Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Grand Opening Batik Wong Jogja & Bakpia Wong Jogja dengan Konsep One Stop Shopping
Walikota Haryadi Suyuti didampingi Istri menghadiri Grand Opening Batik Wong Jogja Bakpia Wong Jogja, Jl. HOS. Cokroaminoto No. 149, Sabtu (1/9). Acara ini digelar bersamaan dengan fashion show bertajuk -Cakrawala Jawa Dwipa-, dengan menghadirkan kolaborasi lima desainer lokal. Sebelumnya, BW Jogja juga telah menggelar beragam kegiatan dalam menyambut grand openingnya ini, yang dimulai semenjak medio Agustus lalu. Manajer Bisnis BW Jogja, Haryo Gusnadi menuturkan, BW Jogja hadir dengan konsep one stop shopping, yang mana dalam satu gerai terdapat beragam poduk oleh-oleh, seperti batik, bakpia, aneka makanan ringan, serta pernak-pernik aksesoris lainnya. Selain itu, juga disediakan koleksi batik dengan motif daerah, dengan varian kelas dari mulai batik printing, cap, kombinasi, hingga batik tulis. Kemudian untuk bakpia, pihaknya menyediakan beragam varian rasa. Kacang hijau, kumbu hitam, keju, coklat, susu, dan varian premium seperti choco huzelnut, serta choco almond. Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud eksistensi pelaku usaha untuk terus melestarikan Batik dan Bakpia sebagai kekayaan nusantara. "harapan kami usaha yang Bapak/Ibu jalankan dapat selaras dengan komitmen Pemerintah dan Masyarakat Kota Yogyakarta untuk menjaga predikat Kota Pariwisata"ujarnya. Haryadi Suyuti menambahkan pertumbuhan industri kreatif di Yogyakarta sudah terlihat dalam satu dekade terakhir. Banyak faktor yang mendukung Yogyakarta dinilai nyaman bagi pelaku industri kreatif. "saya menghimbau agar Toko ini dapat berjalan beriringan dengan pelaku UMKM lokal dengan kata lain memberikan kesempatan pelaku usaha rumahan untuk "naik kelas" melalui jalur promosi atau kerjasama dengan management Toko Batik dan Bakpia Wong Jogja" ungkapnya. Hal ini sejalan dengan konsep yang saat ini menjadi program utama Pemerintah Kota Yogyakarta yaitu Greget Gandeng-Gendong (3G), menggandeng" melalui kerjasama kemitraan, maupun menggendong" memberikan bantuan, baik berupa CSR, permodalan, maupun advokasi yang akan menjadi salah satu motor penggerak peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Haryadi Suyuti juga menghimbau kepada masyarakat untuk terus bersama-sama melestarikan makanan khas Jogja dan Batik Jogja. "Mari bersama-sama, kita jadikan Batik dan Bakpia sebagai maskot budaya dan aset pariwisata unggulan Kota Yogyakarta, kita Istimewakan Kota Yogyakarta dengan Batik, jadikan pesona Batik dan keunikan Bakpia sebagai identitas Bangsa Indonesia yang mendunia" ungkapnya. (Hes)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Wakil Walikota Sambut Kedatangan Jamaah Haji Kloter 23 SOC Yogyakarta
Jemaah haji Kota Yogyakarta yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 23 SOC telah kembali di tanah air melalui Pesawat Garuda dan mendarta di Bandara Adi Sumarmo, selasa (4/9/2019) pagi. Kedatangan jamaah haji kloter 23 SOC tersebut disambut langsung Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi di Asrama Haji Donohudan Boyolali. Heroe Perwdadi mengajak bersyukur karena Jemaah haji Kota Yogyakarta kloter 23 SOC kembali dengan selamat dan dalam keadaan baik. "Semoga bapak ibu dapat menjaga kemabruran. Haji yang mabrur itu terus memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Heroe. Heroe Purwadi meminta jemaah mampu menjaga kemabruran dengan aktif di masjid. Selain itu harus mampu menghidupkan majelis majelis taklim. Pihaknya juga mengingatkan, agar jemaah haji dapat menjaga dan memakmurkan masjid. Serta menjadi obor semangat bagi warga dan masyarakat dalam beribadah. "Seluruh jemaah asal Kota Yogyakarta secara otomatis menjadi anggota Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Yogyakarta," imbuhnya. Menandai keanggotaan IPHI ini, Wawali menyematkan PIN IPHI Kota Yogyakarta kepada lima perwakilan jemaah haji. Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Lana Unwama menerangkan, dari jumlah jamaah haji kloter 23 SOC Kota Yogyakarta yakni 360 terdapat satu jamaah yang meninggal di tanah suci. "Jemaah meninggal atas nama Ny.Nurharini Adi Sukarta (67) asal RT46/13 Pringgokusuman, Gedong Tengen Yogya. Nurharini meninggal di Rumah Sakit Arab Saudi pada 13 Agustus 2018 pukul 7:55 waktu Arab Saudi karena gangguan pernafasan," terangnya. Selain itu, ada 18 jemaah yang terpaksa menggunakan kursi roda, satu dirujuk ke RS Yogyakarta dan satu lainnya mengeluhkan sesak nafas sehingga langsung diantar ke rumah tempat tinggalnya. Pihaknya meminta Jamaah haji yang baru saja tiba di Tanah Air tetap diminta memeriksakan kesehatannya ke Puskesmas terdekat sebagai upaya pemerintah memantau kondisi kesehatan mereka usai menjalankan ibadah. "Dalam waktu 14 hari sejak kembali di Indonesia, seluruh jamaah haji diminta datang ke Puskesmas untuk memeriksakan kondisi kesehatan," tandasnya. (Han/Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Walikota Yogya Ikut Hadir dalam Verifikasi Lomba PAAR DK DPC KS di Kelurahan Wirobajan
Tim Verifikasi Lomba Pola Asuh Anak dan Remaja Dalam Keluarga dengan Penuh Cinta dan Kasih Sayang (PAAR DK DPC KS) Tingkat Nasional dari Tim Penggerak PKK tingkat pusat mendatangi Kelurahan Wirobrajan, Kecamatan Wirobrajan, Kota Yogyakarta, Selasa (4/8). Dalam kegiatan ini yang ikut menghadiri penilaian adalah Raden Bendoro Ayu Adipati Pakualam X atau Istri Wakil Gubernur DIY, Ketua TP. PKK Kota Yogyakarta, Anna Haryadi Suyuti dan Istri Wakil Walikota Yogyakarta, Poerwati Soetji Rahajoe . Disamping itu acara ini bertujuan untuk meningkatkan semangat dan motivasi dalam menciptakan pola asuh anak dan remaja dalam keluarga yang ideal. Selain itu mendukung tumbuh kembang anak serta generasi muda dari sejak awal ayah ibu membina keluarga sampai dengan anak memasuki usia dewasa bersama dengan lingkungannya. Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Pokja I (satu) PKK Kota Yogyakarta, dalam hal ini TP PKK Kelurahan Wirobrajan, bersama masyarakat Kelurahan Wirobrajan melaksanakan berbagai program unggulan, seperti Mitra Keluarga, GESAK (Gerakan Sapa Anak Kost), Dana Sehat Warga, dan WKSBM (Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat). Kelurahan Wirobrajan juga menyelenggarakan berbagai simulasi yang mendukung, seperti simulasi pola asuh, Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT), Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO), maupun Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN). Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Octo Noor Arafat mengatakan warga kelurahan wiobrajan harus memiliki semngat yang menyala-nyala untuk terus membangun keluarga yang memiliki pola asuh anak. "warga memiliki semangat yang menyala-nyala untuk terus membangun keluarga yang memiliki pola asuh anak dan keluarga penuh cinta dan kasih sayang" ungkapnya. Wakil KetuaTP PKK Kota Yogyakarta Raden Bendoro Ayu Adipati Pakualam X menambahkan agar warga sama-sama mendidik dan mengasuh anak-anak agar berguna bagi orang tua dan negara. "Mari kita sama sama mendidik dan mengasuh anak-anak agar berguna bagi orangtuanya, bagi lingkugannya dan bagi negaranya. Semoga orang tua bisa mengsuh anak dengan bai" ujarnya. Dukungan sinergi terhadap penyelenggaraan Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) di Kelurahan Wirobrajan juga bekerjasama dengan beberapa Polsek Wirobrajan dan Puskesmas Wirobrajan, dalam kegiatan penyuluhan PAAR dengan sasaran anak sekolah, kemudian dengan Karang Taruna serta PIK-R (Pusat Informasi Konseling Remaja) Kelurahan Wirobrajan dalam kegiatan penyuluhan kepada pemuda dan remaja. Sebagai informasi, di Kelurahan Wirobrajan sudah terbentuk Kampung Ramah Anak, terutama di RW 11 (sebelas) dengan visi "Menjadikan Wilayah RW 03 Kelurahan Wirobrajan sebagai Kawasan yang Kondusif bagi Tumbuh Kembang Anak". Wakil Walikota Haryadi Suyuti menambahkan, bahwa dengan terpilihnya PKK Kelurahan Wirobrajan ini dapat memberikan dorongan semangat bagi segenap warga Kota Yogyakarta dan seluruh warga masyarakat DIY. "Kami berharap, dengan terpilihnya PKK Kelurahan Wirobrajan ini dapat memberikan dorongan semangat bagi segenap warga Kota Yogyakarta dan seluruh warga masyarakat DIY "ungkapnya.
