan pemerataan penduduk secara nasional. "Untuk Pembiayaannya telah disepakati dalam bentuk sharing dana APBD masing-masing pemerintah daerah" katanya di bangsal kepatihan, Selasa (25/9) Sementara itu Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka Paku Alam X, mengatakan jika Pemda mempunyai peran penting dalam proses penyediaan lahan, menata wilayah, mengalokasikan anggaran dari APBD, hingga mengawal pelaksanaan program transmigrasi di lapangan. "Penyelenggaraan transmigrasi merupakan upaya percepatan pembangunan antar daerah untuk mengurangi kesenjangan antar wilayah sekaligus peningkatan kesejahteraan rakyat menjadi kepentingan bersama," katanya. Sementara untuk Kabupaten Bulungan sebagai daerah tujuan, lanjutnya, telah memberikan legalitas lahan transmigrasi, serta menyiapkan sarana pendukung. Seperti akses jalan, sekolah dan pusat kesehatan masyarakat. (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Dinkes Kota Yogya Berikan Penyuluhan Peningkatan Mutu dan Keamanan Pangan di Kota Yogya
Dinas Kesehatan melalui Pemerintah Kota Yogyakarta menyelenggarakan penyuluhan peningkatan mutu dan keamanan pangan , Selasa (25/9). Puluhan pelaku usaha baru atau Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) mengikuti penyuluhan keamanan pangan dalam rangka sertifikai produk pangan industri rumah tangga di Ruang Arjuna Balaikota Yogyakarta. Penyuluh tentang keamanan pangan produk olahan pangan merupakan program rutin yang dilakukan oleh Dinkes Kota Yogya. Setiap kali penyuluhan diikuti oleh 60 sampai 70 perserta yang terdiri dari IRTP baru yang mulai atau merintis usahanya. Melalui Pasal 43 Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2004 tentang keamanan, mutu dan Gizi Pangan mengamati bahwa pangan olahan yang di produksi pangan industri rumah tangga wajib memiliki Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT). Penyuluhan tersebut merupakan tahapan dari pengajuan sertifikasi produk pangan industri rumah tangga (PIRT) yang harus dimiliki oleh setiap industri kecil rumah tangga. Setelah mengikuti penyuluhan, maka peserta akan mendapatkan kode dan sertifikat PIRT yang berlaku selama lima tahun. Kegiatan tersebut dihadiri oleh orang pemilik atau penanggung jawab PP-IRT yang belum pernah dan sudah pernah mengikuti penyuluhan Keamanan pangan (PKP). Menurut undang-undang Nomor 36 Tahun 2019 tentang Kesehatan dalam pasal 111 ayat (1) menyatakan bahwa makan dan minuman yang digunakan masyarakat harus berdasarkan pada standart dan persyaratan kesehatan. Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi berharap dengan dilakukan penyuluhan ini dapat meningkatkan pengetahuan produsen pangan industri rumah tangga. "saya berharap dengan dilakukan penyuluhan ini dapat meningkatkan pengetahuan produsen pangan industri rumah tangga agar semakin maju" ujarnya. Heroe Poerwadi menambahkan, sehingga mampu menghasilkan produk pangan bermutu dan aman bagi masyarakat. Mengingat hal tersebut maka setiap perusahaan mengetahui dan mematuhi peraturan perundang-undangan di bidang pangan. Heroe Poerwadi, menyatakan terima kasih kepada para pelaku UMKM/Industri Rumah yang telah mempunyai kesadaran dengan mengikuti pelatihan tersebut. Ia berharap fasilitas PIRT bisa mensupport usaha masyarakat dan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. "Sebab bisnis sektor makanan akan mendapatkan profit yang maksimal jika kita pintar dalam mengelola serta tidak berhenti berinovasi" ujarnya. Kegiatan ini diharapkan menjadi upaya masyarakat dan perusahaan senantiasa menjaga pangan dan mutu kualitas pangan. (Hes)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Manfaatkan Program Padat Karya, Warga Bener Bangun Jalan Sepanjang 540 Meter
Kelurahan Bener, Tegalrejo Yogyakarta merealisasikan pembangunan jalan sepanjang 540 meter melalui program padat karya (PKT). Hasil pembangunan infrastruktur tersebut sangat diapresiasi oleh Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi. "Kelurahan Bener memang sedang fokus melakukan pembangunan infrastruktur untuk mendorong kemajuan wilayah," kata Heroe Poerwadi saat meresmikan hasil padat karya di RW 7 Kelurahan Bener, Tegalrejo Yogyakarta, Rabu (26/9/2018). Pihaknya berharap pembangunan infrastruktur berupa pembangunan jalan tembus cor blok di Kelurahan Bener mampu mendorong kesejahteraan masyarakat. "Keberadaan jalan tersebut membuat warga lebih mudah melakukan aktifitas di sana, bagi yang memiliki usaha juga akan lebih berkembang, serta harga tanah di Bener juga bisa lebih tinggi," jelasnya. Heroe pun menilai Kelurahan Bener memiliki potensi untuk bisa lebih maju lagi karena memiliki potensi yang cukup besar. "Untuk itulah Pemerintah pun harus bisa mendukung kesiapan infrastruktur yang memadai," imbuhnya. Heroe