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pemerintah Kota Yogyakarta-Mont Dore Menjalin Berbagai Kerjasama
Jamuan santap malam bersama Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti dan Wakil Walikota Yogya Heroe Poerwadi serta beberapa delegasi dari Mont Dore Kalendonia Baru dilaksanakan di Gedung Grha Pandawa Balaikota Yogyakarta, Senin (3/8). Acara delegasi Mont Dore Kalendonia Baru ini disambut dengan hangat oleh Pemerintah Kota Yogyakarta. Walikota Mont Dore Kalendonia Baru, Eric Chevreul menyampaikan, keadaan masyarakat indonesia sangat penting di kota Mont Dore dan diakui oleh semua masyarakatnya. "Keadaan masyarakat indonesia sangat penting di kota Mont Dore dan diakui oleh masyarakat disana, selain itu Indonesia memiliki kumpulan sendiri yang dinamakan Persatuan Masyarakat Indonesia dan Keturunannya (PMIK)" ungkapnya. Seiring dengan Otonomi Daerah, Pemkot Yogyakarta menyatakan senang diadakannya kerjasama antara Kota Yogyakarta dengan Mont Dore, sehingga dapat mengembangkan kerja sama di bidang Budaya, Olah Raga, Pendidikan dan Asosiatif. Tawaran kerja sama tersebut disambut positif oleh Walikota Yogyakarta. Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, melalui kerjasama ini diharapkan dapat terjalin kerjasama yang erat. "Melalui pendekatan Budaya, Olah Raga, Pendidikan dan Asosiatif diharapkan kedepannya dapat terjalin kerja sama yang lebih erat antara Mont-Dore dengan Kota Yogyakarta" ujarnya. Tidak hanya itu dari pihak Pemerintah Kota Yogyakarta juga melaksanakan Tukar Menukar Dokumen Letter Of Intent dan Cindera Mata dari pihak Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti untuk Walikota Mont Dore Kalendonia Baru yaitu Eric Chevreul (First Secretary Kedutaan Besar Perancis) serta memberikan kepada Konsul Sosial Budaya pada KJRI Nournea Asep Hermawan. (Hes)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Gandeng Pengadilan Negeri, Pemkot Siapkan Pelayanan Publik Prima
Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta dan Pengadilan Negeri Hubungan Industrial dan Tindak Pidana Korupsi Yogyakarta melakukan nota kesepahaman tentang peningkatan pelayanan publik di Yogyakarta, Kamis (6/9/2018) di Balaikota Yogyakarta. Kerjasama tersebut ditandatangi Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti dan Ketua Pengadilan Negeri Hubungan Industrial dan Tindak Pidana Korupsi Yogyakarta Soesilo. Dalam kesempatan tersebut Haryadi Suyuti berharap kerjasama tersebut akan bermanfaat bagi kedua institusi dan akhirnya memberikan pelayanan publik prima bagi masyarakat Yogyakarta. "Intinya pelayanan di bidang hukum akan lebih cepat, terpadu dan jelas. Misalnya terkait akte kelahiran dan juga kasus tindak pidana ringan," jelas Haryadi. Haryadi pun menghimbau kepada masyarakat agar pelayanan ini digunakan dengan harapan persoalan- persoalan hukum bisa turun. "Jangan malah nambah, seharusnya dengan pelayanan ini justru masalah hukum semakin kecil dan masyarakat diharapkan semakin taat hukum," tandasnya. Dalam kesempatan yang sama Soesilo menjelaskan, pelayanan publik yang dimaksudkan meliputi, pengurusan akte kelahiran. Ia menyebut masih terdapat banyak kekeliruan penulisan nama, tanggal dan ganti nama. "Untuk itulah nanti kita akan lakukan kerjasama sidang terpadu dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Yogyakarta," ucapnya. Selain itu, kasus perceraian juga menjadi perhatian dalam kerjasama ini. Nanti akan kita koneksikan data perceraian di Pengadilan Negeri ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Yogyakarta. Soesilo mengaku, Pihaknya juga akan menggelar sidang pelayanan terpadu kasus tindak pidana ringan yang meliputi kasus pelanggaran reklame, KTP dan pelanggaran Perda lainnya. "Hari itu ditangkap, hari itu juga sidang dan membayar tanpa memakan waktu. Itulah pelayanan terpadu tidak harus menunggu waktu. Itulah kerjasama yang akan kita tindak lanjuti dalam waktu dekat ini," ujarnya. (Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Alhamdulillah 515 Jamaah Haji Kota Yogya Pulang Dengan Selamat
Jamaah haji asal Kota Yogyakarta yang tergabung dalam kloter 23 SOC dengan jumlah 436 orang dan kloter 29 SOC sebanyak 85 orang telah menyelesaikan ibadah haji di tanah suci. Kloter 23 SOC telah tiba di Yogyakarta hari ini Selasa (4/9) lalu, sementara untuk kloter 28 SOC mendarat di Bandara Adi Sumarmo Solo, hari ini, kamis (6/9). Jamaah diterima oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Yogyakarta, Sigit Warsita. Pada kesempatan tersebut, Sigit mengungkapkan rasa syukurnya atas kembalinya jamaah haji Kota Yogyakarta, Ia berharap sekembalinya dari Tanah Suci, jamaah dapat menjadi haji yang mabrur dan turut berpartisipasi dalam pembangunan Kota Yogyakarta. "Semoga jadi haji yang mabrur dan mampu memberi barokah bagi keluarga dan masyarakat serta bisa menjadi pelopor untuk menjadikan masyarakat Kota Yogyakarta agar semakin dekat dengan Allah SWT, kami juga memohon agar para jamaah senantiasa mendoakan agar Kota Yogyakarta menjadi lebih baik," katanya di lokasi. Iapun meminta agar seluruh jamah haji yang sudah kembali ke Yogyakarta untuk segera memeriksakan kesehatan mereka di puskesmas paling lambat dua pekan sejak tiba. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan jamaah haji dalam kondisi sehat dan jika ada gejala menderita penyakit tertentu bisa segera ditangani. "Sejumlah penyakit yang kerap dikeluhkan jamah haji sepulangnya dari tanah suci di antaranya adalah flu atau batuk pilek, namun ada juga beberapa penyakit lain seperti penyakit akibat virus Mers-COV," ujarnya. Selain itu Ia juga meminta agar jamaah haji aktif di kegiatan Ikatan Persaudaran Haji (IPHI) yang ada di kecamatan masing-masing. (Han/Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Ratusan Truk Unik Sliweran di Yogyakarta
Yogyakarta menjadi kota pertama penyelenggaraan ivent akbar bertajuk Jogja Truck Festival. Ratusan truk berparas unik dan menarik pun parade berkeliling Yogyakarta sejak Jum"at (7/9/2018) pagi. Parade truck cakep tersebut dilepas langsung oleh Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi pada pintasan start di Jalan Ipda Tut Harsono. Parade tersebut kemudian melintasi Jalan Gayam, Jalan Dr Soetomo, Stadion Kridosono, Jalan Abu Bakar Ali, Jalan Malioboro, Jalan Pangeran Senopati, Simpang Gondomanan, Pojok Beteng Timur, Jalan Veteran dan berakhir di Jogja Expo Center (JEC). Heroe Poerwadi menyambut baik ivent langka tersebut, Ia menilai kegiatan tersebut akan memberikan dampak positif bagi masyarakat termasuk dampak pada perkembangan seni grafis. "Ini merupakan sebuah kreatifitas yang sangat luar biasa, truk yang selama ini dikenal sebagai kendaraan pengangkut pun ternyata bisa medi seni yang menarik," ucap Heroe Poerwadi. Heroe menandaskan, kreatifitas memodifikasi truk tersebut perlu mendapat perhatian. Ia pun menilai itu sebagai sebuah kreatifitas baru yang harus dikembangkan agar nantinya semua truk memiliki karakter seni. "Tentu pada akhirnya ini adalah sebuah usaha yang dilakukan untuk memberikan hiburan kepada masyarakat. Sang pemilik pun nyaman dengan truknya begitu juga masyarakat yang melihat pun terhibur," imbuhnya. Dalam kesempatan yang sama Ketua Penyelenggara Jogjakarta Truck Festival, Indro Kimpling Suseno, mengungkapkan peserta tidak hanya dari DIY saja, namun juga berasal dari wilayah luar Pulau Jawa. Tercatat 14 wilayah di seluruh Indonesia yang mengikuti festival itu. "Kegiatan ini akan berlangsung sejak 8 hingga 9 September 2018 di Jogja Expo Center (JEC), diikuti 130 truk dan 40 pick up," urainya. Truk dan pick up tersebut nantinya akan berkompetisi dalam kontes yang bertajuk -Panorama Indonesia-. Nantinya, seluruh peserta akan memperlihatkan hasil modifikasi kendaraannya kepada juri maupun masyarakat yang menyaksikan festival tersebut. "Pada penyelenggaraan festival, akan ada beberapa atraksi yang akan dilakukan oleh peserta. Ada demo air suspension dari truk, parade miniatur truk, hingga seni lukis bak truk dan audio performance," jelasnya. Selain kontes modifikasi Indro Kimpling Suseno, menambahkan, akan ada beragam stand karoseri, aksesoris merchandise, foodtruck, kontes miniatur truk hingga panggung seni akan hadir memeriahkan gelaran perdana ini. "Dan yang paling menarik ialah akan hadir pula tiga driver perempuan yang akan menyemarakkan gelaran festival truk ini, ialah Rukhayati asal Palembang, Umik Syarifah Firdausi asal Jember dan Imahwati asal Semarang," paparnya. (Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Monaco Diharapkan Menjadi Ikon Yogyakarta
SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta kembali menggelar Moehi National Competition (Monaco) 2018. Event ketiga itu diramaikan 900 peserta se-Indonesia. Ajang tahunan tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta Titik Sulastri di Lapangan Utama SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Senin (11/9/2018). "Kompetisi ini merupakan momentum yang sangat strategis untuk mengukur sejauh mana kemampuan peserta dalam bidang yang ditekuninya," kata Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti dalam sambutannya yang dibacakan Titik Sulastri. Selain itu, sambung Haryadi, sekaligus media evaluasi untuk mengetahui kekurangan yang dimiliki dengan melihat penampilan peserta lainnya. "Hal ini penting terutama untuk semakin meningkatkan kualitas diri karena dengan demikian kemampuan akan senantiasa terasah dan semakin meningkat," imbuhnya. Ia menyebut Monaco sebagai ajang unik karena memadukan berbagai potensi dalam satu gelaran acara dari unsur intelektual, kreativitas, fisik, bahkan unsur agama dalam perlombaan yang diagendakan. Haryadi pun mengingatkan, bahwa Generasi Muda merupakan generasi penerus yang akan menggantikan generasi tua saat ini. "Mereka menjadi harapan kami, karena potensi dan segala kemampuan yang dimilikinya suatu saat nanti akan memegang estafet kepemimpinan negeri ini," tandsanya. Oleh karena itu, Haryadi melanjutkan, berbagai upaya untuk menggali maupun meningkatkan potensi, prestasi maupun kompetensi generasi muda senantiasa dilakukan oleh pemerintah. "Tidak hanya potensi dalam bidang akademik yang digali dan dikembangkan melainkan berbagai potensi dalam bidang-bidang lainnya juga perlu mendapatkan perhatian dalam porsi yang seimbang," ucapnya. Pihaknya juga berharap Monaco bisa menjadi ikon Kota Yogyakarta bahkan DIY. Ketua Panitia Moehi National Competition (Monaco) 2018 Muhammad Zulkifli mengatakan, Monaco tahun ini akan digelar selama dua hari sejak 11 sampai 12 September 2018. "Peserta tahun ini berjumlah 900 perserta dari berbagai daerah, seperti Jayapura, Makassar, Palembang, Bengkulu dan Kota " kota lainnya," urainya. Muhammad Zulkifli menjelaskan, akan ada 17 cabang perlombaan yang akan digelar pada tahun ini. Ada tiga piala yang diperebutkan, yakni Piala Juara Umum, Piala Kementerian Pendidikan dan Piala Kementerian Pemuda dan Olahraga. (Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Dukung Konservasi Air Dengan Biopori Jumbo
Untuk mendukung Kecamatan Tegalrejo menjadi kawasan konservasi air, Kecamatan Tegalrejo dan warga membuat inovasi biopori baru yang mereka namakan biopori jumbo. Biopori yang biasanya hanya memiliki diameter 10 centimeter, mereka sulap menjadi berdiameter 30 centimeter. Ukuran yang membesar juga di imbangi dengan kapasitas yang jauh lebih besar dibandingkan biopori biasa. Camat Tegalrejo, R Riyanto Tri Noegroho mengatakan pembuatan biopori merupakan teknologi tepat guna untuk meningkatkan laju resapan air hujan dan memanfaatkan sampah organik kedalam tanah. "Tujuan pembuatan lubang itu adalah mencegah genangan, dan menyimpan persediaan cadangan air sehingga diharapkan tidak ada lagi air hujan yang dibiarkan terbuang dan mengakibatkan banjir di wilayah lain" ungkapnya di Gedung Asmi Santamaria, Minggu (9/9). Biaya yang dibutuhkan untuk membuat satu biopori jumbo sekitar Rp300.000 atau bisa lebih murah jika menggunakan bahan bekas. Apa yang sudah dilakukan oleh warga Tegalrejo ini mendapat apresiasi dari Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, menurutnya manfaat lubang biopori dengan ukuran jumbo tersebut sangat efektif mengatasi kekeringan dan sebagai area resapan air. "Pemkot Yogya pun telah mencanangkan pembuatan sejuta biopori mulai dari pemukiman, sekolah hingga kantor pemerintahan yang semunya melibatkan warga," katanya. Untuk itu, pihaknya sedang mencoba mengintegrasikan antara kampung hijau dan kampung sayur yang diupayakan juga untuk membuat biopori jumbo di tiap " tiap gang di setiap kampung. "Biopori jumbo selain untuk menurunkan air juga memanfaatkan sampah untuk menghijaukan kampung sayur karena selain untuk menyerap air hujan, biopori ini juga bisa dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk kompos. " ujarnya. Jadi setelah tiga hingga enam bulan pembuatan lubang biopori, lanjutnya maka sampah organik akan menjadi proses kompos dan biota tanah atau serangga dapat hidup di dalamnya. Ia menjelaskan Pemkot Yogya terus mendorong program gandeng gendong untuk menyatukan beberapa potensi menjadi satu bergandengan seperti kampung sayur, kampung hijau, bank sampah dan segala macam menjadi sebuah kesatuan. Ia berharap agar seluruh lapisan masyarakat dapat berperan aktif menjaga lingkungan menjaga keindahan dan dapat mencontoh pembuatan biopori jumbo tersebut. Selain biopori berukuran jumbo, warga Tegalrejo juga melakukan perbaikan sumur peresapan air hujan dan berencana melakukan panen air hujan. Hasil dari panen air hujan akan digunakan untuk air siap minum hingga dibuat air kemasan. (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Kota Yogya Terus Berupaya untuk Jadi Kota Layak Anak