pun mengapresiasi terobosan yang dilakukan Warga Bener yakni membuat biopori jumbo untuk bisa menangkap air hujan. Warga juga mengusulkan tanah lapang agar dibeli Pemkot untuk bisa dijadikan embung. Dan yang paling penting dari program ini adalah kekompakan warga untuk bersama-sama membangun wilayahnya. Heroe pun mengapresiasi sejumlah warga yang telah merelakan tanahnya untuk pembangunan jalan. "Karena jika dinominalkan, maka nilainya bisa mencapai sekitar Rp.7 miliar dan warga tidak meminta ganti rugi," ungkapnya. Program Padat karya ini, sambung Heroe, merupakan perwujudan Program Gandeng Gendong dalam penataan lingkungan. Tujuan padat karya ini agar uang dapat kembali ke masyarakat, "Jangan sampai malah membuat proyek tapi orang lain yang didatangkan ke Yogya karena padat karya ini untuk meningkatkan kesejateraan masyarakat, jadi yang mengerjakan pun seharusnya warga sini," tandasnya. Ketua RW 7 Kelurahan Bener, Bambang Yuniarto menambahkan, pembangunan jalan cor blok di Bener merupakan hasil kerja keras dan gotong royong warga Bener. "Sehingga kami berhasil membangun jalan tembus cor blok dengan lebar 3 meter dengan panjang 450 meter dan dikerjakan sekitar 50 warga," urainya. Pihaknya mengaku masih akan terus melakukan pembangunan infrastruktur di Bener, diantaranya adalah pembangunan jalan tembus menuju jalan-jalan besar seperti Godean dan jalan Kyai Mojo. "Warga sangat mendukung pembangunan jalan ini bahkan mereka tidak meminta ganti rugi untuk lahan mereka yang digunakan untuk jalan," imbuhnya. Pihaknya pun mengaku telah melakukan sosialiasi terkait rencana pembangunan dan pelebaran jalan tersebut. Mereka pun bahkan merelakan mundur karena ada pelebaran jalan 6 meter. Meski begitu, Ia juga mengaku maish ada beberapa warga yang belum mundur, namun pihaknya akan terus melakukan pendekatan agar mereka merelakan tanahanya untuk mundur. (Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pemkot Yogya Terus Lakukan Pengentasan Kemiskinan
Berbagai upaya dan strategi Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta untuk entaskan kemiskinan di Kota Yogya terus dilakukan, salah satunya adalah dengan Program Gandeng Gendong yang di luncurkan 10 April 2018 lalu. Program ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling bergotong-royong membantu warga lain yang masih mengalami kesulitan dalam berbagai aspek kehidupan, terutama warga miskin agar lebih sejahtera. Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, menerangkan Program Gandeng Gendong sendiri dilaksanakan melalui sejumlah program seperti Simsnack yang mengarahkan pembelian makanan OPD-OPD ke daerah masing-masing. Ada pula Sim Pemberdayaan yang akan menerapkan NIK kepada tempat-tempat usaha. "OPD-OPD sudah sepakat membeli harus di lingkungan masing-masing, jika setahun dana makanan Rp 38 miliar, per kelurahan bisa mendapatkan Rp 70 juta setahun, dan kalau digunakan benar-benar setiap tahun minimal bisa mengurangi 35 warga miskin," ujar Wawali saat berdialog bersama warga Karangwaru dalam acara Jogja Gumregah di Karangwaru riverside, Rabu (26/9). Program Gandeng Gendong tersebut, lanjutnya melibatkan seluruh elemen pembangunan yang ada. Perwujudannya dilakukan melalui pengembangan semua pemangku kebijakan sesuai kewenangan masing-masing. "Bersama dengan berbagai elemen komunitas, kampus dan kampung saling mengisi, berkolaborasi serta menggunakan potensi terbaik yang dimiliki untuk bersama-sama mendukung pelaksanaan program pembangunan guna mengangkat warga masyarakat kota Yogyakarta ke derajat hidup yang lebih tinggi" ungkapnya Oleh karena itu, lanjutnya, kerjasama yang baik antara berbagai elemen masyarakat Kota Yogya menjadi sangat penting karena hanya dengan bersatu bahu-membahu, kita bisa meraih tujuan dan cita-cita yang kita impikan. "Visinya bersama, bersatu, memberdayakan dan menyejahterakan masyarakat, misinya tiga menanamkan nilai etika budaya gotong royong, mewujudkan gandeng gendong dan meningkatkan partisipasi stakeholder," katanya. Selain itu, Pemkot Yogya juga memiliki Forum Pertanggungjawaban Sosial Perusahaan (CSR) Kota Yogyakarta yang beranggotakan para pemangku kepentingan, yakni Pemerintah, Swasta, dan Masyarakat. Forum ini bertugas untuk membangun kesepahaman antara Pemerintah, Swasta, dan Masyarakat bahwa pembangunan di Kota Yogyakarta adalah tanggung jawab bersama. Semua pelaku dunia usaha yang memiliki lokasi bisnis di Kota Yogyakarta, lanjutnya, untuk dapat membantu memberdayakan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian rakyat serta mengentaskan kemiskinan. "Apabila telah memilih Kota Yogyakarta sebagai lokasi berbisnis untuk mengembangkan usahanya, maka wajib membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Yogyakarta" ujarnya. (Han)