Setelah berhasil menyabet gelar Kota Layak Anak (KLA) kategori Nindya yang di serahkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak Republik Indonesia pada bulan Juli lalu, kini Pemerintah Kota Yogyakarta menargetkan tahun depan Kota Yogya akan meraih penghargaan KLA kategori tertinggi yakni utama. Pernyataan tersebut di katakan Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi saat melakukan diskusi sewelasan bersama para tokoh yang peduli Kota Yogya di ndalem Amiluhuran Mujamuju Kota Yogya. Pada kesempatan tersebut Wawali mengungkapkan jika kampung di Kota Yogya sudah banyak yang mendeklarasikan dirinya guna menopang kepentingan anak, khususnya dalam hal bermain dan belajar. "Mulai dari Kampung Ramah Anak, Kampung Jam Belajar Masyarakat, dan Kampung Bebas Asap Rokok. Untuk Kampung Jam Belajar Masyarakat setiap pukul 18.00-21.00 di wajibkan mematikan TV untuk memberikan kesempatan anak-anak belajar," katanya di lokasi, Minggu (12/9) Sementara untuk Kampung Bebas Asap Rokok, lanjutnya, saat ini sudah dideklarasikan di lebih dari 139 kampung. Kampung tersebut pada dasarnya melarang para perokok untuk merokok di sembarang tempat. "Contohnya di Teban, kalau di Terban tempat merokoknya di kuburan. Itu inisiatif masyarakat sendiri untuk menunjukkan bahwa di sana kampung ramah anak," bebernya. Tak sampai disitu, Pemkot Yogya juga tak henti - hentinya mendorong puskesmas - puskesmas dan sekolah - sekolah untuk bisa menghadirkan layanan-layanan yang ramah bagi anak " anak. "Saat ini, sudah ada 34 sekolah ramah anak di Kota Yogyakarta yang akan dijadikan sebagai rujukan bagi sekolah lain untuk bisa menjadi sekolah ramah anak. Sementara untuk puskesmas layak anak di Kota Yogya sudah ada delapan puskesmas dan 178 kampung ramah anak" uangkapnya Pemkot Yogya telah melakukan berbagai cara, di antaranya meningkatkan komitmen wilayah, khususnya kecamatan dengan membentuk kecamatan layak anak. "Peningkatan peran kecamatan untuk mendukung percepatan kota layak anak sudah dilakukan sejak tahun 2016. Bahkan di Kecamatan layak anak tersebut sudah diselenggarakan musyawarah perencanaan pembangunan khusus bagi anak-anak." katanya Dengan begitu, Ia berharap anak-anak bisa ikut memberikan usul atau masukan terhadap program kerja pemerintah, karena biasanya musyawarah perencanaan pembangunan hanya didominasi pekerjaan fisik tanpa memperhatikan kebutuhan anak-anak. "Apalagi saat ini sudah ada pelimpahan kewenangan di kecamatan. Bisa saja, kecamatan memiliki program tersendiri yang ditujukan untuk anak-anak, seperti pemenuhan ruang terbuka untuk bermain atau kebutuhan lain," katanya. Tak sampai disitu, Komitmen Pemkot Yogya untuk mewujudkan Kota Yogya sebagai Kota Layak Anak juga bisa dilihat dari banyaknya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Yogya yang telah memiliki berbagai program dan inovasi yang mendukungan terhadap terwujud Kota Yogya sebagai kota layak anak. "Berbagai program tersebut, di antaranya keberadaan taman lalu lintas yang berada di bawah kewenangan Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Satgas Antikekerasan di sekolah, serta Satgas Sigrak untuk penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak" katanya. (Han)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Masyarakat Gelar Pawai Islam Sambut Tahun Baru Hijriyah
Pawai Islam bersama masyarakat Kelurahan Wirogunan, Kecamatan Mergangsan Yogyakarta disamut meriah dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 H. Acara ini diikuti oleh ratusan warga dan remaja yang berkumpul di Masjid Al-Miza, Selasa(11/9). Dengan tertib mereka membawa spanduk kebanggaan warga mergangsan dan mengelilingi pusat kota Yogyakarta yaitu melewati jalan Tamansiswa, Gang Manuk Beri, Pasar Sentul dan berakhir di Majid Al-Miza sambil bertakbir dan menyanyikan lagu-lagu rohani. Dengan mengenakan baju putih, peserta pawai masyarakat menyambut Tahun Baru Hijriyah dengan bahagianya. Pawai ini dimulai pukul 06.15 dan berakhir pukul 07.15, mereka berkumpul di lapangan Majid Al Mazi. Sementara itu Pawai Islam ini dihadiri oleh Camat Mergangsan Budi Santoso yang mengatakan, diharapkan tahun baru Islam 1440H ini mampu menjaga jasmani dan rohani. "diharapkan penggerak-penggerak perekat kebersamaan deperti PKK didalam kader-kader masyarakat, menjadi Jamaah Al Miza yang sehat jasmani dan rohani"ujarnya. Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi dalam hal ini juga ikut serta meramaikan acara Sambut Tahun baru Hijriah. Beliau mengatakan bahwa doa tahun baru dan ceramah kali ini dapat membawa keberkahan. "Semoga tahun baru membawa keberkahan, berbuat lebih baik dan mampu meninggalkan yang jelek," ungkapnya. Tak hanya itu warga Kecamatan Mergangsan mendapatkan Doorprice yang diberikan oleh Wawali berupa TV 21 inc untuk warga Surokarsan agar tetap semangat dalam kegiatan warga Kecamatan Mergangsan. (Hes)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Wawali Buka Festival Seni Budaya Wedangan
Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi membuka Festival Seni Budaya Wedangan, dalam festival ini terdapat berupa pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon Romo Gondo, oleh Dalang Ki Sugiyant, pameran seni rupa, kerajinan, dan kuliner. Festival Seni Budaya Wedangan ini di gelar selama 10 hari, yakni dari tanggal 11 hingga tanggal 20 September 2018 mendatang. Ketua panitya acara tersebut Slamet Riyanto mengatakan kegiatan pagelaran seni tersebut sudah dilakukan sebanyak 14 kali dengan berpindah-pindah tempat dan terakhir di Taman Budaya Yogyakarta (TBY) pada bulan April 2017 lalu. "Setidaknya dua kali setiap tahunnya kami berswadaya atau patungan bikin pagelaran. Dan kali pertamanya kegiatan dari Kelompok Wedangan diselenggarakan di Plaza Ngasem, dan mendapat dukungan dari pemerintah kota Yogya" jelasnya di lokasi Sementara atas nama Pemerintah Kota Yogyakarta, Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi memberikan apresiasinya dan mendukung atas kegiatan tersebut yang diharapkan dijadikan motivasi semakin tumbuh kembangnya kesenian di Kota Yogya "Sehingga seniman lukis khususnya dan para pekerja seni lainnya, bisa lebih sering memamerkan atau promosi karya-karyanya dan berdampak ada interasksi positif dengan masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung,"pungkasnya.
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Workshop Sertifikat Kompetensi Okupasi bagi PPKom, PP dan Pokja di Pemkot Yogya
Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas LKPP mengadakan Workshop Sertifikat Kompetensi Okupasi bagi PPKom, PP dan Pokja. Kegiatan ini dihadiri oleh 70 peserta,di ruang Bima Pemkot Yogyakarta, Kamis (13/9). Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden No.16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang salah satunya mengatur mengenai Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom), Pejabat Pengadaan (PP), dan Kelompok Kerja (Pokja) untuk wajib memiliki Sertifikat Kompetensi di bidang Pengadaan Barang/Jasa sebagai upaya mendorong pembinaan sumber daya manusia di bidang pengadaan barang/jasa. Dalam sambutan Walikota Yogyakarta yang diwakili oleh Aman Yudian Wijaya selaku Asisten Perekonomian menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Yogyakarta menyambut baik keluarnya Perpres ini. Sebab sejalan dengan tantangan dalam kompetisi dunia kerja melalui penumbuhan kesadaran aparatur tentang pentingnya profesionalisme yang disertai sertifikasi, sehingga tidak hanya menjadi profesionalisme semu semata, namun memiliki kekuatan hukum dalam wujud sertifikat. "Melalui workshop ini kami berharap dapat menyuntikan semangat dan atmosfer baru memasuki era kompetensi sehingga dapat mencetak pejabat pengadaan barang/jasa yang berkualitas, unggul, profesional serta memiliki sertifikasi.", jelasnya. Aman Yudian Wijaya menambahkan, Pemerintah Kota Yogyakarta berkomitmen bahwa kompetensi dan pengetahuan yang komprehensif menjadi hal yang mutlak dimiliki oleh setiap personil yang berkecimpung dan bersentuhan dengan pengadaan barang/jasa pemerintah. "Untuk itu, saya meminta Bapak dan Ibu sekalian agar dapat mengikuti acara ini dengan baik serta menggunakan kesempatan ini untuk membentuk sebuah forum diskusi yang dinamis dan efektif sehingga mendapatkan pemahaman yang sama dan pengetahuan yang menyeluruh terkait dengan aturan sertifikasi dalam pengadaan barang/jasa pemerintah." ungkapnya. (Hes/Vio/Ret/ich)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pemkot Gencarkan Pencegahan Penyakit Tidak Menular
Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kesehatan tengah menggencarkan pencegahan penyakit tidak menular melalui gerakan masyarakat sehat (Germas). Komitmen tersebut ditegaskan oleh Wakil Walikota Heroe Poerwadi saat menghadiri Workshop pencegahan penyakit tidak menular dan keswa di Ruang Bima Balaikota Yogyakarta, Rabu (12/9/2018). "Masyarakat di Kota Yogya sudah harus memulai membuat kampungnya menjadi kampung germas supaya bisa terbiasa menerapkan perilaku sehat," kata Heroe. Ia mengingatkan, bahwa trend penyakit mematikan telah berganti dari penyakit menular menjadi penyakit tidak menular. "Sebelumnya berasal dari gen dan keturunan hingga sekarang menjadi yang ke arah sikap dan perilaku di masyarakat," paparnya. Ini yang harus kita ubah, Heroe pun optimis Germas bisa digunakan dalam rangka mengubah perilaku yang sehat. "Karena ancaman terbesar adalah kematian dikarenakan perilaku gaya hidup," tandasnya. Apalagi, menurut Heroe, makanan yang saat ini ditawarkan banyak mengandung gula, kolestrol, dan menjadi kesukaan. Apalagi anak-anak tidak banyak yang mau makan sayur. "Mau tidak mau ini tantangan kita semua agar sayur bisa dimakan dan disukai anak-anak," imbuhnya. Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Fita Yulia menambahkan, diperkirakan pada 2030 mendatang sepertiga kematian dini disebabkan oleh penyakit tidak menular. Ia menegaskan Pemkot Yogyakarta pun telah mengeluarkan kebijakan untuk mengatasi hal itu. "Mulai dari Perda Kawasan Tanpa Rokok, Perwal Petunjuk Pelaksanaan Perda KTR, Perwal Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), dan Perwal Pembentukan Posbindu FR PTM Krhisna Husada di Kompleks Balaikota," urainya. Fita pun memberberkan, Penyakit tidak menular perlu dicegah melalui Germas yakni dengan melakukan aktifitas fisik, konsumsi sayur dan buah, serta memeriksakan kesehatan secara berkala. (Tam)
Senin 00/00/0000 00:00 WIB | oleh Warta
Pemkot Yogya Pangkas Izin Usaha
Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Penanaman Modal dan Perizinan (DPMP) Kota Yogyakarta terus berupaya melakukan upaya-upaya untuk mempermudah layanan publik, khususnya pelayanan perizinan untuk masyarakat melalui inovasi-inovasi pelayanan sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat, salah satu yang sedang dikembangkan adalah penyederhanaan perizinan usaha. Sekretaris DPMP Kota Yogyakarta Christy Dewayani mengatakan dengan dihapusnya layanan Izin Gangguan (HO) maka secara otomatis Izin Usaha Toko Swalayan (IUTS) menjadi pilihan yang akan dijadikan legalitas untuk usaha di bidang Usaha Toko Swalayan. "Adapun penyederhanaan IUTS tersebut menyangkut beberapa aspek yaitu antara lain dalam hal penyederhanaan persyaratan, waktu proses penerbitan izin maupun prosedur dan mekanisme pelayanan" katanya saat membuka FGD Penguatan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Hotel Neo Awana, Kamis (13/9). Penguatan penyederhanaan pelayanan perizinan tersebut, lanjunya, diaktualkan oleh Pemkot Yogya Pemerintah Kota Yogyakarta dengan diterbitkannya Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 14 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Perizinan Pada Pemkot Yogya dan Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 42 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 29 Tahun 2018 Tentang Penyelenggaraan Perizinan Dan Non Perizinan Pada Pemkot Yogya. "Dalam peraturan tersebut secara tegas telah memberikan kewenangan yang luas kepada Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai penyelenggara pelayanan untuk membuat kebijakan teknis dalam pelaksanaan pelayanan" tandasnya Tak sampai disitu DPMP Kota Yogya juga melakukan upaya penyederhanaan perizinan guna mendukung investasi dan percepatan usaha di daerah. "Salah satu yang dikembangkan di DPMP Kota Yogyakarta adalah pelayanan IUTS secara on line, yang mana pemohon dapat mengisi semua persyaratan dari rumah melalui aplikasi yang ada di Web DPMP Kota Yogya dan pemohon tinggal ambil izinnya saja di DPMP Kota Yogyakarta" ujarnya. Ia pun berharap agar semua berjalan lancar tentunya harus ada kerjasama dan partisipasi dari berbagai pihak dan semua stakeholder yang berkaitan dengan kegiatan usaha di Kota Yogyakarta. "Keberadaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu membuat segala proses perizinan menjadi ringkas untuk internal birokrasi dan masyarakat, namun harus ada dukungan dari kapasitas organisasional (IT, SDM, aparatur) dengan tujuan utama untuk mempermudah pelayanan perizinan usaha" katanya. (Han).